Casting Jadi Peneliti, Siswa SD Almadany Uji Tingkat pH Tanah di Kebun Percobaan Sekolah

- Editorial Team

Senin, 15 September 2025 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

GIRIMU.COM — Siswa kelas 6 SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas, Gresik menguji tingkat keasaman (pH) tanah di kebun percobaan sekolah, Senin (15/9/025). Praktik ini dilakukan untuk membuktikan tagline sekolah yang selama ini dilekatkan dalam branding sekolah, yakni School of Experiences.

Menariknya, saat menguji tingkat keasaman tanah, mereka menggunakan media salah satu tanaman rempah, yakni kunir. Praktik ini, selain baru bagi siswa, menjadi kegiatan yang menyenangkanbagi mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti diketahui, terdapat 4 petak kebun percobaan milik sekolah di lahan kosong di sisi Selatan lapangan gedung baru. Petak pertama telah ditanami kacang oleh siswa kelas 6. Petak kedua diperuntukkan siswa kelas 5 yang mulai menyemai sayur-sayuran. Kelas 4 akan mengolah petak tanah ketiga yang telah menyiapkan bibit tomat dan cabai. Sedangkan petak keempat untuk siswa kelas 1-3.

Terkait kegiatan mengukur pH tanah dengan media kunyit ini, Siswa kelas 6 nampak bersemangat mengikuti kegiatan rutin berlabel Cilukba (Cintai Lingkungan SD Almadany bersama Alam) setiap hari sesuai jadwal tiap jenjang kelasnya. Untuk kelas 6 Cilukba dilaksanakan setiap Senin pagi sebelum pembelajaran dimulai.

Mereka terbagi menjadi 12 kelompok, yang setiap kelompoknya terdiri atas 4-5 siswa. Setiap kelompok ada yang bertugas menggali tanah, membersihkan dan menancapkan kunyit dan ada pula yang mengamati serta mencatat perubahan warna pada kunyit.

Baca Juga :  Tim Futsal LSBO PDM Gresik Siap Berlaga di LSBO Cup 2024

Dipandu langsung oleh guru kelas dan didampingi Bendahara Bagian Pendidikan Dasar Menengah & Pendidikan Nonformal PRM Kedanyang Kebomas Gresik, Mustaqim, para siswa kali pertama diberi pengarahan.

“Tips mengukur pH tanah itu mudah, bisa pakai kunyit.  Siapkan tes kit, atau kertas lakmus, bisa juga dengan kunyit, sidang kue, atau cuka,” ujar Mustaqim.

Tingkat keasaman (pH) tanah, katanya, menjadi salah satu hal yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. PH tanah yang terlalu asam atau terlalu basa bisa mengganggu pertumbuhan tanaman. Dikatakan, pH tanah harus diupayakan dalam kondisi netral yaitu di angka 7, karena nilai pH yang terlalu rendah (asam) atau tinggi (basa), bisa menyebabkan akar sulit menyerap makanan dan nutrisi yang di dalam tanah.

“Pada pH netral, tanaman akan lebih mudah menyerap unsur hara yang ada di dalam tanah,” ujar pensiunan karyawan PT Petrokimia Gresik pada Departemen Penjualan dan Pengembangan Produk ini.

Oleh sebab itu, sebelum memulai penanaman, sebaiknya diukur terlebih dahulu pH tanah di area yang akan ditanami.

Dijelaskan, pengukuran pH tanah dengan menggunakan kunyit memang tidak bisa menunjukan angka kadar keasamanan tanah secara pasti. Akan tetapi, pengukuran pH sederhana ini bisa menjadi acuan untuk menentukan tindakan perlakuan dalam budi daya tanaman.

Saat praktik, siswa dipandu guru kelasnya menuju lahan percobaan. Siswa mengambil secara acak tanah yang ada di dalamnya. Tanah lalu dicampur dengan air dengan rasio 1:1, diaduk dan digemburkan dalam wadah plastik yang disiapkan.

Baca Juga :  Piwulange Guruku Sekolah Dhasar - Girimu

Siswa lalu melakukan pekerjaan bersama kelompoknya dengan urutan sebagai berikut:
– Menyiapkan kunyit berukuran sebesar jari telunjuk.
– Kemudian, dipotong menjadi dua bagian.
– Salah satu potongan kunyit dimasukkan dalam tanah basah yang akan diukur pH-nya. Setengahnya lagi menjadi pembanding atau indikator. – Tunggu kurang lebih 15 menit, kemudian ambil kunyit yang sebelumnya diletakan di dalam tanah basah.
– Amati warna kunyit tersebut dan bandingkan dengan potongan kunyit lainnya.
– Apabila kunyit yang dimasukan ke dalam tanah warnanya pudar, berarti tanah tersebut asam. Jika kunyit berubah warna menjadi biru, maka artinya tanah tersebut basa. Sedangkan apabila warna kunyit masih sama atau tetap cerah, berarti tanahnya netral.

Dari hasil percobaan itu, diperoleh data, rata-rata warna kunyit tidak ada perubahan signifikan. Kemudian dilakukan percobaan ke kertas lakmus, diperoleh warna kertas menunjukkan kebiru-biruan. Dari hasil percobaan diperoleh hasil, bahwa tanah di dalam kebun percobaan SD Almadany masih dalam kategori netral cenderung basah, meskipun tingkat basahnya tidak terlalu tinggi. (*)

Kontributor: Mahfudz Efendi


Post Views: 1

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prodi PGSD FKIP UMG Raih Predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan, Pacu Semangat Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Matamuda MI Islamiyah Mojopetung Hadirkan Madrasah Ramah, Murid Bahagia lewat Kegiatan Edukatif dan Menyenangkan
Tiga Keberkahan Warnai Pengajian Bulanan Muhammadiyah-Aisyiyah Ranting Srembi Kebomas
MI Mulia Gembleng Murid Baru: Lima Hari Membentuk Karakter Dan Menjelajah Asa
Meriah dan Penuh Semangat, SD Al Islam Cerme Gelar Demo Ekstrakurikuler di Bawah Terik Matahari
MPLS KB dan TK Aisyiyah Wringinanom Ditutup dengan Keceriaan Fun Game Bersama Orang Tua
Puncak MPLS Ramah, KB Aisyiyah 24 dan TK Aisyiyah 08 Melirang Gaungkan Peduli Lingkungan lewat Pawai Kostum Daur Ulang
Smamsatu Gresik Gelar Kuliah Tamu Prodistik ITS, Dorong Siswa Siapkan Karya dan Karier
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 02:56 WIB

Prodi PGSD FKIP UMG Raih Predikat Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan, Pacu Semangat Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Senin, 20 Juli 2026 - 17:55 WIB

Matamuda MI Islamiyah Mojopetung Hadirkan Madrasah Ramah, Murid Bahagia lewat Kegiatan Edukatif dan Menyenangkan

Senin, 20 Juli 2026 - 08:54 WIB

Tiga Keberkahan Warnai Pengajian Bulanan Muhammadiyah-Aisyiyah Ranting Srembi Kebomas

Minggu, 19 Juli 2026 - 23:53 WIB

MI Mulia Gembleng Murid Baru: Lima Hari Membentuk Karakter Dan Menjelajah Asa

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:49 WIB

MPLS KB dan TK Aisyiyah Wringinanom Ditutup dengan Keceriaan Fun Game Bersama Orang Tua

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

MI Mulia Gembleng Murid Baru: Lima Hari Membentuk Karakter Dan Menjelajah Asa

Minggu, 19 Jul 2026 - 23:53 WIB