Bengawan Solo Meluap: Tirem Enggal Siaga

- Editorial Team

Selasa, 19 Oktober 2010 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kabargresik-Dukun– Puluhan warga Desa Tirem Enggal Kecamatan Dukun yang tinggal di Bantaran Bengawan Solo kini mulai panik. Penyebabnya, rumah yang mereka tempati selama ini longsor akibat tergerus air luapan Bengawan Solo. Sayangnya, hingga saat ini mereka sama sekali belum mendapat bantuan dari Pemkab Gresik.

“Saya sudah berulangkali mengajukan proposal permohonan bantuan ke Pemkab, tapi sampai sekarang belum juga ada tanggapan. Padahal, para punggawa (pejabat) Pemkab Gresik sudah turun langsung ke lokasi,” ujar Kepala Desa Tirem Enggal Kecamatan Dukun, Thosikin yang mengaku prihatin dengan nasib yang dialami warga bantaran Bengawan Solo.

Lebih lanjut Thosikin menjelaskan, dari 40 warga yang tinggal di bantaran, sebanyak 13 rumah warga dalam kondisi rusak parah akibat tergerus luapan Bengawan Solo. Lebih parah lagi, warga terpaksa harus pasrah menerima nasib karena hingga saat ini belum juga mendapatkan bantuan. “Para pejabat termasuk Bupati dan DPRD sudah mengetahui kondisi tersebut, tapi belum juga ada tindakan. Apa memang warga yang tinggal di bantaran ini sengaja dihilangkan dari muka bumi Gresik,” sindir sang kades, kemarin.

Sementara itu, sekitar 70 hektare tanaman padi di Desa Baron, Kecamatan Dukun juga terendam air luapan Bengawan Solo. Menurut Kepala Desa Baron Nurul Yatim, melubernya air Bengawan Solo (hilir), karena tanggul sepanjang 20 meter di Kali Baron jebol saat hujan turun deras pada Minggu (17/10) malam. “Hujan saat itu semalam tidak berhenti, akibatnya tanggul sudah tidak mampu menahan luberan air Bengawan Solo. Jadi terendam sejak kemarin,” katanya, Selasa (19/10).

Padahal, kata Nurul Yatim, padi yang sudah berumur dua sampai tiga bulan itu batangnya akan membusuk jika sampai terendam selama empat hari lebih. “Ini adalah risiko tahunan yang sulit kita hindari. Harapan kami secepatnya ada penanggulangan tanggul dari pemerintah,” jelasnya sembari mengatakan jika pihaknya belum bisa menghitung berapa kerugian warganya akibat banjir tersebut.

Baca Juga :  Ribet Urus Izin UKM Krupuk Sidayu Gagal Ekspor Ke Belanda

Menyikapi hal itu, Camat Dukun Khoirul Anam mengaku telah menerima laporan terkait musibah yang dialami warga Desa Tirem Enggal dan Baron tersebut. Pihaknya akan secepatnya melakukan koordinasi dengan Pemkab Gresik guna mengatasi permasalahan tersebut. Sementara Kabid Sosial dajavascript:void(0)n Kejsejahteraan Rakyat Pemkab Gresik, Wahib justru mengaku belum menerima laporan terkait puluhan rumah warga bantaran yang longsor maupun puluhan hektar padi yang terancam gagal panen akibat luapan Bengawan Solo. (dik/tik)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kucing Terjebur Sumur Sedalam 25 Meter Berhasil Dievakuasi Damkar Gresik
Lupa Matikan Kompor, Bengkel Tambal Ban di Gresik Terbakar
Warung Kontainer Driyorejo Gresik Terbakar
Pria 43 Tahun Meninggal Mendadak di Warkop Sokarno Gresik
Kecelakaan Maut di Jalur Deandles Panceng Gresik 
Angin Puting Beliung Porak-porandakan 2 Rumah di Gresik
Pemotor Meninggal usai Tabrak Truk di Driyorejo Gresik
100 Siswa MI Dalegan Lomba Cari Kerang di Musim Baratan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 00:49 WIB

Kucing Terjebur Sumur Sedalam 25 Meter Berhasil Dievakuasi Damkar Gresik

Kamis, 8 Januari 2026 - 00:08 WIB

Lupa Matikan Kompor, Bengkel Tambal Ban di Gresik Terbakar

Jumat, 2 Januari 2026 - 17:40 WIB

Warung Kontainer Driyorejo Gresik Terbakar

Minggu, 28 Desember 2025 - 16:04 WIB

Pria 43 Tahun Meninggal Mendadak di Warkop Sokarno Gresik

Kamis, 25 Desember 2025 - 17:24 WIB

Kecelakaan Maut di Jalur Deandles Panceng Gresik 

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

TPA Baitul Hidayah Sekarputih Balongpanggang Gelar Wisata Bersama

Minggu, 18 Jan 2026 - 18:18 WIB

komunitas

MUI Wringinanom 2025-2030 Dikukuhkan, Pikul Mandat Ganda

Minggu, 18 Jan 2026 - 13:59 WIB