Tenang, Penambahan Mapel USBN SD Belum Final

- Editorial Team

Senin, 8 Januari 2018 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kabargresik.com – Rencana penambahan mata pelajaran pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Sekolah Dasar (SD) yang rencananya akan diperlakukan tahun ini masih belum menjadi keputusan final. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) masih terus menggodoknya.

Kepala Pusat Penilaian dan Pendidikan (Kapuspendik) Kemendikbud Abduh, menegaskan, keputusan penambahan Mapel masih belum final. “Sedang berproses (dibahas), kami akan rapat lagi untuk memfinalkan itu,” ungkap Kepala Pusat Penilaian dan Pendidikan (Kapuspendik) Kemendikbud Abduh, seperti dilansir republika, Senin (8/1).

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Payung hukum yang menaungi kebijakan tersebut juga masih dalam pembahasan. Nantinya ada revisi Permendikbud Nomor 3 tahun 2017 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah dan Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan.

Baca Juga :  Bangun Gedung, UMG Tambah Fakultas Favorit

 

“Karena memang revisi Permendikbud nya belum selesai. Kalau sudah selesai, baru akan diputuskan untuk kemudian kami sosialisasikan,” jelas Abduh.

 

Abduh mengakui, perlu ada persiapan yang matang jika gagasan penambahan mapel pada USBN SD jadi diterapkan tahun ini. Karena itu, aspek-aspek kesiapan tersebut akan menjadi pertimbangan dalam keputusan final nanti.

 

“Rencananya pembahasan keputusan final akan dihadiri oleh pihak-pihak terkait ya, baik BSNP dan lainnya. Diharapkan, akan ada keputusan terbaik,” tegas Abduh.

Baca Juga: Penjualan Stan Pasar Giri Bermasalah

Baca Juga :  7 Alat AI yang Wajib Dikuasai Guru di Era Digital

Sementara itu, Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi menyatakan, gagasan untuk menambah mata pelajaran (mapel) dalam Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Sekolah Dasar (SD) belum bisa diterapkan pada tahun ajaran 2017/2018. Artinya, pelaksanaan ujian sekolah SD tetap mengacu pada kebijakan lama, yakni mengujikan tiga pelajaran saja.

 

Dia mengatakan, dari pembahasan internal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan untuk meninjau ulang gagasan penerapan delapan mapel yang diujikan dalam USBN SD/MI tersebut. Peninjauan dilakukan, mengingat instrumen pendidikan SD di sejumlah daerah di Indonesia belum optimal. (rep/wik)

 

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala Sekolah di Dukun Ikuti Lokakarya Kesehatan
Workshop KBC dan PM Kamad MI Dukun Digelar
Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat Gresik
UMG Teken MoU Internasional dengan FPT University Vietnam
Sekolah Rakyat Gresik Dimulai, Cetak Generasi Tangguh
UMG Gandeng Google Dukung Pendidikan Digital PTM
UPT ABK Gresik Minta Sekolah Hentikan Diskriminasi
12 Siswa SDN 192 Gresik Disengat Tawon
Berita ini 3 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 7 Agustus 2025 - 00:48 WIB

Kepala Sekolah di Dukun Ikuti Lokakarya Kesehatan

Selasa, 5 Agustus 2025 - 22:45 WIB

Workshop KBC dan PM Kamad MI Dukun Digelar

Selasa, 5 Agustus 2025 - 22:13 WIB

Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat Gresik

Selasa, 5 Agustus 2025 - 11:16 WIB

UMG Teken MoU Internasional dengan FPT University Vietnam

Senin, 4 Agustus 2025 - 15:21 WIB

Sekolah Rakyat Gresik Dimulai, Cetak Generasi Tangguh

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

150 Pesilat Tapak Suci Gresik Ikuti UKT Pimda 25

Minggu, 31 Agu 2025 - 05:34 WIB

Muhammadiyah Gresik

SMK Muhammadiyah 5 Gresik Perkuat Sinergi Agribisnis

Sabtu, 30 Agu 2025 - 20:32 WIB

Muhammadiyah Gresik

SMK Muhammadiyah 5 Gresik Gelar Workshop Digital

Sabtu, 30 Agu 2025 - 11:31 WIB

Muhammadiyah Gresik

Kemahiran HW Spemutu Gresik Bentuk Karakter Siswa

Sabtu, 30 Agu 2025 - 02:30 WIB

Peristiwa

KLM Ayta CK2 Ditemukan, Seluruh ABK Selamat

Jumat, 29 Agu 2025 - 00:33 WIB