Banyak Jabatan Kosong: Kinerja Pemkab Gresik Disorot DPRD Gresik

- Editorial Team

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Gresik gerah. Sudah lebih dari satu setengah tahun, roda birokrasi Kabupaten Gresik berjalan pincang lantaran tumpukan kursi pejabat yang menganga kosong. Kondisi ini membuat sejumlah pelaksana tugas (Plt) harus merangkap jabatan, menyeret kinerja Pemkab Gresik ke titik tak maksimal.

Ketua DPRD Gresik, Syahrul Munir, tak menampik kegelisahan itu. Menurutnya, sejak Fandi Akhmad Yani dan Asluchul Alif dilantik sebagai pasangan kepala daerah oleh Presiden Prabowo pada 20 Februari 2025, mutasi pejabat tak kunjung digulirkan. “Sudah 1,5 tahun lebih belum ada mutasi pejabat. Imbasnya banyak jabatan kosong diisi Plt yang rangkap jabatan, sehingga kinerja tidak maksimal,” ujar Syahrul pada Jumat (3/7/2026).

Baca Juga :  716 Atlet Gresik Siap Berlaga di Porprov IX Jatim 2025, Target Masuk Lima Besar

Fenomena rangkap jabatan bukan sekadar omongan belaka. Syahrul mencontohkan, mulai dari lurah, kepala bidang, sekretaris dinas, hingga kepala dinas, terpaksa memikul tugas ganda. Ada yang sampai setahun penuh, bahkan “6 kali rangkap jabatan”, membuat beban kerja kian berat. “Kondisi ini membuat kinerja pejabat tidak bisa maksimal karena harus fokus menjalankan tugas di 2 instansi,” paparnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

DPRD Gresik bukan diam saja. Syahrul menyebut, pihaknya telah beberapa kali meminta Komisi I untuk mengundang pejabat terkait dalam rapat dengar pendapat. Tak hanya itu, ia bahkan langsung menyampaikan masukan kepada bupati. “Sudah beberapa kali saya sampaikan agar segera digelar mutasi mengisi kekosongan jabatan,” tegasnya.

Baca Juga :  Gresik Sebagai Kabupaten Terbaik Dalam Indonesia Attractiveness Index Award 2017

Meski demikian, Syahrul memahami pertimbangan Gus Yani, sapaan akrab Bupati Gresik, yang ingin menimbang manajemen talenta ASN, merit system, dan uji kompetensi. Tujuannya agar pejabat terpilih benar-benar sesuai dengan bidang dan kemampuannya. Uji kompetensi terhadap 30 pejabat eselon II sendiri sudah dilaksanakan pada Maret 2026, yang seharusnya membuka jalan bagi mutasi segera.

Syahrul berharap, mutasi pejabat bisa terlaksana sebelum finalisasi pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026. “Sehingga pejabat yang baru dilantik bisa mengikuti tahapan pembahasan anggaran dan memahami program di OPD masing-masing,” pungkasnya, menandai urgensi perombakan birokrasi di Gresik.

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Gresik Dukung Penguatan Anggaran JPD Rusak
Ahmad Nurhamim : Perjalanan Politik 17 Tahun yang Menginspirasi
Ketua DPRD Gresik Jadi Petugas Haji 2026 Dan Bayar Sendiri
DPRD Gresik Sahkan Tiga Perda Baru: Optimalisasi Aset & Layanan
Gresik Resmikan Landfill Mining, Olah Sampah Jadi RDF
APBD 2026 Gresik Fokus Layanan Dasar Warga
Sampah Kasur di Saluran Air, DPRD Desak Sanksi Tegas
DPRD Gresik Luncurkan “Kamis Aspirasi” untuk Aduan Cepat Warga
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 23:29 WIB

Banyak Jabatan Kosong: Kinerja Pemkab Gresik Disorot DPRD Gresik

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:29 WIB

DPRD Gresik Dukung Penguatan Anggaran JPD Rusak

Jumat, 3 April 2026 - 18:16 WIB

Ahmad Nurhamim : Perjalanan Politik 17 Tahun yang Menginspirasi

Rabu, 25 Maret 2026 - 22:23 WIB

Ketua DPRD Gresik Jadi Petugas Haji 2026 Dan Bayar Sendiri

Jumat, 27 Februari 2026 - 15:35 WIB

DPRD Gresik Sahkan Tiga Perda Baru: Optimalisasi Aset & Layanan

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Ketika Spirit Literasi Jadi Nafas Baru di MI Mudip4t Wotan

Kamis, 9 Jul 2026 - 11:18 WIB

Muhammadiyah Gresik

Azhar SD Mudri Gresik Sabet 2 Juara Panahan Jatim

Kamis, 9 Jul 2026 - 02:17 WIB

Muhammadiyah Gresik

Raker Smala Dukun di Batu Bahas Passion Class Baru

Rabu, 8 Jul 2026 - 17:16 WIB