Dari Tiga Kambing ke Sepiring Kebersamaan, Simulasi Idul Adha Berlian Primary School Penuh Cerita dan Makna

- Editorial Team

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

Girimu.com — Asap tipis mulai mengepul dari sudut halaman SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik (Berlian Primary School), Jumat (8/5/2026). Di bawah terik matahari pagi, siswa berkelompok mengelilingi peralatan masak sambil sibuk mengaduk bumbu, menyiapkan tusuk sate, hingga memanggang daging kurban hasil penyembelihan tiga ekor kambing yang sebelumnya mereka saksikan bersama.

Gelak tawa bercampur aroma masakan memenuhi halaman sekolah. Sebagian siswa tampak serius memotong bahan makanan, sementara yang lain antusias menawarkan hasil masakan mereka kepada guru.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ustadzah, coba hasil makanan kami ya. Kita bisa memasak, lho,” ujar Rayyan Al Fatih, siswa kelas 3 Al Battani, dengan wajah penuh kebanggaan.

Kegembiraan serupa dirasakan Yasmine Vioresta Azzahra, siswa kelas 5 Al-Qolam. Baginya, pengalaman belajar seperti ini menjadi momen yang sulit dilupakan.

“Seru dan senang sekali. Besok-besok seperti ini lagi ya, Ustz,” pintanya antusias.

Namun, di balik suasana riuh dan menyenangkan itu, ada pula momen emosional yang membekas di hati sebagian siswa. Surya Yadul Ulya, siswa kelas 5 Al-Qolam, mengaku sempat terharu saat menyaksikan proses penyembelihan kambing kurban.

Baca Juga :  Belajar dari Alam: Ceria Siswa TK Aisyiyah 23 Mojopetung di Sawah Embongan

“Saya tadi terharu melihat kambing disembelih. Setelah itu kami menyiapkan alat dan bahan yang akan dimasak bersama teman-teman,” tuturnya pelan.

Respons beragam dari para siswa justru menjadi bagian penting dari pembelajaran yang ingin dihadirkan sekolah. Kepala Berlian Primary School, Farikha, SPd, menilai, pengalaman langsung seperti ini mampu menanamkan nilai sosial dan spiritual lebih kuat dibanding sekadar pembelajaran di kelas.

“Siswa secara berkelompok mengolah daging kurban di halaman sekolah. Alhamdulillah, mereka bisa merasakan suasana Idul Adha meskipun dalam bentuk simulasi. Setidaknya mereka memahami, bahwa pada momentum Idul Adha, mereka perlu terlibat dan berpartisipasi secara langsung,” ujarnya.

Menurut Farikha, antusiasme siswa yang terlihat sepanjang kegiatan menjadi tanda, bahwa pembelajaran berbasis pengalaman mampu meninggalkan kesan mendalam.

“Setelah melihat respons mereka yang luar biasa, kami bersyukur anak-anak benar-benar ingin terlibat dalam seluruh rangkaian simulasi Idul Adha ini,” katanya.

Baca Juga :  Suasana Haru Warnai Perpisahan Santri Maskumambang di SD Al Islam Cerme

Ia menambahkan, kegiatan tersebut bukan hanya tentang memasak atau makan bersama, melainkan juga tentang membangun karakter sosial anak sejak dini.

“Anak-anak belajar tolong-menolong, bekerja sama dalam tim, dan merasakan nuansa kebersamaan. Islam mengajarkan kebersamaan serta saling membantu dalam kebaikan tanpa membedakan kaya atau miskin. Mereka duduk dan makan bersama dengan menu yang sama,” jelasnya.

Di tengah aktivitas memasak itu, sekat-sekat sosial seolah menghilang. Semua siswa terlibat tanpa memandang latar belakang. Mereka berbagi tugas, berbagi cerita, bahkan berbagi rasa atas makanan yang dimasak bersama.

Simulasi Idul Adha di Berlian Primary School akhirnya menjelma lebih dari sekadar kegiatan sekolah. Dari tiga kambing yang disembelih pagi itu, lahir pelajaran tentang empati, keikhlasan, dan arti kebersamaan—nilai-nilai sederhana yang kelak akan tinggal lebih lama di ingatan anak-anak dibanding aroma sate yang perlahan hilang tertiup angin siang. (*)

 


Post Views: 509

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kajian Tahun Baru Hijriah di Giri Bahas Kebangkitan Islam
Teguran Rindumu untuk Bangku Lapuk
Spirit Hijrah; Meluruskan Mitos Tahun Baru Islam
Wisuda MDTW Al Ikhlash Gresik Diikuti 33 Santri
Pelepasan Siswa SD Al Islam: Siapkan Generasi Tangguh Beriman, Berilmu, dan Berakhlak Mulia
SD Muwri Gresik Gelar Haflah Akhirussanah, 50 Siswa Diwisuda
Orang Tua Siswi Asal Bojonegoro Sebut SMAMIO GKB Layak Jadi Inspirasi Sekolah di Indonesia
SD Almadany Kunjungi Dapur SPPG Prambangan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 01:14 WIB

Kajian Tahun Baru Hijriah di Giri Bahas Kebangkitan Islam

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:13 WIB

Teguran Rindumu untuk Bangku Lapuk

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:12 WIB

Spirit Hijrah; Meluruskan Mitos Tahun Baru Islam

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:09 WIB

Wisuda MDTW Al Ikhlash Gresik Diikuti 33 Santri

Senin, 15 Juni 2026 - 10:07 WIB

SD Muwri Gresik Gelar Haflah Akhirussanah, 50 Siswa Diwisuda

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Kajian Tahun Baru Hijriah di Giri Bahas Kebangkitan Islam

Kamis, 18 Jun 2026 - 01:14 WIB

Muhammadiyah Gresik

Teguran Rindumu untuk Bangku Lapuk

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:13 WIB

Muhammadiyah Gresik

Spirit Hijrah; Meluruskan Mitos Tahun Baru Islam

Rabu, 17 Jun 2026 - 07:12 WIB

komunitas

Dapur Saji, Cara Baru Membaca Gresik dari Ingatan Warga

Selasa, 16 Jun 2026 - 14:09 WIB

Muhammadiyah Gresik

Wisuda MDTW Al Ikhlash Gresik Diikuti 33 Santri

Selasa, 16 Jun 2026 - 04:09 WIB