Rawat Keharmonisan Keluarga, Ratusan Kader Keluarga Bahagia MUI Gresik Dikukuhkan

- Editorial Team

Selasa, 23 Desember 2025 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

GIRIMU.COM — Upaya menciptakan keluarga bahagia berbasis nilai keagamaan dan norma sosial terus diperkuat di Kabupaten Gresik, melalui pengukuhan Kader Keluarga Bahagia MUI. Pengukuhan Kade ini melibatkan perwakilan tokoh perempuan dari seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Gresik.

Pengukuhan Kader Keluarga Bahagia MUI Kecamatan se-Kabupaten Gresik ini secara resmi dilaksanakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik, Senin (22/12/2025) di aula MUI Gresik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam prosesi tersebut, Surat Keputusan (SK) dibacakan langsung oleh Sekretaris Umum MUI Gresik, Makmun, MAg, sebelum kemudian para kader dikukuhkan oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH Ainur Rofiq Thoyyib.

Pembentukan Kader Keluarga Bahagia ini, merupakan inisiasi dari Komisi Perlindungan Perempuan, Anak dan Keluarga, dan masing-masing adalah representasi dari lima tokoh perempuan di tiap kecamatan se-Kabupaten Gresik.

Pada kesempatan itu, Kiai Rofiq menyampaikan, bahwa perempuan punya peran besar dalam perkembangan bangsa.

“Nabi pernah mengatakan, wanita adalah tiang negara. Apabila wanita itu baik maka akan baiklah negara dan apabila wanita itu rusak, maka akan rusak pula negara,” tegas Kiai Rofiq.

Lebih lanjut, Kiai Rofiq juga berharap, bahwa Kader Keluarga Bahagia bisa membantu MUI Kecamatan dalam melakukan edukasi dan sosialisasi nilai-nilai keluarga bahagia nir-kekerasan, serta melakukan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga berbasis nilai agama dan norma sosial.

“Pembentukan Kader Keluarga Bahagia ini merupakan ikhtiar MUI, dalam menjawab tantangan zaman, terutama dalam keutuhan dan keharmonisan rumah tangga,” tandas Kiai Rofiq.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik Prof Dr Abdul Chalik, MAg, dalam orientasi Kader Keluarga Bahagia, menyampaikan pengertian keluarga bahagia. Menurutnya, keluarga bahagia adalah keluarga yang penuh kasih sayang, saling mendukung, dan menjaga keharmonisan melalui komunikasi terbuka, waktu yang berkualitas, serta rasa hormat dan pengertian satu sama lain.

Selanjutnya, Prof Chalik juga menjelaskan tujuh tahapan kerja Kader Keluarga Bahagia, yaitu belajar konsep keluarga bahagia, mempraktikkan di keluarga, membuat konsep bersama, sosialisasi di komunitas, membentuk kelompok, diskusi rutin, serta perencanaan jangka panjang.

“Setiap orang dan keluarga memiliki hak untuk mencapai kebahagiaan. Melalui program Kader Keluarga Bahagia, kita bersama-sama membangun masyarakat yang lebih harmonis, saling mendukung, dan penuh kasih sayang,” jelas Prof Chalik.

Ia juga mengingatkan, agar keluarga tidak terjerembab dalam bubble succes, yaitu kesuksesan yang hanya nampak dipermukaan, namun ketika terkena angin sudah larut dan hilang. (har)

Upaya menciptakan keluarga bahagia berbasis nilai keagamaan dan norma sosial terus diperkuat di Kabupaten Gresik, melalui pengukuhan Kader Keluarga Bahagia MUI. Pengukuhan Kade ini melibatkan perwakilan tokoh perempuan dari seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Gresik.

Baca Juga :  Tiga Klaster Media Muhammadiyah - bandungmu.com

Pengukuhan Kader Keluarga Bahagia MUI Kecamatan se-Kabupaten Gresik ini secara resmi dilaksanakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik, Senin (22/12/2025) di aula MUI Gresik.

Dalam prosesi tersebut, Surat Keputusan (SK) dibacakan langsung oleh Sekretaris Umum MUI Gresik, Makmun, MAg, sebelum kemudian para kader dikukuhkan oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH Ainur Rofiq Thoyyib.

Pembentukan Kader Keluarga Bahagia ini, merupakan inisiasi dari Komisi Perlindungan Perempuan, Anak dan Keluarga, dan masing-masing adalah representasi dari lima tokoh perempuan di tiap kecamatan se-Kabupaten Gresik.

Pada kesempatan itu, Kiai Rofiq menyampaikan, bahwa perempuan punya peran besar dalam perkembangan bangsa.

“Nabi pernah mengatakan, wanita adalah tiang negara. Apabila wanita itu baik maka akan baiklah negara dan apabila wanita itu rusak, maka akan rusak pula negara,” tegas Kiai Rofiq.

Lebih lanjut, Kiai Rofiq juga berharap, bahwa Kader Keluarga Bahagia bisa membantu MUI Kecamatan dalam melakukan edukasi dan sosialisasi nilai-nilai keluarga bahagia nir-kekerasan, serta melakukan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga berbasis nilai agama dan norma sosial.

“Pembentukan Kader Keluarga Bahagia ini merupakan ikhtiar MUI, dalam menjawab tantangan zaman, terutama dalam keutuhan dan keharmonisan rumah tangga,” tandas Kiai Rofiq.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik Prof Dr Abdul Chalik, MAg, dalam orientasi Kader Keluarga Bahagia, menyampaikan pengertian keluarga bahagia. Menurutnya, keluarga bahagia adalah keluarga yang penuh kasih sayang, saling mendukung, dan menjaga keharmonisan melalui komunikasi terbuka, waktu yang berkualitas, serta rasa hormat dan pengertian satu sama lain.

Selanjutnya, Prof Chalik juga menjelaskan tujuh tahapan kerja Kader Keluarga Bahagia, yaitu belajar konsep keluarga bahagia, mempraktikkan di keluarga, membuat konsep bersama, sosialisasi di komunitas, membentuk kelompok, diskusi rutin, serta perencanaan jangka panjang.

“Setiap orang dan keluarga memiliki hak untuk mencapai kebahagiaan. Melalui program Kader Keluarga Bahagia, kita bersama-sama membangun masyarakat yang lebih harmonis, saling mendukung, dan penuh kasih sayang,” jelas Prof Chalik.

Ia juga mengingatkan, agar keluarga tidak terjerembab dalam bubble succes, yaitu kesuksesan yang hanya nampak dipermukaan, namun ketika terkena angin sudah larut dan hilang. (har)

— Upaya menciptakan keluarga bahagia berbasis nilai keagamaan dan norma sosial terus diperkuat di Kabupaten Gresik, melalui pengukuhan Kader Keluarga Bahagia MUI. Pengukuhan Kade ini melibatkan perwakilan tokoh perempuan dari seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Gresik.

Baca Juga :  UMKM Binaan Aisyiyah Gresik Dilatih Branding dan Digital Marketing

Pengukuhan Kader Keluarga Bahagia MUI Kecamatan se-Kabupaten Gresik ini secara resmi dilaksanakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik, Senin (22/12/2025) di aula MUI Gresik.

Dalam prosesi tersebut, Surat Keputusan (SK) dibacakan langsung oleh Sekretaris Umum MUI Gresik, Makmun, MAg, sebelum kemudian para kader dikukuhkan oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH Ainur Rofiq Thoyyib.

Pembentukan Kader Keluarga Bahagia ini, merupakan inisiasi dari Komisi Perlindungan Perempuan, Anak dan Keluarga, dan masing-masing adalah representasi dari lima tokoh perempuan di tiap kecamatan se-Kabupaten Gresik.

Pada kesempatan itu, Kiai Rofiq menyampaikan, bahwa perempuan punya peran besar dalam perkembangan bangsa.

“Nabi pernah mengatakan, wanita adalah tiang negara. Apabila wanita itu baik maka akan baiklah negara dan apabila wanita itu rusak, maka akan rusak pula negara,” tegas Kiai Rofiq.

Lebih lanjut, Kiai Rofiq juga berharap, bahwa Kader Keluarga Bahagia bisa membantu MUI Kecamatan dalam melakukan edukasi dan sosialisasi nilai-nilai keluarga bahagia nir-kekerasan, serta melakukan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga berbasis nilai agama dan norma sosial.

“Pembentukan Kader Keluarga Bahagia ini merupakan ikhtiar MUI, dalam menjawab tantangan zaman, terutama dalam keutuhan dan keharmonisan rumah tangga,” tandas Kiai Rofiq.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik Prof Dr Abdul Chalik, MAg, dalam orientasi Kader Keluarga Bahagia, menyampaikan pengertian keluarga bahagia. Menurutnya, keluarga bahagia adalah keluarga yang penuh kasih sayang, saling mendukung, dan menjaga keharmonisan melalui komunikasi terbuka, waktu yang berkualitas, serta rasa hormat dan pengertian satu sama lain.

Selanjutnya, Prof Chalik juga menjelaskan tujuh tahapan kerja Kader Keluarga Bahagia, yaitu belajar konsep keluarga bahagia, mempraktikkan di keluarga, membuat konsep bersama, sosialisasi di komunitas, membentuk kelompok, diskusi rutin, serta perencanaan jangka panjang.

“Setiap orang dan keluarga memiliki hak untuk mencapai kebahagiaan. Melalui program Kader Keluarga Bahagia, kita bersama-sama membangun masyarakat yang lebih harmonis, saling mendukung, dan penuh kasih sayang,” jelas Prof Chalik.

Ia juga mengingatkan, agar keluarga tidak terjerembab dalam bubble succes, yaitu kesuksesan yang hanya nampak dipermukaan, namun ketika terkena angin sudah larut dan hilang. (red)


Post Views: 1

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istiqmah Beribadah Selama Liburan, 16 Siswa SD Muhammadiyah 1 Driyorejo Gresik Dapat Apresiasi Sekolah
Pupuk dan Perkuat Karakter Cinta Alam, MIISMO Ajarkan Peduli Lingkungan sejak Usia Dini
Milad ke-56 TK Aisyiyah Bungah: Senam, Kebaya, dan Loyalitas
Perkuat Sinergi Program, MIISMO Gelar Parenting bagi Guru, Siswa, dan Wali Murid
Semangat Pantang Surut, Ratusan Siswa Terjang Banjir Demi Kompetisi Matematika Nalaria Realistik di SD Al Islam Cerme
SD Muwri Gresik: Menanam Karakter di Hari Sejuta Pohon
Smala Expo, Gebrakan Baru Alumni untuk Menembus Perguruan Tinggi
Perkuat Branding Sekolah, Guru Smamio Gresik Ikuti Pelatihan Marketing Pendidikan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:02 WIB

Istiqmah Beribadah Selama Liburan, 16 Siswa SD Muhammadiyah 1 Driyorejo Gresik Dapat Apresiasi Sekolah

Selasa, 13 Januari 2026 - 03:01 WIB

Pupuk dan Perkuat Karakter Cinta Alam, MIISMO Ajarkan Peduli Lingkungan sejak Usia Dini

Senin, 12 Januari 2026 - 18:00 WIB

Milad ke-56 TK Aisyiyah Bungah: Senam, Kebaya, dan Loyalitas

Senin, 12 Januari 2026 - 08:58 WIB

Perkuat Sinergi Program, MIISMO Gelar Parenting bagi Guru, Siswa, dan Wali Murid

Minggu, 11 Januari 2026 - 14:56 WIB

SD Muwri Gresik: Menanam Karakter di Hari Sejuta Pohon

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Milad ke-56 TK Aisyiyah Bungah: Senam, Kebaya, dan Loyalitas

Senin, 12 Jan 2026 - 18:00 WIB