Program Lontar Petrokimia Gresik Dongkrak UMKM Afidah

- Editorial Team

Jumat, 12 Juni 2026 - 00:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Usaha jamu temulawak rumahan milik Siti Nur Afidah (47) kini berkembang pesat. Pelaku UMKM ring satu Petrokimia Gresik itu mampu memproduksi hingga 100 botol per hari setelah bergabung dalam program Kelompok Jajanan Masyarakat Sekitar atau Lontar.

Perempuan yang akrab disapa Afidah itu merintis usaha jamu temulawak sejak 2019. Namun, pada masa awal usaha, ia hanya memasarkan produknya dari rumah ke rumah, melalui status WhatsApp, serta grup lapak.

“Dulu jualannya cuma dari rumah ke rumah, lewat WA atau grup lapak. Lakunya lama sekali,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perubahan besar mulai ia rasakan setelah mengikuti program Lontar yang digagas PT Petrokimia Gresik. Melalui program itu, Afidah mendapat pendampingan usaha, tambahan modal, bantuan alat produksi, pelatihan kemasan, hingga fasilitasi perizinan dan sertifikasi produk.

“Kalau tidak ada pendampingan, kami tidak bisa jalan. Untuk bahan, alat, sertifikasi, tes, itu semua sulit dan biayanya tidak sedikit,” ungkapnya.

Warga Kelurahan Ngipik, Kecamatan Gresik, itu kini mampu memproduksi 100 botol temulawak setiap hari. Ia mengemas produknya dalam botol kecil dan menyimpan stok di freezer.

Pada hari biasa, pembeli menghabiskan stok tersebut dalam dua hingga tiga hari. Namun, saat bazar, terutama pada bulan Ramadan, penjualannya meningkat tajam.

Baca Juga :  Berbahaya Jika OJK Satu-Satunya Pengusut Tindak Pidana Kejahatan Keuangan

“Waktu puasa kemarin, sekali bikin 100 botol langsung habis dalam satu hari. Malamnya bikin lagi untuk besok. Begitu terus sampai dua hari,” katanya sambil tersenyum.

Selain jamu temulawak, Afidah juga memproduksi kacang goreng, kacang telur kemasan toples, kolak kacang hijau, dan jajanan pasar basah. Produk-produk itu ikut laris saat ia mengikuti kegiatan program Lontar.

Sebelum bergabung dalam program tersebut, pasar produknya hanya menjangkau lingkungan sekitar rumah. Kini, Afidah mulai menerima pesanan dari area yang lebih luas, termasuk dari kegiatan internal perusahaan.

“Alhamdulillah sekarang pesanan datang bukan hanya dari tetangga, tapi juga dari kegiatan perusahaan,” imbuhnya.

Peningkatan penjualan itu ikut memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya. Afidah memakai hasil usahanya untuk membantu biaya pendidikan dua anaknya. Saat ini, satu anaknya telah bekerja dan satu anak lainnya masih menempuh pendidikan tinggi.

Menurut Afidah, program Lontar tidak hanya membantu pelaku UMKM dari sisi modal. Program tersebut juga membekali pelaku usaha dengan kemampuan mengemas produk agar tampil lebih menarik dan kompetitif.

“Dulu kemasan kami biasa saja. Sekarang diajari bikin kemasan yang bagus supaya terlihat menarik dan profesional,” katanya.

Kisah Afidah menunjukkan dampak konkret kolaborasi perusahaan dan masyarakat. Usaha rumahan yang dulu berjalan lambat kini tumbuh menjadi UMKM produktif dengan pasar yang terus berkembang.

Baca Juga :  Benarkah E-Parkir Gresik Merugikan Jukir

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Gresik Darmawan menyampaikan apresiasi atas dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik bagi pelaku UMKM.

Darmawan menilai, program tersebut memberi manfaat melalui pelatihan, bantuan permodalan, dan pendampingan pemasaran.

“Melalui pelatihan yang terstruktur, para pelaku UMKM dibekali peningkatan kapasitas manajemen usaha, literasi keuangan, hingga strategi pemasaran berbasis digital. Selain itu, akses permodalan yang lebih mudah membantu pelaku usaha mengembangkan skala produksi dan memperluas jangkauan pasar,” tuturnya.

Pemkab Gresik berharap dukungan seperti ini tidak berhenti pada satu sektor atau kelompok tertentu. Pemerintah ingin pelaku usaha mikro dari berbagai bidang turut merasakan manfaat program tersebut.

“Dengan pemerataan dukungan, dampak positif program diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” urai Darmawan.

Ia menambahkan, digitalisasi membuka peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar. Karena itu, kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi UMKM.

“Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan pelaku UMKM diharapkan terus diperkuat guna menciptakan ekosistem usaha yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Petrokimia Gresik Gaet Gen Z Lewat Program School Lab Farming
Gresik Utara: Jerat Tambang dan Tambak Modern Rusak Lingkungan
Panggung Dalang Cilik Petrokimia Gresik: Merawat Warisan, Menumbuhkan Masa Depan
PetroNite Fest 2026 Putar Uang Rp14,4 Miliar
SIG Pasok Beton Ramah Lingkungan untuk Sekolah Rakyat
JIIPE Dorong Industri Berkelanjutan di Gresik
Foto kepala Gajah Melayang Curi Perhatian di Petronite Fest 2026
Tumpeng Nasi Krawu Gresik Habiskan 210 Kg Daging
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:39 WIB

Petrokimia Gresik Gaet Gen Z Lewat Program School Lab Farming

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Gresik Utara: Jerat Tambang dan Tambak Modern Rusak Lingkungan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Panggung Dalang Cilik Petrokimia Gresik: Merawat Warisan, Menumbuhkan Masa Depan

Senin, 13 Juli 2026 - 21:42 WIB

PetroNite Fest 2026 Putar Uang Rp14,4 Miliar

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:02 WIB

SIG Pasok Beton Ramah Lingkungan untuk Sekolah Rakyat

Berita Terbaru

TEKNOLOGI

Robotik Bawah Air UMG Masuk Final KKI 2026, Wabup Lepas Tim

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:59 WIB

PEMERINTAHAN

Revitalisasi Satuan Pendidikan Disasar Tuntas Hingga Daerah 3T

Sabtu, 5 Sep 2026 - 18:59 WIB

PENDIDIKAN

Konten Kreator Positif, Langkah SMK Alkarimi Edukasi Siswa

Sabtu, 5 Sep 2026 - 16:55 WIB

PENDIDIKAN

Bimtek Guru MI Dukun: Kuasai Aplikasi Pembelajaran Digital

Rabu, 2 Sep 2026 - 20:18 WIB