Pentas Seni Silat Tradisional di Bungah Gresik Pererat Silaturahmi 24 Perguruan

- Editorial Team

Minggu, 20 April 2025 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GRESIK — Suasana Lapangan Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Sabtu (19/4/2025), dipenuhi semangat kebersamaan dan budaya. Ratusan pesilat dari 24 perguruan pencak silat tradisional se-Kecamatan Bungah tampil dalam acara ‘Tasyakuran dan Halal Bihalal’ yang digelar Ikatan Pencak Silat Tradisional Burung Sikatan.

Acara yang dikemas dalam bentuk pentas seni ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarperguruan, tetapi juga momentum penting dalam upaya pelestarian budaya leluhur. Ribuan penonton turut menyaksikan pertunjukan yang menampilkan pencak silat tunggal, ganda, seni jaranan, dan macanan.

Ketua Panitia, M. Imron, menuturkan bahwa pentas seni ini menjadi wujud kecintaan terhadap warisan budaya Indonesia.
“Kita ingin mempererat tali silaturahmi dengan semua perguruan. Karena seni pencak silat merupakan budaya warisan leluhur yang sampai sekarang terus dilestarikan dari generasi ke generasi,” ujar Imron.

Selain pertunjukan dari para pesilat, sebanyak 14 seni macanan dan 4 kelompok jaranan juga turut memeriahkan panggung, menambah kekayaan ragam seni yang ditampilkan.

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Gresik dr. Ashluchul Alif yang diwakili Camat Bungah Izzul Muttaqin, Anggota DPRD Gresik Noto Utomo dan Yuyun Wahyudi, Forkopimcam Bungah, para kepala desa, serta pimpinan perguruan pencak silat tradisional.

Camat Bungah, Izzul Muttaqin, menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat terus dilakukan untuk memperkuat persatuan dan melahirkan atlet berprestasi dari Gresik.
“Kami berharap pencak silat tradisional bisa menjadi ajang merajut kekompakan dan kerukunan antar perguruan, serta mencetak atlet yang bisa membawa nama harum Kabupaten Gresik,” ujarnya.

Baca Juga :  SMK Nurul Hidayah Gresik Luncurkan Sanggar Teater Al-Kaf, Angkat Seni Berbasis Nilai Keislaman

Ia menambahkan bahwa semangat melestarikan budaya harus terus menyala di tengah gempuran budaya luar.
“Semoga perguruan pencak silat tradisional bisa mengayomi dan meningkatkan warisan budaya leluhur kita,” pungkasnya.

Pentas seni ini menjadi bukti bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga seni budaya yang mengandung nilai-nilai luhur dan menjadi identitas kearifan lokal masyarakat Indonesia.

Penulis : Daniel Andayawan

Editor : Tiko

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tumpeng Nasi Krawu KWGe Masuk Rekor Dunia MURI
Festival Nasi Krawu Gresik Kenalkan Budaya Lokal
Bazar Kreatif UPT SDN 94 Gresik Jadi Puncak Kokurikuler
GOR Kromo Widjojo Sidayu Ternoda : Aksi mesum Dibelakang gedung
JIIPE Salurkan 8 Sapi dan 36 Kambing Kurban di Gresik
Kurban Runner 1K Gresik, Ratusan Kambing Diarak Keliling Bandar Grisse
Damar Kurung Tak Padam: Anak-anak Benjeng bercerita di Atas Kertas
Kolaborasi Siswa Kelas 5-6 SD Negeri 94 Gresik di Upacara
Berita ini 348 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:39 WIB

Tumpeng Nasi Krawu KWGe Masuk Rekor Dunia MURI

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:58 WIB

Festival Nasi Krawu Gresik Kenalkan Budaya Lokal

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:39 WIB

Bazar Kreatif UPT SDN 94 Gresik Jadi Puncak Kokurikuler

Senin, 1 Juni 2026 - 18:19 WIB

GOR Kromo Widjojo Sidayu Ternoda : Aksi mesum Dibelakang gedung

Rabu, 27 Mei 2026 - 13:57 WIB

JIIPE Salurkan 8 Sapi dan 36 Kambing Kurban di Gresik

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Bertahan dan Berdiri Kokoh di Tengah Gempuran Modernisasi Pendidikan

Minggu, 12 Jul 2026 - 20:28 WIB