Musim kemarau panjang yang mencekik tak lantas membuat petani di Gresik menyerah. Justru, kondisi ini mendorong mereka banting setir dari tambak ke sistem mina padi, mengombinasikan budidaya padi dan perikanan dalam satu lahan. Hasilnya? Panen perdana di Desa Tanggulrejo, Manyar, Gresik, Jumat (31/7/2026), menjadi bukti nyata rezeki ganda dari beras dan ikan melimpah.
Ketua DPRD Gresik, Syahrul Munir, melihat panen perdana ini sebagai cermin keberhasilan kebijakan pemerintah dalam mendongkrak harga gabah. “Naiknya harga gabah membuat masyarakat yang sebelumnya mengelola tambak kini mulai beralih menjadi petani. Tahun ini mereka mulai menikmati hasil panen melalui sistem mina padi,” ujarnya. Ini bukan klaim kosong. Lahan mina padi mampu menghasilkan padi hingga 8–10 ton per hektare, sebuah lonjakan yang signifikan.
Karim Aly, Kepala Desa Tanggulrejo, menambahkan bahwa kini sekitar 50 hektare lahan di desanya telah beralih ke sistem mina padi. Tidak hanya padi yang subur, sistem ini juga sekaligus memperbaiki unsur hara tanah, menjamin kualitas lahan terus membaik. “Jadi bisa panen ikan sekaligus padi. Kami berharap pihak terkait merealisasikan perbaikan infrastruktur pertanian maupun alat pertanian,” terang Karim.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pendapatan ganda ini diakui langsung oleh Abdul Manaf, salah seorang petani. Ia mengaku panen tahun ini cukup menggembirakan. Selain harga gabah yang stabil di kisaran Rp8.000 per kilogram, ia juga meraup keuntungan dari budidaya perikanan. “Harga gabah bagus, sekitar Rp8 ribuan per kilogram. Kami juga sudah panen udang sekitar 250 kilogram dan ikan 500 kilogram,” katanya semringah.
Namun, di balik panen raya ini, pengembangan mina padi masih terganjal masalah klasik: infrastruktur irigasi. Distribusi air untuk persawahan masih bergantung pada Kali Corong, yang melintasi Gresik dan Lamongan. Penanganan yang dilakukan selama ini, menurut Karim, masih bersifat sementara.
Oleh sebab itu, perbaikan permanen sangat mendesak agar pasokan air tawar lebih optimal. “Kami berharap ada dukungan dari Pemkab Gresik berupa normalisasi irigasi serta bantuan alat dan mesin pertanian seperti traktor. Apalagi antusiasme masyarakat untuk bertani saat ini sangat tinggi,” ucap Karim, menyuarakan asa para petani.











