Girimu.com — Suasana Taman Literasi MI Islamiyah Mojopetung (MIISMO) nampak berbeda, Rabu (29/4/2026). Para siswa, guru, dan ibu-ibu Ikatan Wali Murid MI Islamiyah Mojopetung (IWAMISMO) kompak memanen laos/lengkuas dan sereh hasil program ikatan wali murid itu.
Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi nyata antara MI Islamiyah Mojopetung dengan wali murid melalui wadah IWAMA. Taman Literasi yang biasanya jadi tempat membaca, kini disulap menjadi “kelas alam”, tempat siswa belajar menanam, merawat, hingga memanen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala MI Islamiyah Mojopetung, Alfah, SPd menyampaikan apresiasinya terkait hasil karya ibu-ibu wali murid yang dimanfaatkan sebagai proses pembelajaran para murid tersebut.
“Ini bagian dari P5 Kurikulum Merdeka. Anak-anak tidak hanya cerdas literasi, tapi juga cerdas ekologi. Mereka belajar langsung bahwa laos yang biasa ibu pakai masak itu prosesnya panjang. Ini pendidikan karakter: sabar, telaten, dan syukur,” ungkap Alfah, Kamis (30/4/2026).
Semenrtara Kholifah, Ketua Bidang Lingkungan, menambahkan, bahwa salah satu program IWAMISMO adalah bidang lingkungan hidup ini sangat penting dan butuh dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Kegiatan diawali pada Selasa (28/4/2026). Siswa kelas 5 dan 6 didampingi ibu-ibu guru membersihkan taman, lalu dilanjutkan memanen laos dan sereh di Taman Literasi oleh ibu ibu IWAMISMO pada Rabu (29/4/2026). Mereka antusias menghitung rumpun, menimbang hasil panen, dan mencatat di buku. Hasil panen mencapai 25 kg laos dan 2 kg sereh segar.
Ananda Qiara dan Ahla, siswa kelas 1, mengaku senang. Ternyata mencabut laos susah-susah gampang. Dia tersenyum lebar melihat ibu- ibu mencabut laos sambil goyang kanan goyang kiri, seperti orang menari, dan bahkan ada yang terjatuh.
“Hehehe, ternyata laos itu buahnya di dalam tanah dan saling ‘bergandengan’, tapi baunya gak enak banget. Masa bau begini kok buat masak,” katanya lugu.
Program IWAMISMO ini rutin dilaksanakan, tidak saja di bidang lingkungan hidup tapi bidang-bidang lain juga. Tujuannya, menguatkan sinergi madrasah-orang tua, sekaligus mendukung program Sekolah Adiwiyata dan Ketahanan Pangan Keluarga. Harapannya, hasil kebun Taman Literasi akan dikembangkan menjadi produk minuman khas MI Islamiyah Mojopetung sebagai ikon minuman sehat ala santri. (*)
Post Views: 950












