Wow Kali Apur Dan Kali Lamong Meluap, Gresik Selatan Banjir lagi

- Editorial Team

Sabtu, 12 Maret 2016 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

image

Kabargresik_ Driyorejo kembali digenangi banjir,  banjir terparah terjadi di perumahan Sumput Asri Driyorejo. Dari pantauan kabargresik.com hingga pukul 15.00 Win, banjir masih menggenangi ratusan rumah di Driyorejo.

Menurut warga Sumput Asri, Sutrisno yang sudah 16 tahun menghuni rumah di Perumahan tersebut mengaku baru kali ini banjir terjadi paling besar hingga masuk rumah dan ketinggian sampai 60 Cm.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ya baru kali ini mas besar, biasanya ya gak sampai masuk rumah,” terang Sutrisno.

Perumahan Sumput Asri mengalami banjir sudah 5 tahun terakhir ini.  Banjir yang terjadi di kawasan Driyorejo terjadi akibat tersumbatnya Kali Apur, disamping adanya penyempitan kali, beberapa ruas kali apur juga melewati kawasan Pabrik sehingga sulit melakukan pengawasan.

Pernyataan warga juga diamini oleh Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, dikonfirmasi wartawan, Sabtu (12/3) mengatakan kalau kali apur mengalami pendangkalan dan penyempitan.

Baca Juga :  Gemapatas Didorong BPN Gresik, Cegah Sengketa Tanah

“Tadi malam (Jumat, 11/3/2016) hujannya memang sangat lebat. Kami sudah turunkan tim kesana. Banjir yang terjadi ini akibat tersumbatnya Kali Apur karena banyaknya pabrik-pabrik besar,” kata Sambari .

Sambari mengaku masih belum bisa berbuat apa-apa untuk menormalisasi Kali Apur karena itu merupakan kewenangan Pemprov Jatim.

“Kalau memang masih belum ditangani provinsi, ya akan kami tangani semampunya. Tapi baru kali ini memang banjir di Driyorejo paling besar,” katanya.

Sementara itu hujan lebat yang mengguyur wilayah Gresik tadi malam membuat beberapa desa di bantaran kali lamong kembali di rendam banjir.

Sampai Sabtu (12/3) pukul 3 sore tadi, pantauan air sudah memasuki desa Kedung Rukem Kecamatan benjeng, menurut warga air datang mulai pukul 9 tadi pagi saat warga beraktifitas di sawah.

Baca Juga :  3 Desa Masih Terisolir

Ketinggian air di desa Sedapur Klagen dan Delik Sumber sudah mencapai 80 cm dan sudah masuk ke rumah warga,”banjir kali ini lebih besar dari yang kemarin, ketinggian air terus meningkat”. Kata Imam Syafi’i warga Sedapur Klagen.

Warga memperkirakan debit air akan terus meningkat dan banjir akan meluas sampai ke wilayah Kecamatan lain, seperti Cerme dan Menganti.

Saat ini belum ada tim dari BPBD Gresik di lapangan, hanya terlihat petugas Tagana yang memantau debit air, “kita akan terus pantau ketinggian air, baru empat desa di Benjeng saat ini yang terendam”. Kata Yadji petugas Tagana di desa Delik sumber saat memantau ketinggian air. (Ghofar/tik/K1)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa NTT: Bantuan Kemanusiaan Rp1 Miliar Tembus Jalur Darat
Tabletop Game Evening Lucky Crumbling game Analog-Digital Blend in Canada
Dua ABK Kapal Mati Lemas di Tangki CPO Pelabuhan Gresik
Gresik di Persimpangan: Ketika Identitas Santri Digerus Industrialisasi
WAGOS Archery Cup 2026 Kembali Hadir! Ajang Panahan Pelajar Nasional Siap Digelar di Gresik
Festival Nasi Krawu Gresik Kenalkan Budaya Lokal
Bazar Kreatif UPT SDN 94 Gresik Jadi Puncak Kokurikuler
GOR Kromo Widjojo Sidayu Ternoda : Aksi mesum Dibelakang gedung
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 02:52 WIB

Gempa NTT: Bantuan Kemanusiaan Rp1 Miliar Tembus Jalur Darat

Rabu, 9 September 2026 - 04:41 WIB

Tabletop Game Evening Lucky Crumbling game Analog-Digital Blend in Canada

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:42 WIB

Dua ABK Kapal Mati Lemas di Tangki CPO Pelabuhan Gresik

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:58 WIB

Gresik di Persimpangan: Ketika Identitas Santri Digerus Industrialisasi

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:32 WIB

WAGOS Archery Cup 2026 Kembali Hadir! Ajang Panahan Pelajar Nasional Siap Digelar di Gresik

Berita Terbaru

BISNIS

RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju

Sabtu, 10 Okt 2026 - 15:01 WIB