GIRIMU.COM — Sebanyak 17 anak didik TK Aisyiyah 23 Mojopetung, Kecamatan Dukun, Gresik melaksanakan kegiatan outingclass ke area persawahan atau tegalan, Kamis (29/1/2026). Lokasi yang mereka tuju adalah Sawah Embongan. Tujuannya, mengenalkan proses bercocok tanam secara langsung sekaligus memberikan pengalaman belajar nyata bagi anak-anak.
Anak-anak berangkat menuju Sawah Embongan pada pukul 08.00 WIB dengan penuh semangat. Sesampainya di sawah, mereka terlebih dahulu berkumpul bersama bu guru untuk berdoa. Dengan tertib dan penuh khidmat, para bocah itu memanjatkan doa agar kegiatan berjalan lancar, diberi keselamatan, serta bermanfaat. Pembiasaan berdoa ini menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai religius dan sikap syukur kepada anak sejak dini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah berdoa, anak-anak mengenakan caping, perlengkapan khas yang biasa digunakan oleh para petani saat pergi ke sawah. Dengan caping di kepala, para “petani” mungil ini nampak semakin ceria dan antusias. Guru pendamping kemudian memberikan penjelasan singkat tentang kegiatan yang akan dilakukan, serta mengenalkan profesi petani kepada para siswa.
Selanjutnya, anak-anak diajak belajar menanam dan menaburkan pupuk secara langsung di sawah. Dengan pendampingan guru, anak-anak dikenalkan cara memegang bibit tanaman, menanamnya ke tanah, serta memahami pentingnya pupuk agar tanaman dapat tumbuh subur. Anak-anak terlihat aktif, berani mencoba, dan menikmati setiap proses pembelajaran yang dilakukan secara langsung di alam terbuka.
Sulaifah, guru kelompok B, mengungkapkan, bahwa kegiatan belajar langsung di sawah ini memiliki tujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang tanaman, tetapi juga belajar mencintai alam, menghargai kerja petani, serta melatih kemandirian dan keberanian anak sejak dini,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan kepedulian anak terhadap lingkungan sekitar. Antusiasme anak-anak terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Rizieq, salah satu anak didik, nampak sangat senang mengikuti kegiatan di sawah. Dengan polos dan penuh kegembiraan, ia pun mengungkapkan keinginan kepada gurunya.
“Bu guru, kapan-kapan kita ke sawah lagi ya,” ujarnya polos.
Pernyataan tersebut mengundang senyum dan menjadi bukti, bahwa kegiatan ini memberikan kesan mendalam bagi anak-anak.
Salma, siswa TK kelompok B, juga kelihatan sangat menikmati kegiatan ini. Ia mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan penuh semangat, mulai dari menanam hingga menaburkan pupuk. Pengalaman belajar langsung di Sawah Embongan membuat anak-anak lebih mudah memahami pembelajaran dan merasa senang.
Setelah kegiatan menanam selesai, anak-anak diajak makan bersama di area sawah. Makanan telah disiapkan oleh mama-mama wali murid perwakilan dari TK kelompok A dan B. Suasana kebersamaan terasa hangat dan penuh keceriaan.
Para wali murid pun terlihat sangat antusias dan mendukung penuh kegiatan ini. Kegiatan belajar langsung di Sawah Embongan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman belajar yang berkesan, menumbuhkan rasa cinta lingkungan, serta membentuk karakter positif pada anak didik TK Aisyiyah. (*)
Kontributor: Linda Fithrotin
Post Views: 5












