Panggung Pamungkas Spemdalas: Dari Roket Mini hingga Tari Dayak di Gedung Nasional

- Editorial Team

Senin, 11 Mei 2026 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

girimu.com – Panggung Gedung Nasional Indonesia di Gresik riuh rendah pada Jumat, 8 Mei 2026. Ratusan siswa SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, atau Spemdalas, tumpah ruah merayakan kreativitas mereka dalam FINAL CLASS FESTIVAL 2026, sebuah ajang pamungkas bagi angkatan kelas IX sebelum kelulusan.

Dengan tema “Stage Your Talent, Share Your Passion,” festival ini menjadi etalase ragam karya dan talenta. Sejak siang, para peserta sudah memadati area pameran proyek akhir. Miniatur rumah, mobil remot, alat pengukur kualitas air, hingga roket dan dongkrak hidrolik buatan siswa dipajang, menunjukkan hasil belajar mereka. Di aula utama, videotron menayangkan dokumentasi ujian praktik, menambah semarak suasana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara dibuka secara tak biasa. Kepala sekolah, Yugo Triawanto, menyambut hadirin dengan petikan gitar akustik sambil bernyanyi, sebelum secara simbolis memukul gong tanda festival dimulai. Ketua pelaksana, Eka Ayu Pradiska, menyebut acara ini sebagai wadah apresiasi keterampilan, penguatan karakter, sekaligus momen untuk mempererat kebersamaan.

“Yang paling berkesan adalah kekompakan dan semangat tim dalam melatih pengisi acara, serta dukungan logistik yang cepat dan tanggap,” ujar Eka. Ia berharap ke depan acara bisa digelar di tempat lebih luas agar seluruh siswa, termasuk kelas VII, dapat ikut serta.

Baca Juga :  Peringati Hari Batik Nasional, TK ABA 41 Menganti Ikuti Lomba Membatik IGTKI

Panggung utama pun tak henti menyajikan pertunjukan. Tiga siswa, Qarsafah, Cherryl Azzalea, dan MasRaja Firmansyah, membawakan pidato Bahasa Jawa dengan konsep interaktif dan jenaka. Wali kelas mereka, M. Noor Qomari, mengaku bangga. “Saya melihat mereka sudah percaya diri dan menguasai materi selama latihan. Alhamdulillah, saya ikut bahagia melihat perform mereka,” tuturnya.

Pelatih mereka, Umi Fadhilah, turut mengapresiasi. “Anak-anak tampil percaya diri, kompak, dan mampu menyampaikan pesan dengan baik,” katanya, sambil memberi catatan agar tempo bicara dan pengucapan beberapa kosakata kelak bisa lebih diperjelas.

Suasana kembali meriah saat lantunan Medley Arabic Song menggema. Elifa Maisya Nabila dari kelas IX G mengaku tantangan terbesarnya adalah menciptakan penampilan yang berkesan. “Kami menambahkan koreografi agar penampilan lebih menyenangkan,” ujarnya. Rekannya, Salwa Salsabila, menimpali. Ia sempat ragu dengan kemampuan vokalnya, namun dukungan teman membuatnya berani. “Ketakutan itu wajar, tetapi keberanianlah yang menghilangkan rasa takut tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Forum Guru Muhammadiyah Jatim Gelar Try Out TKA Berbasis CBT, Siswa SD Almadany Serius Mengikuti

Salah satu penampil puncak adalah tari kreasi Wonderland Indonesia dari kelas IX H. Tujuh penari, Alicia Putri, Hasya Kirana, Meilanie Putri, Aulia Rifqi, Faza Fatimah, Zielfarah Zayyan, dan Kirana Ralia, tampil memukau setelah berlatih sejak 20 April 2026. “Anak-anak tampil percaya diri dan penuh semangat. Gerakan yang kompak dan ekspresi yang ceria menjadi kebanggaan tersendiri,” kata Desy Suryani, wali kelas mereka.

Bagi para penari, pengalaman ini sangat berharga. Hasya Kirana menjelaskan, tantangan terbesar dalam tari Dayak adalah menjaga keseimbangan gerakan tangan dan kaki. “Saya mengatasinya dengan terus berlatih dan fokus. Pengalaman ini mengajarkan bahwa kerja sama tim sangat penting,” katanya. Acara ditutup dengan salat Ashar berjamaah, meninggalkan kenangan manis dan bekal percaya diri bagi para siswa yang akan segera lulus.


Post Views: 1,538

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Lagi Gagap Inggris, Spemdalas Ajak Calon Siswa Jajal Kelas Percobaan
Tiga Perilaku yang Tidak Boleh Dilakukan Warga Muhammadiyah, Apa Saja?
HW Smamio Juarai ‘Joko Tingkir Literacy Camp Competition’ di UMLA
Jejak Pelajar Spemdalas di Jakarta: Meramu Inspirasi dari Drone hingga Ikrar Kolaborasi
Dari Udara Sejuk Batu, Ikhtiar Guru SD Muhammadiyah Kebomas Meracik Sekolah Unggul
Milih Sekolahan vs Milih Gorengan
Bekali Lulusan, Spemupat Gelar Praktik Rawat Jenazah
Dari Tiga Kambing ke Sepiring Kebersamaan, Simulasi Idul Adha Berlian Primary School Penuh Cerita dan Makna
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 20:31 WIB

Panggung Pamungkas Spemdalas: Dari Roket Mini hingga Tari Dayak di Gedung Nasional

Senin, 11 Mei 2026 - 11:30 WIB

Tak Lagi Gagap Inggris, Spemdalas Ajak Calon Siswa Jajal Kelas Percobaan

Senin, 11 Mei 2026 - 02:29 WIB

Tiga Perilaku yang Tidak Boleh Dilakukan Warga Muhammadiyah, Apa Saja?

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:28 WIB

HW Smamio Juarai ‘Joko Tingkir Literacy Camp Competition’ di UMLA

Minggu, 10 Mei 2026 - 08:27 WIB

Jejak Pelajar Spemdalas di Jakarta: Meramu Inspirasi dari Drone hingga Ikrar Kolaborasi

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Tak Lagi Gagap Inggris, Spemdalas Ajak Calon Siswa Jajal Kelas Percobaan

Senin, 11 Mei 2026 - 11:30 WIB

Muhammadiyah Gresik

Tiga Perilaku yang Tidak Boleh Dilakukan Warga Muhammadiyah, Apa Saja?

Senin, 11 Mei 2026 - 02:29 WIB

Muhammadiyah Gresik

HW Smamio Juarai ‘Joko Tingkir Literacy Camp Competition’ di UMLA

Minggu, 10 Mei 2026 - 17:28 WIB