Gresik Luncurkan Desa Migran EMAS Pertama di Jatim

- Editorial Team

Jumat, 11 Juli 2025 - 16:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Gresik meluncurkan program Desa Migran EMAS

Kabupaten Gresik meluncurkan program Desa Migran EMAS

Lima Desa di Gresik Jadi Percontohan Nasional

Gresik resmi mencatat sejarah sebagai kabupaten pertama di Jawa Timur yang meluncurkan program Desa Migran EMAS (Edukatif, Maju, Aman, dan Sejahtera). Peluncuran dilakukan di Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Jumat, 11 Juli 2025, dalam kunjungan kerja Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding.

Sebanyak lima desa ditetapkan sebagai desa percontohan. Desa tersebut adalah Campurejo dan Dalegan di Kecamatan Panceng, Mentaras di Kecamatan Dukun, serta Cangaan dan Ngimboh di Kecamatan Ujungpangkah.

Tujuan Program: Migran Legal dan Terlindungi

Program ini merupakan inisiatif strategis dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Tujuannya untuk memastikan keberangkatan pekerja migran berlangsung secara prosedural dan legal. Selain itu, program ini mendorong perlindungan hak PMI secara menyeluruh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui program ini, calon PMI dibekali keterampilan dan pelatihan yang relevan. Mereka juga diberikan informasi terkait kontrak kerja, hak asuransi, dan jaminan keselamatan kerja.

Gresik, Kantong Besar Pekerja Migran

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyebut daerahnya sebagai salah satu penyumbang terbesar tenaga kerja migran di Jawa Timur.

Baca Juga :  Teror "ISIS" Dan Paket Sembako Baiturrahman

“Setidaknya ada delapan kecamatan yang menjadi kantong PMI. Tujuan utama migrasi adalah Malaysia. Namun kami menyadari, masih banyak yang berangkat secara tidak resmi,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya edukasi dan pelatihan sebelum keberangkatan. Pemerintah kabupaten telah mempersiapkan berbagai fasilitas pelatihan bahasa dan keterampilan kerja.

Meningkatkan Daya Saing Migran Gresik

Menurut Bupati Gresik, pihaknya ingin para PMI tidak hanya bekerja, tetapi juga sukses saat kembali ke kampung halaman.

“Berangkat migran, pulang juragan, itu harapan kita. Kami ingin mereka punya skill bahasa Inggris, Jepang, Korea, atau Jerman minimal aktif,” tegasnya.

Pemkab Gresik telah membuka kelas bahasa asing untuk calon migran dalam dua tahun terakhir. Langkah ini diambil agar PMI Gresik memiliki daya saing tinggi di pasar kerja luar negeri.

Menteri Soroti Penempatan Nonprosedural

Menteri Abdul Kadir Karding menyampaikan bahwa Jawa Timur merupakan provinsi dengan penempatan PMI tertinggi. Pada 2024, sekitar 111 ribu PMI diberangkatkan dari Jatim.

“Gresik menyumbang angka signifikan. Terutama dari Bawean yang dikenal punya tradisi merantau. Namun masih banyak PMI yang berangkat hanya bermodal paspor, tanpa kontrak kerja. Ini berisiko tinggi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pengajian Akbar Peringatan Maulid Nabi di Sungonlegowo Hadirkan KH Anwar Zahid

Ia mengingatkan bahwa pekerja tanpa perlindungan rentan menjadi korban kekerasan, pelanggaran HAM, bahkan perdagangan manusia.

Solusi Pemerintah: Pendidikan dan Migran Center

Untuk mencegah masalah tersebut, pemerintah berkomitmen membekali calon PMI dengan sertifikasi profesi, pelatihan bahasa, dan kontrak kerja yang jelas.

Menteri Abdul Kadir juga menyampaikan rencana sinergi dengan Pemkab Gresik untuk mendirikan Migran Center dan mendorong kelas migran di sekolah-sekolah.

“Kita ingin ada pendidikan keterampilan migran di sekolah. Bila perlu, bahasa Inggris jadi bahasa kedua wajib di SMA/SMK,” ujarnya.

Langkah ini diharapkan mampu membuka jalur kerja migran profesional bagi lulusan sekolah yang belum terserap industri dalam negeri.

Gresik Menuju Transformasi Migran Berkualitas

Dengan diluncurkannya Desa Migran EMAS, Gresik bergerak menjadi pelopor daerah yang serius membenahi tata kelola migrasi tenaga kerja. Harapannya, Gresik tak hanya menjadi penyumbang tenaga kerja, tapi juga pusat lahirnya pekerja migran berkualitas dan sukses di luar negeri.

Penulis : Daniel Andayawan

Editor : Akhmad Sutikhon

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kolaborasi Siswa Kelas 5-6 SD Negeri 94 Gresik di Upacara
Muscab PKB Gresik Tanpa Pemilihan, Ketua Ditentukan DPP
Kompak Berbusana Hitam, SDN 94 Gresik Gelar Halalbihalal
BIP Janji Serap 60% Tenaga Kerja Lokal Bungah
Kado Hari Jadi, Gresik Raih Penghargaan Kabupaten Bersih
Pertamina Lubricants Resmikan Bengkel Sampah di SMK Manbaul Ulum
Zulkifli Hasan Ungkap Strategi Swasembada Pangan di UMG
Kucing Terjebur Sumur Sedalam 25 Meter Berhasil Dievakuasi Damkar Gresik
Berita ini 124 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 14:15 WIB

Kolaborasi Siswa Kelas 5-6 SD Negeri 94 Gresik di Upacara

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:47 WIB

Muscab PKB Gresik Tanpa Pemilihan, Ketua Ditentukan DPP

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:13 WIB

Kompak Berbusana Hitam, SDN 94 Gresik Gelar Halalbihalal

Selasa, 17 Maret 2026 - 16:40 WIB

BIP Janji Serap 60% Tenaga Kerja Lokal Bungah

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:22 WIB

Kado Hari Jadi, Gresik Raih Penghargaan Kabupaten Bersih

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Workshop Aisyiyah Dukun Dorong Keluarga Sadar Hukum

Selasa, 14 Apr 2026 - 01:15 WIB

Muhammadiyah Gresik

Lazismu Gresik Optimistis Realisasikan Target Penghimpunan Kurban

Senin, 13 Apr 2026 - 16:14 WIB

Muhammadiyah Gresik

Raker Dikdasmen PNF Kedanyang : Dari Pantun ke Kebijakan,

Minggu, 12 Apr 2026 - 22:11 WIB

Muhammadiyah Gresik

Rihlah Asrama SBS Spemdalas; Segarkan Jiwa, Menguatkan Karakter

Minggu, 12 Apr 2026 - 13:10 WIB