Dukung Ekonomi Aceh, PWPM dan BPDPKS Gelar Workshop UKMK Sawit di Kampus Unmuha

- Editorial Team

Sabtu, 19 Oktober 2024 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNGMU.COM, Aceh – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Aceh bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menggelar Workshop UKMK Sawit Goes to Campus dari 18-19 Oktober 2024. Acara ini berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi lantai 4 Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) pada Jumat (18/10/2024).

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Pj Gubernur Aceh, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Koperasi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Wakil Ketua DPR Aceh beserta anggotanya, Ketua PWM Aceh, Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Anggota BPH, pendiri Calandra, serta seluruh ortom dan mahasiswa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita yang terbesar kedua adalah dari sawit dan kopi setelah batu bara. Generasi muda perlu melanjutkan upaya menjaga kelangsungan industri sawit di Provinsi Aceh,” ujar Ketua PWPM Aceh Zul Hafian dalam sambutannya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mengampanyekan bahwa kelapa sawit memiliki banyak manfaat. Meskipun terdapat kampanye negatif dari luar negeri yang menyebut sawit berdampak kurang baik terhadap kesuburan tanah.

Lebih lanjut, Zul menjelaskan bahwa setelah menjalin kerja sama dengan BPDPKS, Pemuda Muhammadiyah Aceh telah menghasilkan tiga produk turunan dari kelapa sawit, yaitu parfum, losion, dan sabun mandi. Mereka juga merencanakan pelatihan pembuatan gula merah berbahan dasar sawit.

Menurut Zul, masih banyak peluang yang bisa dimanfaatkan dari produk turunan sawit, seperti makanan, kosmetik, hingga pakaian. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama mempromosikan manfaat sawit.

Ketua PWM Aceh Malik Musa menegaskan pentingnya membuka program studi kehutanan dan mendorong Pemuda Muhammadiyah untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit. Muhammadiyah, kata Malik, telah menyusun rencana untuk setiap kabupaten kota agar mengembangkan program berkebun dan berharap pemerintah daerah menyediakan lahan produktif.

Baca Juga :  Stadium General, Ketua Nasyiatul Aisyiyah Jatim Singgung Peran Penting Pemimpin Perempuan

Malik juga berharap BPDPKS memberikan kesempatan kepada Universitas Muhammadiyah Aceh untuk mendirikan program studi sawit. Ia menekankan pentingnya keseriusan Pemuda Muhammadiyah dalam membina hubungan ini agar produksi sawit dan produk turunannya dapat dimanfaatkan dengan maksimal.

Helmi Muhansyah, Kepala Divisi UKMK BPDPKS, mengungkapkan kebahagiaannya bisa berkolaborasi dengan Muhammadiyah. Menurutnya, ini adalah pertama kalinya divisi yang ia pimpin bekerja sama dengan Muhammadiyah. “Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi inspirasi bagi warga Muhammadiyah di seluruh Indonesia untuk melihat potensi positif dari sawit,” ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan data statistik Oktober, devisa yang dihasilkan dari sawit bisa mencapai Rp20 triliun dalam sebulan. Dengan kontribusi besar tersebut, sawit memegang peran penting dalam perekonomian nasional, baik melalui ekspor maupun penghematan impor, seperti dari produksi B35 dan B40 yang mencampurkan sawit dengan solar untuk bahan bakar.

Helmi juga berharap agar kegiatan ini menjadi langkah awal bagi PWPM Aceh, Unmuha, dan PWM Aceh untuk menginspirasi Muhammadiyah di seluruh Indonesia dalam pengembangan ekonomi berbasis UKMK sawit. “Kami berharap Aceh bisa menjadi pionir dalam gerakan ini,” tambahnya.

Pj Gubernur Aceh yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Cut Huzaimah menyatakan bahwa pemerintah Aceh sedang merancang klaster khusus kelapa sawit di beberapa daerah serta menyusun strategi untuk meningkatkan nilai tambah dari ekspor produk kelapa sawit.

Baca Juga :  Lazismu Sangkapura Salurkan Bantuan Bakti Guru di Tengah Hujan Deras

Menurut Cut Huzaimah, kegiatan Workshop UKMK Sawit Goes to Campus ini merupakan langkah strategis yang bertujuan untuk memberdayakan UMKM kelapa sawit di Aceh. Program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman dan keterampilan para pelaku UMKM, tetapi menjembatani dunia akademik dengan dunia usaha.

Ia menjelaskan bahwa kelapa sawit telah lama menjadi komoditas unggulan bagi perekonomian Indonesia, termasuk Aceh. Namun, industri ini juga menghadapi berbagai tantangan, seperti isu keberlanjutan dan fluktuasi harga di pasar global.

Cut Huzaimah menekankan pentingnya pemberdayaan UMKM sawit yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar. Dengan dukungan yang tepat, UMKM sektor kelapa sawit bisa menjadi penggerak ekonomi lokal yang kuat dan berkelanjutan. Pemerintah Aceh, tambahnya, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan UMKM di sektor ini.

Ia juga berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha, khususnya Pemuda Muhammadiyah, dapat mendorong inovasi di sektor UMKM sawit. “Kami mengajak akademisi dan mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dalam pengembangan industri kelapa sawit yang berkelanjutan,” ucapnya.

Cut Huzaimah menekankan bahwa pengembangan industri kelapa sawit harus mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Menurutnya, ini adalah tantangan sekaligus peluang untuk menciptakan industri kelapa sawit yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan dan memberikan manfaat sosial. “Ini adalah peluang besar bagi kita semua,” tutupnya.***



sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Halal Bihalal IGABA Gresik Jalin Silaturahim, Perkuat Karakter Guru Mulia 
Regu Putra-Putri Spemdalas Borong Juara Cermat Tangkas Pandu Pengenal Se-Jatim
Hari Pertama TKA Spemdalas Berjalan Tertib, Siswa Jalani Ujian dengan Semangat
Adu Skill Agronomi, Siswa Gresik Tampil Percaya Diri di LKS Jatim
SD Almadany Gresik Wakili Jatim di Bimtek Kemendikdasmen
Tokoh Muhammadiyah Jatim, Muhammad Mirdasy Tutup Usia
Siswa MI Islamiyah Mojopetung Antusias Belajar Eco Printing Teknik Pounding dari Kain Bekas
Implementasi Budaya Berkemajuan, Pengajian Ahad Pagi di GDM Gresik Bahas Peradaban Islam, KHGT, hingga Rudal Balistik
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 19:00 WIB

Halal Bihalal IGABA Gresik Jalin Silaturahim, Perkuat Karakter Guru Mulia 

Rabu, 8 April 2026 - 09:59 WIB

Regu Putra-Putri Spemdalas Borong Juara Cermat Tangkas Pandu Pengenal Se-Jatim

Rabu, 8 April 2026 - 00:58 WIB

Hari Pertama TKA Spemdalas Berjalan Tertib, Siswa Jalani Ujian dengan Semangat

Selasa, 7 April 2026 - 15:57 WIB

Adu Skill Agronomi, Siswa Gresik Tampil Percaya Diri di LKS Jatim

Selasa, 7 April 2026 - 06:56 WIB

SD Almadany Gresik Wakili Jatim di Bimtek Kemendikdasmen

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Halal Bihalal IGABA Gresik Jalin Silaturahim, Perkuat Karakter Guru Mulia 

Rabu, 8 Apr 2026 - 19:00 WIB

Muhammadiyah Gresik

Adu Skill Agronomi, Siswa Gresik Tampil Percaya Diri di LKS Jatim

Selasa, 7 Apr 2026 - 15:57 WIB

Muhammadiyah Gresik

SD Almadany Gresik Wakili Jatim di Bimtek Kemendikdasmen

Selasa, 7 Apr 2026 - 06:56 WIB