Gresik Boyong 5 Piala Adiwiyata

#

Pemerintah Kabupaten Gresik menerima Piala Adipura tingkat Nasional untuk yang ke 7 (tujuh) kalinya. Selain itu, Pemkab Gresik melalui 5 lembaga sekolah di Gresik juga memborong 5 (lima)piala Adiwiyata tingkat Nasional.

Benar-benar panen penghargaan, belum genap seminggu Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto menerima 2 (dua) penghargaan Nasional. Setelah penghargaan K3. Kali ini, bertempat di Istana Negara Jakarta, Bupati Gresik menerima piala Adipura dari Presiden Susilo Bambang Yidhoyono, Senin (6/6).

Bersamaan dengan itu, sebanyak 5 piala Adiwiyata juga diserahkan kepada 5 kepala sekolah, masing-masing untuk SMP Negeri Kebomas 2 dan SMA Negeri I Wringinanom, keduanya mendapat Piala Adiwiyata Mandiri. Sedangkan 3 sekolah lainnya yaitu SDN Petrokimia Gresik, SMA Negeri I Manyar dan SMA Negeri I Driyorejo menerima piala Adiwiyata Anugerah lingkungan.

Tentang diraihnya Adipura oleh Kabupaten Gresik yang sampai 7 kali berturut-turut. Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto melalui kabag Humas Andhy Hendro Wijaya mengatakan,”selama ini, Gresik komit dan berhasil menjaga kebersihan dan keindahan kota. Sebagai kota sedang, perkembangan kota Gresik juga diikuti dengan penataan kota dan penambahan ruang terbuka hijau. Penghutanan kota dengan mensinergikan program Pemkab Gresik dengan beberapa progra dari beberapa perusahaandi Gresik”.

Menurut Andhy, Mempertahankan dan meraih Adipura dalam 7 kali berturut-turut bagi kota industri seperti di Gresik, bukanlah suatu pekerjaan mudah. Perkembangan kaum urban yang disertai dengan pendirian perumahan warga membutuhkan tehnis khusus dan kerja keras untuk penataannya. Konsep-konsep yang ditrerapkan semuanya harus diarahkan pada kebersihan,keindahan dan berorientasi lingkungan yang sehat. Betapa sulitnya mengatur itu apalagi di Gresik berdiri sekitar 1500 perusahaan, baik kecil maupun besar.

Kriteria dalam penilaian Adipura sudah disusun sedemikian rupa, sehingga subyektifitas penilaian, ditekan sekecil mungkin. Penilaian didasarkan pada sejumlah komponen yang harus di beri bobot dan skor. Misalnya, pengoperasian TPA, kebersihan tempat-tempat umum dan ruang terbuka hijau, kebersihan pasar,terminal, sekolah, rumah sakit, perkantoran, perairan terbuka, pelabuhan, rumah sakit, puskesmas, penataan kota,pemukiman dan lain sebagainya. Masing-masing komponen dinilai berdasarkan beberapa unsur atau sub komponen. Tiap sub komponen dinilai dengan skor dari nilai terendah = 0 dan nilai tertinggi = 100.

Andhy merinci beberapa langkah kebijakan Bupati yang berorientasi Lingkungan yaitu, untuk kebijakan menghijaukan Gresik yaitu dengan mendukung Program Nasional One Billion Indonesia Trees (OBIT). Dalam program ini, Bupati Gresik memberikan hadiah sebagai insentip kepada para Kades dan Lurah yang berhasil mempertahankan pohon untuk tetap hidup dengan prosentase tertertinggi . Pengembangan 18 Kebun Bibit Rakyat (KBR) didesa-desa. Merealisasikan biaya tanam pohon untukpenanaman bibit yang diberikan Gratis oleh Pemerintah.

Tak hanya itu, Bupati juga bekerjasama dengan beberapa perusahaan di Gresik untuk membuat program pelestarian lingkungan. Pembuatan sumur-sumur resapan dan biopori di setiap perusahaan dan kantor. Program penghutanan kota dengan pohon pelindung dan pohon produktif. Bukan hanya itu Bupati Gresik juga membuat terobosan kebijakan dengan memanfaatkan dana Coorporate Social Responbility (CSR) untuk penataan kota dan perbaikan lingkungan.

Tentang Adiwiyata, setelah 2 sekolah yaitu SMP Negeri IV Gresik dan SMP Negeri I Kedamean yang berhasil menyabet Adiwiyata Mandiri pada tahun 2010 lalu, kini pada 2011 Piala Adiwiyata Mandiri berhasil diraih oleh SMP Negeri 2 Kebomas dan SMA Negeri I Wringinanom. Penghargaan ini diraih bila sekolah tersebut telah berhasil selama 3 tahun berturut-turut mempertahankan penghargaan Adiwiyata tingkat Nasional.

Selain Adiwiya Mandiri, ada 3 sekolah lagi di Gresik yang berhasil menyabet Penghargaan Adiwiyata yaitu SDN Petrokimia Gresik, SMA Negeri I Manyar dan SMA Negeri I Driyorejo. Sebagai catatan bahwa sekolah yang berwawasan lingkungan dan telah berhasil meraih anugerah lingkungan Adiwiyata tersebut pada saatnya akan meraih juga Piala Adiwiyata Mandiri, pungkas Andhy. (sdm)

About Editor02

Check Also

Ini Alasan DPUTR Tidak Bayar Air Giri Tirta Selama 6 Bulan

Gudang  Unit Reaksi Cepat (URC) Bima DPUTR Gresik, di Jalan Dr. Wahidin Kebomas tak dialiri air dari Perumda Giri Tirta, pasalnya menunggak tagihan air selama 6 bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.