Tiga Pejabat Desa Roomo Ditahan Terkait Kasus Korupsi Dana CSR PT Smelting

- Editorial Team

Kamis, 26 September 2024 - 23:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kabargresik.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik resmi menahan tiga pejabat Desa Roomo atas dugaan korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Smelting. Ketiga tersangka, yakni Kepala Desa Tawqa Zainudin, Sekretaris Desa Rudi Hermansyah, dan Ketua BPD Nur Hasyim, ditahan setelah terbukti menyalahgunakan dana untuk pembelian beras tak layak konsumsi yang dibagikan kepada warga.

Ketiga tersangka langsung dijebloskan ke Rutan Banjarsari pada Kamis (26/09/2024) malam, setelah dilakukan pemeriksaan intensif oleh penyidik Kejari Gresik. Penahanan ini dilakukan untuk mempercepat proses hukum dalam kasus yang merugikan masyarakat tersebut.

kejaksaan negeri Gresik

Kajari Gresik, Nana Riana, menyatakan bahwa kasus penyalahgunaan dana CSR ini menjadi prioritas Kejari karena menyangkut kebutuhan pokok masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penyalahgunaan dana yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat, seperti beras, sangat memprihatinkan. Kami memberikan atensi khusus dan melakukan pemeriksaan dengan cepat agar masyarakat tidak semakin dirugikan,” ungkap Nana.

Penyidik Kejari Gresik telah memeriksa 107 saksi terkait penyimpangan pengelolaan dana CSR PT Smelting yang dimasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Roomo tahun 2023-2024. Dari hasil penyelidikan, Pemdes Roomo menerima dana CSR senilai Rp1 miliar dari PT Smelting setiap tahunnya. Sebagian dana tersebut, sekitar Rp325 juta, digunakan untuk membeli beras yang dibagikan dalam dua tahap kepada warga desa.

Baca Juga :  AKP Guntur Gadungan Disidangkan

Namun, beras yang dibagikan kepada warga ternyata tidak layak konsumsi. Pada tahap pertama, sebanyak 11 ton beras dibagikan kepada 1.150 rumah dengan alokasi anggaran sebesar Rp150,65 juta. Beras yang diberikan berkualitas buruk, berbau apek, dan tidak layak dikonsumsi.

“Dalam musyawarah desa, telah disepakati bahwa harga beras per kilogram adalah Rp14 ribu. Namun, kenyataannya beras dibeli dengan harga jauh di bawah itu, sehingga yang dibagikan kepada warga kualitasnya sangat buruk,” jelas Nana Riana.

Ia menambahkan, dua alat bukti kuat telah dikantongi penyidik sehingga cukup untuk menetapkan Tawqa Zainudin, Rudi Hermansyah, dan Nur Hasyim sebagai tersangka utama dalam kasus dugaan mark up pembelian beras ini.

Sementara itu, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik, Alifin N Wanda, menjelaskan bahwa selain pejabat desa, pihak perusahaan PT Smelting juga telah diperiksa. Namun, dari hasil pemeriksaan, pihak perusahaan tidak terlibat langsung dalam penyalahgunaan dana CSR tersebut.

Baca Juga :  Polres Gresik Ungkap Kasus Peredaran Uang Palsu, Tersangka Sudah Beraksi di 10 TKP

“Perusahaan PT Smelting telah menjalankan kewajiban CSR-nya dengan baik. Mereka bahkan telah kami sarankan untuk menyalurkan bantuan CSR dalam bentuk barang agar kejadian seperti ini tidak terulang,” jelas Alifin.

Terkait kerugian negara, Alifin mengungkapkan bahwa auditor menyepakati adanya total kerugian akibat beras yang dibagikan tidak layak konsumsi. Selain itu, pengadaan beras ini dilakukan di luar Gresik, sehingga turut memperburuk kondisi ekonomi lokal.

“Kami turut prihatin karena beras yang dibeli bukan dari Gresik, tetapi dari luar daerah, yang seharusnya bisa membantu perekonomian petani lokal,” pungkasnya.

Kasus ini pertama kali mencuat setelah ratusan warga Desa Roomo melakukan aksi protes di balai desa, menuntut pertanggungjawaban Pemdes atas bantuan beras yang tidak layak konsumsi. Bantuan CSR dari PT Smelting senilai Rp1 miliar setahun ini dikelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Pemdes Roomo.

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karnaval Kemerdekaan Tebuwung Angkat Budaya Nusantara dan Legenda
Ujung Dugaan Pemerasan Judi Online: Dua Polisi Nyaris Dihajar Massa di Gresik
Tebuwung Menguntai Doa Kemerdekaan: Warga Bersatu Menjelang HUT RI ke-81
Waduk Srumbung Bergolak: Ratusan Warga Berebut Ikan dengan Tangan Kosong
Jaringan Sabu Menganti Terbongkar: Kurir ‘Kuda’ Tergiur Imbalan, Edarkan Ratusan Juta dalam Dua Bulan
Dua Bandit Motor Gresik Rungkad: Modus Kunci T Dibongkar Polisi, Petani Tersenyum
Lingkar Sabu Di Dishub Gresik: Jaringan Empat Bulan Terbongkar, Dua Pegawai Digelandang
Gresik Diserbu Pangan Murah, Jatim Gempur Inflasi Lewat Pasar ke-89
Berita ini 215 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:57 WIB

Karnaval Kemerdekaan Tebuwung Angkat Budaya Nusantara dan Legenda

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:37 WIB

Ujung Dugaan Pemerasan Judi Online: Dua Polisi Nyaris Dihajar Massa di Gresik

Minggu, 16 Agustus 2026 - 23:29 WIB

Tebuwung Menguntai Doa Kemerdekaan: Warga Bersatu Menjelang HUT RI ke-81

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Waduk Srumbung Bergolak: Ratusan Warga Berebut Ikan dengan Tangan Kosong

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:38 WIB

Jaringan Sabu Menganti Terbongkar: Kurir ‘Kuda’ Tergiur Imbalan, Edarkan Ratusan Juta dalam Dua Bulan

Berita Terbaru

Suara Dewan

DPRD Gresik Dorong Warga Dukun Pahami Aturan Pemakaman

Minggu, 13 Sep 2026 - 15:27 WIB

NU Gresik

Manasik Haji 2027: KBIHU Annahdlah Siapkan 7 Sesi Bimbingan

Sabtu, 12 Sep 2026 - 23:34 WIB

TEKNOLOGI

Robotik Bawah Air UMG Masuk Final KKI 2026, Wabup Lepas Tim

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:59 WIB

PEMERINTAHAN

Revitalisasi Satuan Pendidikan Disasar Tuntas Hingga Daerah 3T

Sabtu, 5 Sep 2026 - 18:59 WIB