Harga Pupuk Turun 20 Persen, Petani Gresik Sumringah

- Editorial Team

Kamis, 30 Oktober 2025 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk hingga 20 persen. Kebijakan ini mulai berlaku sejak 22 Oktober 2025 dan disambut antusias oleh petani di Gresik.

Penurunan harga tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tentang perubahan HET dan alokasi pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun anggaran 2025.

Harga baru pupuk subsidi kini jauh lebih ringan di kantong petani. Pupuk urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, NPK dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram, NPK kakao dari Rp3.300 menjadi Rp2.640 per kilogram, ZA khusus tebu dari Rp1.700 menjadi Rp1.360 per kilogram, dan pupuk organik dari Rp800 menjadi Rp640 per kilogram.

Bagi petani Gresik, penurunan ini menjadi angin segar. Suheri, petani asal Balongpanggang, mengaku lega karena biaya produksi pertanian akan berkurang signifikan.

“Dengan harga pupuk subsidi yang turun, biaya produksi jauh lebih murah dari sebelumnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, harga pupuk yang lebih rendah juga berpotensi menaikkan margin keuntungan petani saat menjual hasil panen.

“Tentu, dengan harga pupuk yang turun, keuntungan kami meningkat ketika menjual gabah di harga HET Rp6.500 per kilogram. Produksi juga bisa bertambah karena biaya lebih efisien,” ungkapnya.

Baca Juga :  Korban Debu PT Linde Dipulangkan dari RS

Suheri berharap kebijakan ini tidak bersifat sementara. “Semoga harga pupuk tetap disubsidi seperti ini. Pupuk itu bahan vital bagi kami, jadi kalau stabil, panen juga lebih melimpah,” tuturnya.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menegaskan penurunan harga ini merupakan wujud keberpihakan pemerintah terhadap petani dan ketahanan pangan nasional.

“Kebijakan ini bagian dari arahan Presiden Prabowo agar harga pupuk lebih terjangkau. Kami diminta meninjau kembali model bisnis supaya petani lebih kuat secara ekonomi,” katanya.

Penurunan HET pupuk ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sektor pertanian dan menjaga stabilitas pangan nasional.

Editor : Akhmad Sutikhon

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SIG Percepat Pemulihan Pasca Banjir Sumbar dengan Bata Interlock
Berkah Ramadan: Petrokimia Gresik Bantu 146 Tempat Ibadah
Gressmall Ubah Atrium Jadi Arena Badminton, Dorong Gaya Hidup Aktif
Jelang Ramadan, Pasar Murah Pemprov Jatim Diserbu Warga Gresik
Nelayan Gresik Matrakim Hilang di Laut Usai Antar Penumpang
SIG Gelar RUPSLB, Ubah Anggaran Dasar dan Delegasi RKAP 2026
Dua Petani Balongpanggang Tersambar Petir, Satu Meninggal
Bos PT BRN Tersangka Illegal Logging Mentawai
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 18:21 WIB

SIG Percepat Pemulihan Pasca Banjir Sumbar dengan Bata Interlock

Senin, 23 Februari 2026 - 18:08 WIB

Berkah Ramadan: Petrokimia Gresik Bantu 146 Tempat Ibadah

Minggu, 18 Januari 2026 - 13:38 WIB

Gressmall Ubah Atrium Jadi Arena Badminton, Dorong Gaya Hidup Aktif

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:59 WIB

Jelang Ramadan, Pasar Murah Pemprov Jatim Diserbu Warga Gresik

Selasa, 6 Januari 2026 - 15:01 WIB

Nelayan Gresik Matrakim Hilang di Laut Usai Antar Penumpang

Berita Terbaru

Kriminal

Patroli Sahur Berujung Tawuran di Gresik, 2 Pemuda Terluka

Jumat, 27 Feb 2026 - 18:36 WIB

Advertorial

DPRD Gresik Sahkan Tiga Perda Baru: Optimalisasi Aset & Layanan

Jumat, 27 Feb 2026 - 15:35 WIB

Muhammadiyah Gresik

Teladani Jejak Rasul, Kelas IX Spemdalas Dalami Sirah Nabawi

Jumat, 27 Feb 2026 - 14:09 WIB