IT Juga Dapat Menjadi Ancaman Negara

#

kabargresik.comKepala Kantor Perwakilan Kementerian Pertahanan Jawa Timur, Brigjen TNI (Mar) Suhono menyatakan, selain berpengaruh positif, kemajuan teknologi informasi juga dapat menjadi ancaman bagi masyarakat dan negara apabila tidak dikelola dengan baik.

Pernyataan ini disampaikan Suhono saat memberi sambutan pada seminar penanganan ancaman non militer yang berlangsung di Ruang rapat Puteri Mijil Komplek Pendopo Bupati Gresik, Rabu (17/10/2018).

Acara yang dihadiri sekitar 100 orang peserta terdiri dari sejumlah Kyai, Ulama, Pimpinan Ormas, serta beberapa anggota Aparatur Sipil Negara (ASN) di Gresik.

Lebih jauh Suhono menjelaskan, beberapa kemajuan TI yaitu munculnya berbagai aplikasi berbasis data yang mendorong kemajuan di berbagai bidang.

“Coba saja kita lihat saat ini berbagai aplikasi bisnis, transportasi sangat mudah kita mengunduh dan menggunakan. Ada Gojek, tokopedia, Lazada. Beberapa aplikasi lain yang banyak memberikan kemudahan kita dalam berkomunikasi cukup hanya dalam satu genggaman” tandasnya.

Dia mengungkapkan berbagai kemajuan TI ini diibaratkan sedang berlangsung perang yang tidak mengenal batas wilayah negara, namun efeknya sangat berpengaruh terhadap perekonomian, budaya, politik TI dan keselamatan umum.

“Saat ini saya mengajak agar sedini mungkin kita membentengi diri dengan memperkuat wawasan kebangsaan untuk mencegah tumbuhnya faham radikalisme, terorisme, konflik horizontal dan segala bentuk kejahatan yang merusak sendi sendi kehidupan berbangsa dan bernegara” tandasnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Indah Sofiana yang hadir mewakili Bupati Gresik berharap agar melalui seminar ini ada kesamaan pandang dan tindakan antara penyelenggaraan pertahanan negara dalam menghadapi ancaman non militer.

“ Mari kita Bersama-sama untuk bertanggungjawab dan berpartisipasi langsung dalam menghadapi ancaman non militer sesuai perundangan yang ada” tandasnya. (Sip)

About Editor02

Check Also

Ini Alasan DPUTR Tidak Bayar Air Giri Tirta Selama 6 Bulan

Gudang  Unit Reaksi Cepat (URC) Bima DPUTR Gresik, di Jalan Dr. Wahidin Kebomas tak dialiri air dari Perumda Giri Tirta, pasalnya menunggak tagihan air selama 6 bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.