Harapan di Ujung Keraguan – Girimu

- Editorial Team

Rabu, 10 Juni 2026 - 03:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

Ada kalanya seseorang jatuh cinta pada sosok yang terasa begitu dekat, tetapi pada saat yang sama begitu jauh untuk digapai. Begitulah yang dirasakan Jimy. Setiap hari ia bertemu dengan seorang perempuan bernama Caty.

Semakin hari, hubungan mereka semakin akrab. Mereka saling menyapa, sesekali berbincang, bahkan tertawa bersama. Namun di dalam hati Jimy, ada sebuah tembok yang sulit ia runtuhkan.
Tembok itu bernama perbedaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Caty adalah perempuan yang berasal dari keluarga berada. Cantik, ramah, dan disukai banyak orang. Sedangkan dirinya hanyalah lelaki biasa dari keluarga sederhana yang setiap hari bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup. Meski begitu, hati tidak pernah bertanya tentang status ataupun kasta ketika memilih seseorang untuk dicintai.

Semua berawal dari sebuah pertemuan singkat di tepi jalan desa. Pagi itu, Jimy melihat Caty berjalan sendirian. Jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya.
“Deg ….”
Jimy menundukkan kepala sejenak.

“Ketemu lagi sama dia. Aku sapa nggak ya? Kalau aku sapa nanti gimana? Tapi kalau nggak, kapan lagi?”

Pergulatan itu memenuhi pikirannya. Rasa malu dan keinginan untuk menyapa saling bertarung di dalam dadanya.

Baca Juga :  Kenakan Kostum Pahlawan, 5 Siswa SD Mudri Ini Jadi Pemenang 'Best Costume'

Pandangan mereka sempat bertemu. Jimy menarik napas panjang. Kali ini ia memberanikan diri.

“Hai… mau ke mana?” tanyanya dengan suara yang sedikit bergetar.

Caty tersenyum kecil.
“Oh, ini mau pulang ke rumah.”

Jawaban itu sederhana. Sangat sederhana. Namun bagi Jimy, kalimat pendek itu terasa seperti hadiah yang mampu membuat harinya lebih cerah. Mereka berbincang beberapa menit sebelum akhirnya berpisah.

Pertemuan yang singkat itu ternyata meninggalkan jejak yang begitu dalam di hati Jimy. Malam pun tiba. Langit desa nampak indah dengan taburan bintang yang berkelip dan rembulan yang bersinar terang. Angin malam berembus pelan, menemani Jimy yang berbaring di kursi santai di depan rumahnya. Tatapannya lurus ke langit. Namun pikirannya kembali kepada Caty.

“Apa mungkin aku bisa mendapatkan dia?” gumamnya dalam hati.

“Aku ini siapa? Sedangkan dia… cantik, baik, keluarganya berada. Rasanya mustahil.”

Jimy menghela napas panjang.

“Jangankan menjadi orang yang istimewa di hatinya, mengenal keluarganya saja mungkin aku tidak akan pernah punya kesempatan.”

Malam semakin larut. Jarum jam terus bergerak tanpa terasa. Sudah hampir tiga jam Jimy memikirkan hal yang belum tentu terjadi. Ia membangun harapan, lalu menghancurkannya sendiri dengan berbagai keraguan. Sampai akhirnya rasa lelah menyadarkannya. Jimy duduk perlahan dan menatap kembali langit malam. Lalu ia tersenyum tipis.

Baca Juga :  Mengajarkan Nilai Kehidupan Lewat Senyuman: Kegiatan Sholat Dhuha di SMP Muhammadiyah 8 Benjeng

“Ah, sudahlah. Kalau memang Tuhan menakdirkan kami bersama, sejauh apa pun jalannya pasti akan dipertemukan. Dan kalau memang bukan untukku, setidaknya aku pernah merasakan bagaimana indahnya mengagumi seseorang.”

Ia bangkit dari kursinya.

“Daripada memikirkan sesuatu yang belum pasti, lebih baik aku istirahat. Besok aku harus bekerja lebih giat lagi. Siapa tahu, masa depan yang lebih baik sedang menungguku.”

Malam itu, untuk pertama kalinya Jimy memilih menyerahkan segala kegelisahannya kepada Tuhan. Di bawah langit yang dipenuhi bintang, ia menutup hari dengan sebuah harapan sederhana:
Jika Caty memang ditakdirkan untuknya, semoga Tuhan menjaga perasaannya hingga waktu yang tepat tiba. (*)

*) Fiqi Palupi, Waka Humas MTs Muhammadiyah Panceng, Gresik, Jawa Timur.


Post Views: 125

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penuh Keceriaan, Siswa Baru SD Al Islam Cerme Jelajahi Lingkungan Sekolah di Hari Kedua Fortasi
Kurikulum SMAMIO Integrasikan Al-Islam, Prestasi Akademik, dan Kompetensi Global
Mutu Gressi Guncang Pembukaan Fortasi Spemutu
Evan Dimas dan Ayunda Motivasi Siswa Spemdalas Gresik
Buka MPLS Bertema World Cup, Mugeb Primary School Ajak Murid Pantang Menyerah dan Jadi Juara
Lanjutkan Jenjang Pendidikan, Spemupat Jadi Pilihan Terbanyak Lulusan SD Almadany 
Bertahan dan Berdiri Kokoh di Tengah Gempuran Modernisasi Pendidikan
Inspiring Teacher Training Smamio Kuatkan Peran Wali Kelas sebagai Pendamping, Teladan, dan Penggerak Kesuksesan Siswa
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 02:37 WIB

Penuh Keceriaan, Siswa Baru SD Al Islam Cerme Jelajahi Lingkungan Sekolah di Hari Kedua Fortasi

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:36 WIB

Kurikulum SMAMIO Integrasikan Al-Islam, Prestasi Akademik, dan Kompetensi Global

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:34 WIB

Mutu Gressi Guncang Pembukaan Fortasi Spemutu

Senin, 13 Juli 2026 - 14:31 WIB

Buka MPLS Bertema World Cup, Mugeb Primary School Ajak Murid Pantang Menyerah dan Jadi Juara

Senin, 13 Juli 2026 - 05:29 WIB

Lanjutkan Jenjang Pendidikan, Spemupat Jadi Pilihan Terbanyak Lulusan SD Almadany 

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Pajak Gresik Tembus Rp590 Miliar, Bupati Dorong Taat Pajak

Selasa, 14 Jul 2026 - 16:50 WIB

Keluarga

Satlantas Gresik Antar Pulang Siswa SD yang Tersesat

Selasa, 14 Jul 2026 - 15:55 WIB

Muhammadiyah Gresik

Mutu Gressi Guncang Pembukaan Fortasi Spemutu

Selasa, 14 Jul 2026 - 08:34 WIB