Polda Jatim Gunakan Teknologi TAA Ungkap Kecelakaan Maut di Duduksampeyan, 7 Orang Tewas

- Editorial Team

Kamis, 10 April 2025 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur menerjunkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mengungkap penyebab kecelakaan maut yang menewaskan tujuh orang di Jalan Raya Desa Duduksampeyan, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Kamis pagi (10/4/2025).

TAA merupakan metode canggih berbasis teknologi yang digunakan untuk merekonstruksi dan menganalisis kecelakaan secara ilmiah. Proses olah TKP dilakukan dengan bantuan kamera, sensor, pemindai laser 3D, perangkat lunak simulasi kecelakaan, hingga animasi digital.

“Tim TAA kami sedang melakukan olah TKP dengan menggunakan alat bantu untuk bisa menggambarkan bagaimana kondisi dan penyebab kecelakaan maut ini,” ujar Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Komarudin, saat meninjau langsung lokasi kejadian.

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 05.45 WIB itu melibatkan mobil Isuzu Panther bernomor polisi DK 1157 FCL dan bus Hino PO Rajawali Indah dengan nomor polisi S 7707 UA. Tujuh orang meninggal dunia, seluruhnya merupakan penumpang mobil Panther. Sementara sopir dan kondektur bus mengalami luka berat.

Hasil penyelidikan awal berdasarkan TAA dan rekaman CCTV warga menunjukkan bahwa mobil Panther melaju dari arah berlawanan dengan bus, kemudian oleng ke kanan dan menabrak bus secara frontal.

“Kedua kendaraan berjalan dari arah berlawanan. Dari CCTV dan keterangan saksi, terlihat mobil Panther oleng dari sisi kiri ke tengah jalan dan menabrak bus. Titik benturan ada di sisi kanan jalan yang merupakan jalur bus,” jelas Komarudin.

Baca Juga :  Ini Dia Slamet Maling Spesialis Di Mushollah Diganjar 6 Bulan Penjara

Ia menegaskan bahwa dari rekaman CCTV, bus tidak keluar jalur. “Kondisi bus berjalan lurus sesuai arah jalan, tidak melambung ke kanan,” tambahnya.

Kombes Komarudin menyebut penggunaan TAA sangat membantu proses investigasi agar hasil analisis lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. “Ini bagian dari komitmen kami untuk mengungkap fakta dengan metode ilmiah,” tegasnya.

Hingga kini, Satlantas Polres Gresik bersama Ditlantas Polda Jatim masih mendalami penyebab utama kecelakaan. Jenazah para korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat dan identifikasi korban terus dilakukan.

Penulis : Daniel Andayawan

Editor : Tiko

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Petani Balongpanggang Tersambar Petir, Satu Meninggal
Gresik Tanggung BPJS 8.674 Pekerja Rentan
Sedan Terbakar di Driyorejo, Damkar Gerak Cepat
60 Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang di Driyorejo
Tragedi Galian C Bungah: Pelajar 10 Tahun Tewas Tenggelam
Damkar Gresik Evakuasi Motor Masuk Parit (Komik)
Ancaman TBC Gresik: 2.740 Kasus Baru, Mayoritas Usia 30+
Banjir Menganti Meluas, Ratusan Rumah Terendam
Berita ini 112 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 21:26 WIB

Dua Petani Balongpanggang Tersambar Petir, Satu Meninggal

Senin, 8 Desember 2025 - 16:05 WIB

Gresik Tanggung BPJS 8.674 Pekerja Rentan

Sabtu, 6 Desember 2025 - 18:09 WIB

Sedan Terbakar di Driyorejo, Damkar Gerak Cepat

Jumat, 5 Desember 2025 - 23:27 WIB

60 Rumah Rusak Diterjang Angin Kencang di Driyorejo

Jumat, 28 November 2025 - 15:35 WIB

Tragedi Galian C Bungah: Pelajar 10 Tahun Tewas Tenggelam

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Korban Banjir Langkat Butuh Hunian Mendesak

Sabtu, 13 Des 2025 - 07:30 WIB

Muhammadiyah Gresik

Pengalaman Baru dan Seru, IPM Spemutu Berangkat LDKS Naik Truk TNI

Jumat, 12 Des 2025 - 22:29 WIB

Muhammadiyah Gresik

SD Muhammadiyah 1 Wringinanom Raih Penghargaan Adiwiyata Mandiri

Jumat, 12 Des 2025 - 13:28 WIB

Muhammadiyah Gresik

SD Muhammadiyah 1 Kebomas Gelar ‘In House Training’ Pengisian E-Rapor

Jumat, 12 Des 2025 - 04:26 WIB