Gasrug Gelar Pameran “Pomah” di Kampung Kemasan Gresik, Tanda Pulang Setelah 10 Tahun

- Editorial Team

Senin, 28 April 2025 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pameran Gerakan Seni Rupa Gresik (Gasruk)

pameran Gerakan Seni Rupa Gresik (Gasruk)

Pendar lampu jalan di Kampung Tua Kemasan, Gresik, menerangi lalu-lalang kendaraan yang lebih ramai dari biasanya. Di ujung gang kecil itu, ratusan orang dari berbagai kota, seperti Sidoarjo, Mojokerto, hingga Pasuruan, berkumpul untuk menyaksikan pembukaan pameran bertajuk “Pomah”.

Pameran ini digelar oleh Gerakan Senirupa Gresik (Gasrug) untuk menandai satu dekade perjalanan mereka. Diselenggarakan di Galeri Loteng, Sualoka.Hub, Jalan Nyai Ageng Arem-Arem Gang 3 No.20, Kelurahan Pekelingan, Gresik, pameran berlangsung mulai 26 April hingga 26 Mei 2025. Pameran ini dikurasi dan ditulis oleh pengajar sekaligus sastrawan, Dewi Musdalifah.

Sebanyak 18 perupa terlibat dalam pameran “Pomah”, antara lain Aam Artbrow, Aly Waffa, Aris Daboel, A. Feri, Didik Triyoko, Joko Iwan, Kak Komang, Mujib Darjo, Mufid, Riyanto, Rachmad Basuki, Rezzo Masduki, Yoni, Sahlul Fahmi, Subeki, Sugihartono, Loyong Budi, dan Dimas Prayogo.

“Pomah” tidak sekadar menjadi ajang temu kangen, tetapi juga menjadi momentum sakral untuk merenungkan perjalanan satu dekade Gasrug. Dewi Musdalifah menuturkan bahwa pameran ini bukan hanya menyoal tentang hadir atau tidaknya pameran seni rupa di Gresik.

“Gasrug kini tidak hanya hadir mengisi kekosongan pameran, melainkan juga menarik perhatian komunitas seni rupa dari luar kota untuk melihat Gresik sebagai wilayah seni yang terus tumbuh,” ujarnya.

Menurut Dewi, pameran ini tidak sekadar menunjukkan eksistensi, tetapi menawarkan gagasan yang mendorong impresi baru dalam dunia seni rupa.

Baca Juga :  Aturan Ketat Bagi Ultrasmania

Dari keragaman karya para perupa Gasrug, terlihat bahwa atmosfer seni rupa di Gresik masih terjaga meskipun di tengah pesatnya perkembangan industri. Pameran ini menjadi ruang untuk “pulang” dan merenungi hubungan personal dengan karya seni.

“Menghadapi karya-karya ini membuat kita memformulasi perasaan, dugaan, dan gagasan melalui pengalaman artistik masing-masing,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Aris Daboel, salah satu perupa Gasrug, menegaskan bahwa pameran “Pomah” menjadi simbol kepulangan komunitas seni ini ke tanah kelahiran mereka.

“Setelah bertahun-tahun berpameran di luar Gresik, pada usia 10 tahun ini kami merasa perlu pulang. Karena sebaik-baiknya tempat adalah rumah, yaitu Gresik,” tutupnya.

Penulis : Daniel Andayawan

Editor : Akhmad Sutikhon

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

WAGOS Archery Cup 2026 Kembali Hadir! Ajang Panahan Pelajar Nasional Siap Digelar di Gresik
Suntik Visi Global Guru: Nurul Islam Siapkan Pasukan Pendidikan Modern Jelang MPLS 2026
Festival Nasi Krawu Gresik Kenalkan Budaya Lokal
Bazar Kreatif UPT SDN 94 Gresik Jadi Puncak Kokurikuler
GOR Kromo Widjojo Sidayu Ternoda : Aksi mesum Dibelakang gedung
JIIPE Salurkan 8 Sapi dan 36 Kambing Kurban di Gresik
Kurban Runner 1K Gresik, Ratusan Kambing Diarak Keliling Bandar Grisse
Damar Kurung Tak Padam: Anak-anak Benjeng bercerita di Atas Kertas
Berita ini 102 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:32 WIB

WAGOS Archery Cup 2026 Kembali Hadir! Ajang Panahan Pelajar Nasional Siap Digelar di Gresik

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:05 WIB

Suntik Visi Global Guru: Nurul Islam Siapkan Pasukan Pendidikan Modern Jelang MPLS 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:58 WIB

Festival Nasi Krawu Gresik Kenalkan Budaya Lokal

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:39 WIB

Bazar Kreatif UPT SDN 94 Gresik Jadi Puncak Kokurikuler

Senin, 1 Juni 2026 - 18:19 WIB

GOR Kromo Widjojo Sidayu Ternoda : Aksi mesum Dibelakang gedung

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

MI Mulia Gembleng Murid Baru: Lima Hari Membentuk Karakter Dan Menjelajah Asa

Minggu, 19 Jul 2026 - 23:53 WIB