Panen Perdana Mina Padi bersama Ketua DPRD Gresik : Petambak Gresik Panen Cuan Dobel

- Editorial Team

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Musim kemarau panjang yang mencekik tak lantas membuat petani di Gresik menyerah. Justru, kondisi ini mendorong mereka banting setir dari tambak ke sistem mina padi, mengombinasikan budidaya padi dan perikanan dalam satu lahan. Hasilnya? Panen perdana di Desa Tanggulrejo, Manyar, Gresik, Jumat (31/7/2026), menjadi bukti nyata rezeki ganda dari beras dan ikan melimpah.

Ketua DPRD Gresik, Syahrul Munir, melihat panen perdana ini sebagai cermin keberhasilan kebijakan pemerintah dalam mendongkrak harga gabah. “Naiknya harga gabah membuat masyarakat yang sebelumnya mengelola tambak kini mulai beralih menjadi petani. Tahun ini mereka mulai menikmati hasil panen melalui sistem mina padi,” ujarnya. Ini bukan klaim kosong. Lahan mina padi mampu menghasilkan padi hingga 8–10 ton per hektare, sebuah lonjakan yang signifikan.

Baca Juga :  Pemilik Limbah B3 Masih Misteri

Karim Aly, Kepala Desa Tanggulrejo, menambahkan bahwa kini sekitar 50 hektare lahan di desanya telah beralih ke sistem mina padi. Tidak hanya padi yang subur, sistem ini juga sekaligus memperbaiki unsur hara tanah, menjamin kualitas lahan terus membaik. “Jadi bisa panen ikan sekaligus padi. Kami berharap pihak terkait merealisasikan perbaikan infrastruktur pertanian maupun alat pertanian,” terang Karim.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pendapatan ganda ini diakui langsung oleh Abdul Manaf, salah seorang petani. Ia mengaku panen tahun ini cukup menggembirakan. Selain harga gabah yang stabil di kisaran Rp8.000 per kilogram, ia juga meraup keuntungan dari budidaya perikanan. “Harga gabah bagus, sekitar Rp8 ribuan per kilogram. Kami juga sudah panen udang sekitar 250 kilogram dan ikan 500 kilogram,” katanya semringah.

Baca Juga :  DP4 Pilbup Gresik Amburadul

Namun, di balik panen raya ini, pengembangan mina padi masih terganjal masalah klasik: infrastruktur irigasi. Distribusi air untuk persawahan masih bergantung pada Kali Corong, yang melintasi Gresik dan Lamongan. Penanganan yang dilakukan selama ini, menurut Karim, masih bersifat sementara.

Oleh sebab itu, perbaikan permanen sangat mendesak agar pasokan air tawar lebih optimal. “Kami berharap ada dukungan dari Pemkab Gresik berupa normalisasi irigasi serta bantuan alat dan mesin pertanian seperti traktor. Apalagi antusiasme masyarakat untuk bertani saat ini sangat tinggi,” ucap Karim, menyuarakan asa para petani.

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anak Mengare Mimpi Jadi Dokter: Sekolah Rakyat Beroperasi, Janji Akses Pendidikan Merata
Banyak Jabatan Kosong: Kinerja Pemkab Gresik Disorot DPRD Gresik
Kantor Desa Sidoraharjo Gresik Mirip Istana Negara
DPRD Gresik Dukung Penguatan Anggaran JPD Rusak
Ketika Desa Pranti Merombak Posyandu: Layanan Maksimal, Warga Tersenyum Lega
Randuboto Pikat Seoul: Enam Aktivis Korea Selatan Terkesima Sistem Kelola Sampah Gresik
Ahmad Nurhamim : Perjalanan Politik 17 Tahun yang Menginspirasi
Ketua DPRD Gresik Jadi Petugas Haji 2026 Dan Bayar Sendiri
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:12 WIB

Anak Mengare Mimpi Jadi Dokter: Sekolah Rakyat Beroperasi, Janji Akses Pendidikan Merata

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:21 WIB

Panen Perdana Mina Padi bersama Ketua DPRD Gresik : Petambak Gresik Panen Cuan Dobel

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:29 WIB

Banyak Jabatan Kosong: Kinerja Pemkab Gresik Disorot DPRD Gresik

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:17 WIB

Kantor Desa Sidoraharjo Gresik Mirip Istana Negara

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:29 WIB

DPRD Gresik Dukung Penguatan Anggaran JPD Rusak

Berita Terbaru