DLH Gresik Temukan Indikasi Pencemaran Lingkungan di Gudang Solar Manyar

- Editorial Team

Rabu, 21 Mei 2025 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabar GresikDinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik menemukan indikasi kuat adanya pencemaran lingkungan di gudang milik PT. Lancar Berkah Berlimpah yang berlokasi di Desa Pongangan, Kecamatan Manyar.

Temuan itu diperoleh setelah tim DLH melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi aktivitas pengolahan solar. Dalam hasil analisis awal, DLH menyimpulkan bahwa bau busuk yang menyebar ke permukiman warga berasal dari proses pemindahan solar antar tangki di dalam area gudang.

Proses Pemindahan Solar Jadi Sumber Bau

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Gresik, Zauji, menjelaskan bahwa bau menyengat terdeteksi saat solar dipindahkan dari truk tangki ke tandon menggunakan selang. Aktivitas itu tidak dilengkapi sistem pengendalian bau yang memadai.

Baca Juga :  PP 78 Bikin Bingung Dewan Pengupahan Kab Gresik

Bau busuk berasal dari proses transfer solar antar tangki. Hal ini menjadi sumber utama gangguan bau yang dirasakan warga,” ungkap Zauji.

DLH pun langsung memerintahkan pihak perusahaan untuk segera mengelola dampak bau yang ditimbulkan. Langkah ini penting agar gangguan serupa tidak terjadi kembali di kemudian hari.

DLH Terbitkan Surat Peringatan

Sebagai tindak lanjut dari temuan tersebut, DLH Gresik telah mengirimkan surat peringatan (SP) kepada PT. Lancar Berkah Berlimpah. Perusahaan ini tercatat memiliki 10 unit truk tangki dan 4 tandon refinery solar yang digunakan dalam aktivitas pengolahan.

Kami sudah layangkan surat peringatan. Jika perusahaan tetap tidak mengindahkan dan bau masih mengganggu permukiman, maka sanksi administratif akan diberikan,” tegas Zauji.

Warga Dua Desa Geram, Minta Aktivitas Dihentikan

Baca Juga :  Menteri ESDM: Pergantian Pertalite ke Pertamax Green 92 masih dikaji

Sebelumnya, puluhan warga dari Desa Pongangan dan Desa Suci mendatangi lokasi gudang sebagai bentuk protes atas bau busuk yang mencemari udara permukiman. Mereka menuntut agar seluruh aktivitas pengolahan dihentikan.

Warga menyebut bau yang ditimbulkan sangat menyengat, bahkan anak-anak mengalami gangguan tidur dan mual.

Kami tidak tahan. Bau menyengatnya sangat mengganggu, terutama malam hari. Anak-anak jadi susah tidur,” ujar seorang warga.

DLH Tegaskan Komitmen Pengawasan

DLH Gresik menegaskan akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas usaha yang berpotensi mencemari lingkungan. Mereka berkomitmen melindungi kualitas lingkungan hidup serta hak masyarakat atas udara yang bersih.

Kami akan pantau terus. Bila ditemukan pelanggaran lanjutan, sanksi tegas akan dijatuhkan,” tutup Zauji.

Penulis : Daniel Andayawan

Editor : Akhmad Sutikhon

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PetroNite Fest 2026 Putar Uang Rp14,4 Miliar
Jeritan di Balik Asap Putih Gresik: Pabrik Delomit Cekik Udara Sidayu
SIG Pasok Beton Ramah Lingkungan untuk Sekolah Rakyat
JIIPE Dorong Industri Berkelanjutan di Gresik
Foto kepala Gajah Melayang Curi Perhatian di Petronite Fest 2026
Tumpeng Nasi Krawu Gresik Habiskan 210 Kg Daging
Rektor UMG Dorong Kurikulum Baru untuk Tenaga Kerja Lokal Gresik
Investasi KEK Gresik Tembus Rp113,4 Triliun, Pemerintah Dukung Perluasan Kawasan
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 21:42 WIB

PetroNite Fest 2026 Putar Uang Rp14,4 Miliar

Minggu, 12 Juli 2026 - 01:41 WIB

Jeritan di Balik Asap Putih Gresik: Pabrik Delomit Cekik Udara Sidayu

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:02 WIB

SIG Pasok Beton Ramah Lingkungan untuk Sekolah Rakyat

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:11 WIB

JIIPE Dorong Industri Berkelanjutan di Gresik

Minggu, 28 Juni 2026 - 00:09 WIB

Foto kepala Gajah Melayang Curi Perhatian di Petronite Fest 2026

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Gemuruh Perkusi dan Guyuran Air Damkar Warnai Penutupan Fortasi Spemutu

Jumat, 17 Jul 2026 - 17:46 WIB