Panggung Dalang Cilik Petrokimia Gresik: Merawat Warisan, Menumbuhkan Masa Depan

- Editorial Team

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah hiruk-pikuk industri modern, PT Petrokimia Gresik membuktikan komitmennya pada akar budaya bangsa. Melalui gelaran wayang kulit menyambut hari jadinya ke-54, raksasa agroindustri ini tak hanya menyuguhkan tontonan apik, tapi juga sengaja menggelar panggung bagi talenta-talenta muda, bahkan dalang cilik, sebuah langkah nyata merawat warisan yang kerap tergerus zaman.

Daconi Khotob, Direktur Utama Petrokimia Gresik, menegaskan bahwa pelestarian budaya adalah jantung dari upaya perusahaan menumbuhkan masa depan. Tema HUT ke-54 “Growing the Future” tak melulu soal angka bisnis, melainkan juga ihwal penyiapan generasi penerus yang teguh memegang nilai dan warisan luhur. “Pagelaran wayang kulit menjadi agenda rutin tiap momen ulang tahun perusahaan. Kami ingin ikut memastikan seni wayang tetap memiliki ruang untuk tumbuh di tengah generasi muda,” kata Daconi.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pagelaran di SOR Tri Dharma ini diawali dengan lakon “Sumantri Ngenger” yang apik dibawakan oleh dalang muda Achmad Bagas Septyawan, seorang karyawan Petrokimia Gresik yang juga jebolan Sanggar Mahesa Kencana perusahaan itu. Sensasi kian bertambah dengan kehadiran tiga dalang cilik berbakat dari Gresik: Avito Bintang Pratama, siswa kelas 8 SMPN 1 Gresik; Nicolas Davino, siswa kelas 4 SD Petrokimia Gresik; dan Kyano Renand H., siswa kelas 4 MI Nahdlatul Ulama Terate Putra.

Kehadiran mereka bukan sekadar hiburan. Ini adalah bukti sahih bahwa seni wayang masih punya denyut di tengah generasi sekarang. Bagi Petrokimia Gresik, lahirnya seniman-seniman baru ini krusial untuk memastikan wayang tidak hanya menjadi museum masa lalu, tetapi terus hidup dan bersemi. Daconi menambahkan, “Ketika anak-anak muda mau belajar dan tampil membawakan wayang, di situlah kita melihat harapan bagi keberlanjutan budaya. Kami ingin memberikan ruang agar talenta-talenta muda ini terus berkembang dan semakin percaya diri dalam membawa seni tradisi ke generasi berikutnya.”

Baca Juga :  Pabrik Melamin US$600 Juta di KEK JIIPE Gresik Mulai Dibangun

Petrokimia Gresik pun tak lupa memberikan uang pembinaan bagi para dalang cilik, berharap bekal itu kian memompa semangat mereka melestarikan wayang dan menginspirasi remaja lainnya di Gresik. Daconi kembali mengingatkan, wayang bukan sekadar pementasan, namun sarat “tuntunan” dan nilai-nilai kehidupan. Lakon “Sumantri Ngenger,” misalnya, menanamkan ajaran kesetiaan, dedikasi, kerja nyata, dan keikhlasan demi kepentingan yang lebih besar.

Lakon utama, “Begawan Ciptaning,” yang dipentaskan oleh Ki Bayu Aji Pamungkas, tak kalah memukau. Diiringi canda Cak Percil dan suara merdu sinden Lintang Kairo, kisah perjalanan Arjuna membangun kemampuan diri itu menyuarakan pentingnya ketekunan, fokus, dan pengendalian diri sebagai bekal menghadapi tantangan. Nilai-nilai ini, rupanya, selaras dengan semangat Petrokimia Gresik untuk terus mengasah kompetensi karyawannya demi menghadapi perubahan industri yang tak terhindarkan.

Daconi menggarisbawahi, “Wayang bukan hanya tontonan, tetapi juga memiliki banyak tuntunan. Nilai-nilai yang disampaikan melalui cerita dan tokohnya dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua, terutama generasi muda. Semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan juga penting agar kita semakin siap menghadapi berbagai perubahan di masa depan.”

Baca Juga :  Kapal kargo Fortuner terbakar di dekat Perairan Gresik

Pagelaran yang dimulai pukul 18.30 WIB itu terbuka gratis untuk umum dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Petrokimia Gresik, menjangkau audiens yang lebih luas. Antusiasme penonton tak main-main. Pudji Seti, 65 tahun, dari Lamongan, rela jauh-jauh datang bersama rombongan. Ia mengaku setia menjadi penonton pagelaran tahunan ini. “Di era modern ini tidak banyak perusahaan yang peduli dengan budaya wayang. Tapi Petrokimia Gresik menjadi perusahaan yang konsisten tiap tahun menyelenggarakan wayang. Petrokimia Gresik memiliki kepedulian yang tinggi untuk melestarikan wayang, terbukti saat ini menampilkan tiga dalang cilik yang statusnya masih pelajar SD dan SMP,” tuturnya.

Daconi mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat. Ia menunjuk peningkatan jumlah penonton di YouTube sebagai bukti: dari 4.000 penonton pada HUT ke-50, melonjak dua kali lipat menjadi 8.000 pada HUT ke-53 dan bertahan di angka yang sama pada HUT ke-54. Angka ini jauh di atas 5.000 penonton pada HUT ke-51 dan 6.000 pada HUT ke-52.

Terakhir, Daconi menegaskan bahwa pelestarian budaya ini adalah kontribusi perusahaan kepada masyarakat. Sebuah upaya yang diharapkan beriringan dengan pengembangan talenta muda, memastikan nilai budaya dan kreativitas tak lekang dimakan zaman. “Perusahaan yang terus tumbuh tentu harus memiliki masa depan yang kuat. Masa depan itu tidak hanya dibangun melalui teknologi dan bisnis, tetapi juga melalui manusia yang memiliki karakter serta menghargai akar budayanya,” pungkas Daconi.

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PetroNite Fest 2026 Putar Uang Rp14,4 Miliar
SIG Pasok Beton Ramah Lingkungan untuk Sekolah Rakyat
JIIPE Dorong Industri Berkelanjutan di Gresik
Tumpeng Nasi Krawu KWGe Masuk Rekor Dunia MURI
Foto kepala Gajah Melayang Curi Perhatian di Petronite Fest 2026
Tumpeng Nasi Krawu Gresik Habiskan 210 Kg Daging
Rektor UMG Dorong Kurikulum Baru untuk Tenaga Kerja Lokal Gresik
Investasi KEK Gresik Tembus Rp113,4 Triliun, Pemerintah Dukung Perluasan Kawasan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Panggung Dalang Cilik Petrokimia Gresik: Merawat Warisan, Menumbuhkan Masa Depan

Senin, 13 Juli 2026 - 21:42 WIB

PetroNite Fest 2026 Putar Uang Rp14,4 Miliar

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:02 WIB

SIG Pasok Beton Ramah Lingkungan untuk Sekolah Rakyat

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:11 WIB

JIIPE Dorong Industri Berkelanjutan di Gresik

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:39 WIB

Tumpeng Nasi Krawu KWGe Masuk Rekor Dunia MURI

Berita Terbaru