Kabar Gresik – Setelah empat hari hilang kontak, Kapal Layar Motor (KLM) Ayta CK2 akhirnya ditemukan tim patroli pengeboran lepas pantai di Rembang, Jawa Tengah, Kamis (28/8/2025) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Kondisi kapal masih utuh dan seluruh awak kapal dinyatakan selamat.
Tim pencarian dari Basarnas Surabaya menggunakan KN SAR 225 Widura langsung menuju lokasi penemuan. Kapten Kapal KN SAR 225 Widura, Yudhi Setiawan, membenarkan temuan tersebut. “Iya benar, ada info terbaru terkait KLM Ayta CK2 di pengeboran lepas di Rembang, Jawa Tengah,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Yudhi menjelaskan, kapal ditemukan di perairan Rembang karena mengalami kerusakan mesin hingga terbawa arus. “Akibat mesin mati hingga terbawa arus merupakan penyebab utama dari KLM Ayta CK2 ini ditemukan di pengeboran lepas pantai Rembang,” jelasnya.
Saat ini kapal masih dalam posisi mooring offshore atau terikat di lepas pantai Rembang sambil menunggu proses penarikan menuju daratan. “Sekarang masih mooring offshore, rencananya menunggu ditarik menuju Rembang,” tambah Yudhi.
Sementara itu, salah satu anak buah kapal (ABK) mengungkapkan detik-detik saat mesin kapal mati. “Mesin kapal mati sehingga kapal kami hanya ikut terbawa arus. Mengikuti arah angin saja, kalau angin dari mana, kami ikut terbawa ombak. Alhamdulillah kami selamat semua,” tuturnya.
Diketahui, KLM Ayta CK2 sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat perjalanan menuju Pelabuhan Sedayu Lawas, Kecamatan Brondong, Lamongan. Kapal yang dimiliki Jamal, warga Desa Sawah Mulya, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean itu mengangkut muatan kayu sengon, ikan pindang, dan box berisi ikan segar.
Kapal dinahkodai Edi Siswanto bersama empat ABK masing-masing Supaji (65), Maki (61), Bakir (47), dan Hakim (48). Mereka semua dinyatakan selamat setelah sempat terombang-ambing di laut selama beberapa hari.
Editor : Tiko