Lahan Petani Garam Makin Sempit

- Editorial Team

Rabu, 20 April 2011 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungguh ironi, kala kita mendengar bahwa Indonesia mengimport garam. Kenyataan ini sangat tidak logis mengingat luas laut Indonesia 85 % dibanding luas daratan. Kenyataan inilah yang akan dioptimalkan oleh Pemerintah dengan program Pemberdayaan usaha garam rakyat.

Dikabupaten Gresik program ini baru disosialisasikan oleh Wakil Bupati Gresik, Mohammad Qosim, di Kecamatan Panceng 2 hari yang lalu. Sedangkan program ini sendiri dulu dicanangkan oleh Menteri kelautan pada 26 Desember 2009. Program yang salah satunya bertujuan untuk pemberdayaan usaha garam rakyat untuk mengoptimalkan produksi garam rakyat.

Program ini sebagai upaya peningkatan kesejahteraan petani garam dengan menitik beratkan pada peningkatan kemampuan dan pendapatan petani garam. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Gresik kepada sejumlah Petani garam desa Campurejo dan Delegan Kecamatan Panceng. Qosim juga menyatakan keprihatinan karena semakin meyempitnya luas lahan garam. “sebagai daerah maritim luas lahan garam kita saat ini hanya 46,6 ha dengan total produksi sebesar 2325 ton /tahun” ujar Qosim.

Dengan kecilnya produksi garam rakyat, Qosim mengharap kepada petani garam untuk meningkatkan kemampuan, agar produksi garam Gresik lebih higienis. “hal ini penting supaya garam hasil produksi petani ini tidak hanya dipergunakan untuk memenuhi konsumsi produksi semata melainkan untuk dimanfaatkan konsumsi rumah tangga” harap Qosim.

Sementara Kepala Bidang Kelautan Iwan Lukito menyayangkan dengan semakin menyempitnya lahan garam di Gresik. “Perkembangan lahan garam semakin tahun semakin sempit, selain karena benturan dengan program lain”. Menurutnya, sesuai peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) luas lahan garam di Gresik pada tahun 1994 seluas 1006 ha, lalu pada tahun 2009 menjadi 488 ha, sedangkan yang produktif hanya 328 ha. Sedangkan pada tahun 2010 menyempit lagi menjadi 46,6 ha(di Panceng) ditambah lahan garam di Kecamatan Manyar 107 ha dan di Kecamatan Kebomas 12 ha.

Baca Juga :  PNS Antara Godaan Dan Integritas

Menurut Iwan peluang pasar garam rakyat sangat besar, mengingat saat ini ada sekitar 14.000 unit usaha yang terikat akan bahan baku dasar garam. Sedangkan di Indonesia hanya sekitar 6 unit usaha yang terikat dengan bahan dasar garam, ujarnya tanpa merinci jenis usahanya. Iwan juga mensinyalir bahwa ada pihak-pihak yang memanfaatkan ketidak tahuan petani garam dengan mengambil gratis ‘air tuwo’(air bahan garam). Padahal di Bima Nusa Tenggara Barat ‘air Tuwo’ punya nilai ekonomis bagi petani. Disana dijual per liter untuk keperluan industri. Urai Iwan.

Pemerintah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan akan mengupayakan dengan membentuk kelompok petani garam. Sasarannya adalah petani yang luas lahannya maksimal 1 ha. Kelompok ini akan beranggotakan masing-masing 7 orang petani. Tujuannya agar memudahkan pembinaan serta pemasaran produksi garam rakyat. (sdm)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RUU Migas 2026 Beri Solusi Piutang dan Kedaulatan Energi
iPhone Store GKB Buka Gerai Baru, Gandeng Komunitas Lari
FSPPB Dorong Reintegrasi Pertamina dalam Pembahasan RUU Migas
RUU Migas dan Simulasi FSPPB: Mengapa Harga BBM Bisa Rp15.000?
Petrokimia Gresik Kembangkan GEMBALA di Delapan Kelurahan
Gempa NTT: Bantuan Kemanusiaan Rp1 Miliar Tembus Jalur Darat
Petrokimia Gresik Gaet Gen Z Lewat Program School Lab Farming
Revitalisasi Satuan Pendidikan Disasar Tuntas Hingga Daerah 3T
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 16:57 WIB

RUU Migas 2026 Beri Solusi Piutang dan Kedaulatan Energi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:48 WIB

iPhone Store GKB Buka Gerai Baru, Gandeng Komunitas Lari

Rabu, 30 September 2026 - 00:58 WIB

RUU Migas dan Simulasi FSPPB: Mengapa Harga BBM Bisa Rp15.000?

Selasa, 29 September 2026 - 22:37 WIB

Petrokimia Gresik Kembangkan GEMBALA di Delapan Kelurahan

Jumat, 18 September 2026 - 02:52 WIB

Gempa NTT: Bantuan Kemanusiaan Rp1 Miliar Tembus Jalur Darat

Berita Terbaru

Muhsin Budiono - Pengamat Energi. 
Kepala Bidang Media & Komunikasi FSPPB (Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu)

BISNIS

RUU Migas 2026 Beri Solusi Piutang dan Kedaulatan Energi

Minggu, 4 Okt 2026 - 16:57 WIB

Muhammadiyah Gresik

Spemdalas Perkuat Pendampingan Siswa Lewat Konferensi

Minggu, 4 Okt 2026 - 15:00 WIB

sekolah

Purnabakti ASN SD Benjeng Dilepas Budaya Gatotkaca

Minggu, 4 Okt 2026 - 14:42 WIB

BISNIS

iPhone Store GKB Buka Gerai Baru, Gandeng Komunitas Lari

Minggu, 4 Okt 2026 - 11:48 WIB