Konpensasi Dampak Pembangunan Kalimireng 2juta Per Nelayan

#

Kabargresik_ Ratusan warga nelayan dari empat pedukuhan di Desa kramat, Kecamatan Bungah Gresik, mendapatkan kompensasi akibat dampak Proyek Pembangunan Pelabuhan Intersnasional Kalimireng, Manyar Gresik pada Selasa (29/4/2014) pagi.

Para Nelayan dari empat pedukuhan di Desa Kramat antara lain Dukuh Kramat, Dukuh Ujungsawo, Dukuh Watugajah, dan Dukuh Karangliman itu mulai berkumpul di Kantor Kecamatan Bungah sejak pukul 09.00 WIB, untuk melakukan proses pencairan kompensasi dari Pengelola Pelabuhan Internasional Kalimireng Kecamatan Manyar Gresik.

Menurut Prayitno, Direktur Pembangunan Pelabuhan Internasional dan Kawasan Industri di Kecamatan Manyar mengatakan, kompensasi yang diberikan kepada warga yang terdampak baik secara langsung maupun tidak langsung akibat pembangunan yang sedang dilakukannya tersebar di dua kecamatan,

“Kegiatan ini dalam rangka memberikan kompensasi kepada 1.600 warga nelayan, di dua kecamatan Bungah dan Manyar, dengan besaran 2 juta hingga 3 juta rupiah.” Urai Prayitno.

Prayitno menambahkan, jika besaran kompensasi yang diberikan itu sesuai dengan hasil kesepakatan dengan warga. Sedangkan dasar pemberian kompensasi tersebut telah diatur regulasinya dalam UU. No.27 Tahun 2007, Tentang Pengelolaan Pesisir juga Perpres No. 122 Tahun 2012.

Sementara itu, salah seorang nelayan penerima kompensasi, Supa’at (40), mengatakan dirinya senang mendapatkan bantuan tersebut. Bahkan dana tersebut akan digunakannya untuk keperluan matapencahariannya sebagai nelayan.

“Ini nanti untuk peremajaan alat tangkap, bisa buat beli motornya perahu, juga beberapa untuk perbaikan perahu, masih tak pikirkan mana yang paling mendesak” Kata Ketua Nelayan asal Dusun Keramat ini dengan wajah sumringah.

Namun, Supaat juga berharap jika bantuan dapat membantu dalam perbaikan taraf ekonominya ini dapat berkelanjutan,

“Ya memang dampaknya langsung ke kami jadi ya kami meminta kepada pengelola Pelabuhan Kalimireng untuk memikirkan nasib kami juga” pungkasnya.

Senada dengan Supaat, nelayan asal Dukuh Karangliman, Saiful Anam (34) berharap, bantuan yang diberikan pihak pelabuhan internasional yang tersebut tidak berjangka pendek,

“Laut semakin sempit, penduduknya semakin banyak mas, kami juga berharap generasi kami bisa bekerja di Pelabuhan ini,” Kata pria yang sejak remaja menjadi nelayan ini.

Bambang Adi Pranoto selaku Humas Pelabuhan Kalimireng mengakui pihaknya memang diutus oleh Bupati Gresik Sambari Halim Radianto untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar Pelabuhan Internasional Kalimireng Manyar Gresik,

“Langkah yang kami lakukan hingga saat ini masih menginventarisir, proposal pengajuan warga untuk membangun sarana umum, misalnya Balai Nelayan, Rehab Musholla, dan program-program bantuan santunan anak yatim, saya minta warga bersabar,” Kata Bambang

Dia menambahkan progres pelabuhan sendiri kini sudah mencapai 15 persen. Dan rencananya pada bulan Desember 2014 mendatang Dermaga sudah harus terhubung ke Jl. Daendels. Sedangkan untuk penyelesaian pembangunan Pelabuhan yang menyerap sekitar 5.000 tenaga kerja baru itu ditarget selesai pada Januari 2015. (Chidir)

Editor: zumrotus

About Editor02

Check Also

Kasus Manusia Menikah Dengan kambing: Pelapor Belum Menerima Salinan SPDP

# Para pelapor dugaan penistaan agama dalam pernikahan manusia dengan  kambing di Desa Jogodalu, Kec. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.