Ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Gresik adu kecerdikan di atas papan catur. Mereka bertemu dalam Student Chess Championship Piala Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik yang digelar di Gressmall Gresik, Sabtu (13/12/2025).
Sebanyak 220 peserta ambil bagian dalam kejuaraan ini. Mereka datang dari jenjang sekolah dasar, menengah pertama, hingga menengah atas. Sejak pagi, langkah-langkah pion dan kuda silih berganti, menandai pertarungan strategi yang menuntut ketenangan sekaligus ketajaman berpikir.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Hariyanto, menilai ajang ini penting sebagai pintu awal pembibitan atlet catur daerah. Menurut dia, kompetisi menjadi ruang belajar sekaligus pemantik minat pelajar terhadap olahraga catur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dengan proses pembibitan ini, diharapkan tercipta suasana yang memotivasi pelajar untuk semakin mencintai catur. Dari sini kami berharap lahir bibit-bibit pecatur unggul di Kabupaten Gresik,” ujar Hariyanto.
Ia menyebut, cabang olahraga catur Gresik sejauh ini telah menorehkan prestasi di tingkat provinsi hingga nasional. Namun, prestasi itu perlu ditopang pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan.
“Melalui event ini, para atlet catur bisa saling menunjukkan kemampuan, bersaing secara sehat, hingga siap berkiprah di event nasional dan internasional,” katanya.
Hariyanto menambahkan, pihaknya terus mendorong keterlibatan berbagai pihak agar pelajar memiliki bekal kemampuan yang memadai untuk menghadapi kompetisi yang lebih besar. “Kami ingin anak-anak punya kesiapan sejak dini,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Percasi Kabupaten Gresik, Suharto, mengatakan peserta kejuaraan berasal dari perwakilan 17 kecamatan di Gresik. Menurut dia, antusiasme pelajar menunjukkan bahwa catur mulai mendapat tempat di kalangan generasi muda.
Upaya memajukan olahraga catur, kata Suharto, juga diperkuat dengan keberadaan sekolah-sekolah catur di daerah. “Saat ini sudah ada 10 sekolah catur yang beroperasi di Kabupaten Gresik,” pungkasnya.
Editor : Akhmad Sutikhon











