Ratusan Santri Bawean Mudik Gratis Jelang Ramadan, Manfaatkan Subsidi Tiket Kapal Cepat

- Editorial Team

Jumat, 21 Februari 2025 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan santri asal Pulau Bawean, Gresik, memadati Pelabuhan Gresik untuk mudik ke kampung halaman menjelang bulan Ramadan 1446H, Kamis (20/2/2025). Mereka memanfaatkan program subsidi tiket kapal cepat yang diinisiasi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik.

Sebanyak 209 santri dari berbagai pondok pesantren di Gresik dan Jawa Timur ikut serta dalam program ini. Mudarrisah (18), santriwati asal Desa Kebuntelukdalam, Kecamatan Sangkapura, yang menimba ilmu di Pondok Pesantren Syalafiyah Sukorejo Putri, mengungkapkan rasa syukurnya atas adanya program ini.

“Wah, surprise ada tiket potongan khusus bagi santri yang hendak mudik. Semoga nanti ada tiket gratis,” ujarnya dengan antusias.

Hal senada juga disampaikan oleh Abdur Rahman Wahid, perwakilan pengurus santri putra dari Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan. Menurutnya, pemberian tiket subsidi ini sangat membantu para santri untuk pulang kampung saat liburan menjelang Ramadan.

“Biasanya saat momentum menjelang bulan Ramadan, tiket sudah habis. Tapi, ini alhamdulillah kami diberikan fasilitas yang sangat memudahkan kepada santri Bawean. Harapannya, program ini berkelanjutan agar para santri semangat dan punya motivasi tinggi menimba ilmu di pondok pesantren,” ucapnya.

Sementara itu, Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli (KBPP) KSOP Gresik, Capt Moch. Firmawan, menjelaskan bahwa keberangkatan kapal cepat Express Bahari 3F dengan kapasitas 401 penumpang berjalan lancar dan aman.

Baca Juga :  Gus Yani Tantang Operator BTS Untuk Dirikan Tower Di Bawean

“Hampir penuh, dari perjalanan di hari biasa. Mayoritas didominasi para santri yang sudah mulai liburan dan silaturahmi jelang bulan Ramadan,” urainya.

Ia menambahkan bahwa cuaca di perairan Laut Jawa saat ini cukup baik untuk pelayaran dengan ketinggian gelombang masih dalam batas normal.

Petugas Dishub Gresik, Zulfiqar, menambahkan bahwa 209 santri yang berangkat berasal dari berbagai pondok pesantren, seperti Ponpes Salafiyah Syafiiyah, Sukorejo Situbondo, Dalwa Putra, dan Sidogiri Pasuruan.

“Sebelum tiba di Pelabuhan Gresik, para santri dijemput 5 hingga 6 bus. Jarak yang paling jauh dari Situbondo. Kami juga menyesuaikan penjemputan sesuai dengan keberangkatan kapal,” pungkasnya.

Penulis : Daniel Andayawan

Editor : Tiko

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gresik Bertabuh Genderang Perang Narkoba: Muslimat NU Bergerak Bersama BNN
Gresik di Persimpangan: Ketika Identitas Santri Digerus Industrialisasi
Tumpeng Nasi Krawu KWGe Masuk Rekor Dunia MURI
Foto kepala Gajah Melayang Curi Perhatian di Petronite Fest 2026
Festival Nasi Krawu Gresik Kenalkan Budaya Lokal
Tumpeng Nasi Krawu Gresik Habiskan 210 Kg Daging
Haul Masyayikh Ponpes Zainal Abidin Bungah Jadi Momentum Teladani Ulama
Dispendukcapil Gresik Akan Buka 7 Layanan Adminduk di Festival Nasi Krawu
Berita ini 117 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:07 WIB

Gresik Bertabuh Genderang Perang Narkoba: Muslimat NU Bergerak Bersama BNN

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:58 WIB

Gresik di Persimpangan: Ketika Identitas Santri Digerus Industrialisasi

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:39 WIB

Tumpeng Nasi Krawu KWGe Masuk Rekor Dunia MURI

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:09 WIB

Foto kepala Gajah Melayang Curi Perhatian di Petronite Fest 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:58 WIB

Festival Nasi Krawu Gresik Kenalkan Budaya Lokal

Berita Terbaru