Subsidi Energi Belum Tepat Sasaran, Pemerintah Lanjutkan Revisi Perpres

- Editorial Team

Selasa, 3 Januari 2023 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri BUMN Erick Thohir memastikan pemerintah tengah melanjutkan pembahasan revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 terkait mekanisme penyaluran subsidi energi. Saat ini, kata Erick Kementerian ESDM sedang mengkaji beleid tersebut.

“Jadi kita revisi itu. Saat ini, Kementerian ESDM yang godok. Kita mau ke depan semua barang subsidi, khususnya subsidi energi ini tepat sasaran,” kata Erick di Jakarta, Selasa (3/1/2023).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Erick menampik jika pemerintah membatasi penyaluran BBM subsidi maupun LPG subsidi. Sebab, kata Erick, hingga saat ini terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat terutama yang tidak mampu.

Baca Juga :  Bentuk Nyata Dakwah Kepada Masyarakat, Klinik PKU Muhammadiyah Subang Gelar Khitanan Massal

Sayangnya, kata dia, memang banyak masyarakat yang mestinya tak mengkonsumsi barang subsidi ini tetapi masih mengkonsumsinya. Padahal, kata dia, pemerintah sudah banyak mengeluarkan anggaran untuk barang subsidi dan menjadi beban APBN.

“Masalahnya, ini yang tidak berhak tetap konsumsi. Maka kita mau dengan landasan hukum itu kita salurkan ke tepat sasaran,” ujar Erick.

Terkait mekanisme penyaluran dan kriteria penerima sampai saat ini masih menjadi pembahasan . “Mekanismenya memang akan sangat detail. Kami review semua perlahan supaya ini kita tidak lagi kecolongan,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan BPH Migas, realisasi penyerapan Pertalite maupun Solar hingga akhir 2022 mencapai 98 persen dari kuota yang ditetapkan pemerintah. BPH Migas bahkan memprediksi pada tahun ini konsumsi BBM subsidi bisa naik 6 sampai 10 persen.

Baca Juga :  Juni 2017 Tol Manyar - Krian Dimulai

Merujuk data BPH Migas, penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar November 2022 mencapai 17,47 juta kl atau setara 97,98 persen dari kuota yang sebesar 17,83 juta kl. Sementara itu, realisasi Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) mencapai 29,23 juta kl atau setara 97,73 persen dari kuota sebesar 29,91 juta kl.

sumber berita ini dari bisnisgresik.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RUU Migas: Pertamina Didorong Jadi NOC Tunggal
Media Lokal Hadapi Krisis Bisnis, LMS 2026 Tawarkan Jalan Keluar
Damar Kurung Food Festival Kembali Dibuka, Hadirkan Kuliner hingga Lomba Anak
RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional
Kelangkaan BBM Di Bali, FSPPB Minta Tata Kelola Migas Dirombak
RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju
Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan
Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur
Berita ini 18 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:08 WIB

RUU Migas: Pertamina Didorong Jadi NOC Tunggal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Media Lokal Hadapi Krisis Bisnis, LMS 2026 Tawarkan Jalan Keluar

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Damar Kurung Food Festival Kembali Dibuka, Hadirkan Kuliner hingga Lomba Anak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:26 WIB

RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:57 WIB

Kelangkaan BBM Di Bali, FSPPB Minta Tata Kelola Migas Dirombak

Berita Terbaru

BISNIS

RUU Migas: Pertamina Didorong Jadi NOC Tunggal

Minggu, 25 Okt 2026 - 23:08 WIB

komunitas

Firdaus Diberhentikan PWI, SMSI Soroti Tata Kelola HPN

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:01 WIB