Pedagang busana muslim di Bali rasakan peningkatan penjualan

- Editorial Team

Selasa, 11 April 2023 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pedagang busana muslim di Bali mulai merasakan peningkatan penjualan menjelang Idul Fitri 1444 Hijriah hingga 40 persen dari hari biasa.

“Untuk saat ini baru meningkat sekitar 40 persen dari hari biasa. Peningkatan ini (biasa) dua minggu jelang lebaran, harusnya mulai sekarang tapi tahun ini agak kurang nampak memang dibanding tahun lalu,” kata Zaenab, pemilik toko busana muslim Babusalam di Denpasar, Bali, Senin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pedagang yang tokonya terletak di Jalan Kalimantan, Denpasar Barat, itu mengaku atribut muslim yang banyak diburu pembeli belakangan adalah sarung, busana pria dan busana wanita, sementara pada awal memasuki bulan Ramadhan yang banyak dicari adalah sajadah dan mukenah.

Dalam sehari, toko yang berdiri sejak enam tahun silam itu mampu menjual setidaknya 60 buah sarung dan paling sedikit 20 buah pakaian laki-laki atau perempuan, sehingga Zaenab memprediksi keuntungan yang sama seperti tahun sebelumnya dapat tercapai.

Baca Juga :  Banjir Jadi Ladang Amal 2 SMK Di Cerme

Di mana, pada tahun sebelumnya dalam satu bulan toko tersebut mampu meraup omzet mencapai Rp200 juta, khusus pada rangkaian bulan Ramadhan.

Untuk harga, ia menjual dari Rp50 ribu hingga Rp500 ribu, dengan produk-produk yang ditawarkan seperti busana muslim, mukenah, sajadah, sarung, songkok, hingga buah kurma.

”Kalau busana laki-laki mulai di bawah Rp100 ribu-Rp300 ribu, paling banyak untuk sekarang trennya baju koko atau gamis. Kalau perempuan mulai Rp150 ribu – Rp500 ribu, tahun ini kebanyakan model sederhana dengan kain kaftan,” tutur Zaenab.

Umumnya pembeli di deretan toko busana muslim tersebut adalah masyarakat lokal dari usia muda hingga tua, namun Zaenab mengakui bahwa terjadi penurunan antusias pembeli lantaran mulai beralih ke pembelian daring.

Baca Juga :  Mahasiswa UMG Ajari Ibu-ibu Budidaya Ikan di Ember

“Kita tidak (berjualan secara daring) tapi pengaruh sekali dengan adanya online. Kita jadi menurun banyak, cuma banyak juga yang lebih baik belanja langsung, lebih puas dia memilih langsung, melihat bahan dan coba langsung,” tuturnya.

Salah satu pembeli di toko tersebut bernama Meinda Nur (29) juga mengakui bahwa berbelanja busana muslim secara langsung adalah rutinitasnya menjelang Idul Fitri.

“Memang biasa beli baju langsung untuk dipakai silaturahmi saat Idul Fitri, karena bisa memilih yang kualitas dan harganya sesuai,” kata dia kepada media.

Selain mengunjungi toko-toko busana muslim untuk membeli baju secara pribadi, Meinda mengatakan umumnya ia bersama keluarga juga akan membeli atribut lainnya sebagai bingkisan hari raya bagi keluarga di kampung halaman.

sumber berita ini dari bisnisgresik.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PetroNite Fest 2026 Putar Uang Rp14,4 Miliar
SIG Pasok Beton Ramah Lingkungan untuk Sekolah Rakyat
JIIPE Dorong Industri Berkelanjutan di Gresik
Foto kepala Gajah Melayang Curi Perhatian di Petronite Fest 2026
Tumpeng Nasi Krawu Gresik Habiskan 210 Kg Daging
Rektor UMG Dorong Kurikulum Baru untuk Tenaga Kerja Lokal Gresik
Investasi KEK Gresik Tembus Rp113,4 Triliun, Pemerintah Dukung Perluasan Kawasan
Program Lontar Petrokimia Gresik Dongkrak UMKM Afidah
Berita ini 6 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 21:42 WIB

PetroNite Fest 2026 Putar Uang Rp14,4 Miliar

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:02 WIB

SIG Pasok Beton Ramah Lingkungan untuk Sekolah Rakyat

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:11 WIB

JIIPE Dorong Industri Berkelanjutan di Gresik

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:09 WIB

Foto kepala Gajah Melayang Curi Perhatian di Petronite Fest 2026

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:45 WIB

Tumpeng Nasi Krawu Gresik Habiskan 210 Kg Daging

Berita Terbaru