Ketua CFD Gresik Dinonaktifkan karena Dugaan Pungli

- Editorial Team

Minggu, 23 November 2025 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Disparekrafbudpora menonaktifkan Ketua CFD Gresik karena dugaan pungli hingga Rp500 ribu kepada pelaku UMKM.

Disparekrafbudpora menonaktifkan Ketua CFD Gresik karena dugaan pungli hingga Rp500 ribu kepada pelaku UMKM.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disparekrafbudpora) Gresik resmi menonaktifkan Ketua Car Free Day (CFD) Gresik berinisial AH. Ia terbukti melakukan pungutan liar (pungli) kepada pelaku UMKM yang ingin berjualan di area CFD di kawasan WEP dan sekitarnya, Jalan Jaksa Agung Suprapto.

Keputusan itu diambil dalam rapat bersama para pelaku UMKM dan para korban di kantor Disparekrafbudpora pada Kamis (20/11/2025). Dalam pertemuan tersebut, Hartini ditunjuk sebagai penanggung jawab sementara CFD hingga pemilihan ketua baru pada Desember mendatang.

“Keputusan penonaktifan AH setelah ada bukti kesaksian 30 UMKM tentang adanya pemalakan,” ujar penggerak UMKM Gresik, Ismail Fahmi.

Ia menyebut AH mengakui telah meminta uang antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu kepada pelaku UMKM agar bisa langsung berjualan tanpa harus antre.

“Jadi saya tegaskan, AH bukan mengundurkan diri tetapi dinonaktifkan permanen oleh Disparekrafbudpora karena terbukti pungli UMKM berdasarkan 30 saksi. Tindakan itu juga diakui AH,” kata Fahmi.

Namun, dalam pertemuan itu AH tidak membeberkan penggunaan uang pungli tersebut.
“AH mengakui penarikan Rp500 ribu, namun belum terbuka uang itu untuk apa,” tambahnya.

Sebelumnya, sejumlah pelaku UMKM mengeluhkan praktik pungli untuk percepatan antrean stand, meski sistem resmi sudah diatur dalam AD/ART paguyuban CFD. Sesuai aturan, setiap UMKM hanya wajib membayar biaya pendaftaran Rp50 ribu untuk mendapatkan nomor antrean.

Baca Juga :  Kapolres Gresik dan Bupati Gresik Pererat Sinergitas Lewat Sepak Bola

Fahmi menemukan adanya transfer dana ke rekening pribadi oknum, bukan ke rekening resmi paguyuban.
“Rekening paguyuban CFD itu ada. Tapi kok yang dipakai rekening pribadi? Itu yang jadi pertanyaan,” ujarnya.

Ia mengaku telah melaporkan temuan tersebut kepada penanggung jawab CFD dan Kepala Disparekrafbudpora Saifudin Ghozali.
“Ini menyangkut UMKM. Harusnya dibina sesuai semangat Nawa Karsa Pemkab Gresik, tapi ternyata masih ada dugaan pungli di lingkup CFD,” pungkasnya.

Editor : Akhmad Sutikhon

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pajak Gresik Tembus Rp590 Miliar, Bupati Dorong Taat Pajak
PetroNite Fest 2026 Putar Uang Rp14,4 Miliar
SIG Pasok Beton Ramah Lingkungan untuk Sekolah Rakyat
JIIPE Dorong Industri Berkelanjutan di Gresik
Foto kepala Gajah Melayang Curi Perhatian di Petronite Fest 2026
Tumpeng Nasi Krawu Gresik Habiskan 210 Kg Daging
Rektor UMG Dorong Kurikulum Baru untuk Tenaga Kerja Lokal Gresik
Investasi KEK Gresik Tembus Rp113,4 Triliun, Pemerintah Dukung Perluasan Kawasan
Berita ini 130 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 21:42 WIB

PetroNite Fest 2026 Putar Uang Rp14,4 Miliar

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:02 WIB

SIG Pasok Beton Ramah Lingkungan untuk Sekolah Rakyat

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:11 WIB

JIIPE Dorong Industri Berkelanjutan di Gresik

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:09 WIB

Foto kepala Gajah Melayang Curi Perhatian di Petronite Fest 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:45 WIB

Tumpeng Nasi Krawu Gresik Habiskan 210 Kg Daging

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Melalui Baris-berbaris, Siswa SD Almadany Dilatih Disiplin

Rabu, 15 Jul 2026 - 20:40 WIB