GRESIK — Cuaca ekstrem yang melanda sebagian Jawa Timur akhir-akhir ini kembali menunjukkan taringnya. Senin sore (22/12/2025), sekitar pukul 17.12 WIB, angin puting beliung disertai hujan deras menerjang Desa Pandanan, Kecamatan Duduksampean, Kabupaten Gresik. Dua rumah warga ambruk total, sementara seorang remaja mengalami luka di jari tangan.
Kejadian berlangsung sangat cepat. Rumah berbahan seng, besi galvalum, dan atap asbes milik Suaji (44) dan Sali itu hancur seketika. Atap dan material bangunan beterbangan seperti kapas, sementara penghuni sedang berada di dalam rumah. Beruntung, tidak ada korban jiwa.
“Kejadiannya sore, pukul tujuh belas lebih dua belas, dua rumah ambruk total akibat angin puting beliung disertai hujan deras,” ungkap Suryadi, kepala desa Pandanan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, salah satu korban luka adalah Dewi (16), putri Suaji, yang jari kelingkingnya terluka akibat seng yang jatuh. “Saat kejadian pemilik rumah di dalam semua, rumahnya berbahan seng, besi galvalum dan atap asbes, jadi sempat terbang hancur semua. Anak Pak Suwaji terkena seng yang terjatuh, beruntung saat seng terjatuh mengenai salon tidak langsung ke tubuh korban, jadi hanya jari tangan yang terluka,” tambah Suryadi.
Dewi langsung dibawa ke puskesmas setempat dan mendapat delapan jahitan. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta. Pemerintah desa telah melaporkan kejadian ini ke Muspika, Koramil, dan Polsek Duduksampean. Proses evakuasi dan perbaikan direncanakan melalui kerja bakti gotong royong pada Selasa pagi.
“Kerugian sekitar seratus juta, sudah saya laporkan ke Muspika, Koramil dan Polsek Duduksampean, nanti bisa diteruskan ke petugas BPBD Kabupaten Gresik,” pungkas Suryadi.
Peristiwa ini menjadi pengingat betapa rawannya wilayah Gresik terhadap bencana hidrometeorologi di musim hujan. BMKG Juanda sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem hingga akhir Desember 2025, termasuk angin kencang dan puting beliung.
Editor : Akhmad Sutikhon











