RS Muhammadiyah Makin Mahir Tangani Korban Bencana

- Editorial Team

Selasa, 12 Januari 2016 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

image

Kabargresik_ Kapal Artama lll milik KPLP Gresik tenggelam di perairan 10 km sebelah utara pelabuhan Gresik Selasa (12/01) tadi siang. Puluhan penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan loncat dari kapal.

Petugas syahbandar pelabuhan Gresik langsung bekerja cepat untuk melakulan evakuasi korban, langsung menghubungi Unit Gawat Darurat (UGD) RS Muhammadiyah Gresik untuk mengirim tim medis, hal itu langsung di respon oleh TRC UGD RS Muhammadiyah yang segera meluncur ke lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sesampainya di pelabuhan tim TRC langsung memantau kondisi korban, ada 20 penumpang yang berada di kapal Artama lll, 15 penumpang dan 20 ABK. Semua korban selamat dengan kondisi luka luka, ditemukan pula 2 korban dalam keadaan tidak sadarkan diri dan 1 histeris.

Tim SAR dari Pol airut, MDMC, BPBD, bekerja cepat untuk mengevakuasi korban dengan membawa ke kapal penampungan terlebih dahulu untuk mendapatkan perawatan medis sebelum di bawa ke dermaga.

Baca Juga :  Bila Pasangan Ogah Diajak Main

Peristiwa kapal tenggelam dan proses penyelamatan ini hanyalah aksi simulasi yang diadakan RS Muhammadiyah Gresik untuk merespon dan menyiapkan karyawannya menghadapi bencana dari luar, “lokasi kami jaraknya terdekat dari pelabuhan daripada rumah sakit lain, maka kami harus siap jika hal itu terjadi.” kata Amang F Rahman Kabag Humas RS Muhammadiyah Gresik.

Menurut Amang, selain kegiatan ini merupakan program dari RS Muhammadiyah, simulasi pola kordinasi antar instansi sangat penting, “secara medis dan peralatan kita siap, tapi latihan kordinasi antar pihak pihak terkait ini yang sangat penting.” tambahnya.

Tiga kapal dari KPLP, satu kapal Pol Airut, tiga perahu BPBD Gresik. Dalam simulasi ini melibatkan setidaknya 130 orang dari berbagai unsur diantaranya MDMC, KSOP, KKP, Kepolisian, dan Komdestana (Komunitas Desa Tanggap Bencana) bentukan RS Muhammadiyah.

Baca Juga :  Ini Trik Biar Beras Zakat Fitrah Tak Berkutu

Kegiatan ini direspon positif banyak pihak, karena bisa dikatakan kegiatan seperti ini baru pertama kali diadakan di Gresik seperti yang dikatakan Prof Haryo selaku pemantau kegiatan tersebut ” RS Muhammadiyah adalah pelopor terhadap tanggap bencana, dan itu dibuktikan hari hari ini.” ujarnya.

Senada dengan Prof Haryo, Minhad mewakili BPBD Gresik juga sangat apresiasi dengan RS Muhammadiyah. “Kami berterima kasih karena RS Muhammadiyah sudah punya inisiatif menyelenggarakan kegiatan ini semoga nanti bisa di ikuti yang lain” kata Minhad Kabag Logistik BPBD Gresik. (A Ghofar/K1).

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pria 43 Tahun Meninggal Mendadak di Warkop Sokarno Gresik
KBPPPA Gresik Catat 2 Mahasiswa Rentan Bunuh Diri
Greenpeace Soroti Mikroplastik Cemari Tubuh Warga Gresik
18 Anak di Gresik Jadi Korban Bullying Sepanjang 2025
DLH Gresik Tanggapi Temuan Mikroplastik pada Ibu Hamil
Gus Yani Tegaskan Layanan Kesehatan Gratis di Gresik
Seluruh Sampel Ibu Hamil di Gresik Terkontaminasi Mikroplastik
Ancaman TBC Gresik: 2.740 Kasus Baru, Mayoritas Usia 30+
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Desember 2025 - 16:04 WIB

Pria 43 Tahun Meninggal Mendadak di Warkop Sokarno Gresik

Rabu, 17 Desember 2025 - 12:14 WIB

KBPPPA Gresik Catat 2 Mahasiswa Rentan Bunuh Diri

Senin, 15 Desember 2025 - 16:23 WIB

Greenpeace Soroti Mikroplastik Cemari Tubuh Warga Gresik

Senin, 15 Desember 2025 - 15:17 WIB

18 Anak di Gresik Jadi Korban Bullying Sepanjang 2025

Senin, 8 Desember 2025 - 16:57 WIB

DLH Gresik Tanggapi Temuan Mikroplastik pada Ibu Hamil

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Milad ke-56 TK Aisyiyah Bungah: Senam, Kebaya, dan Loyalitas

Senin, 12 Jan 2026 - 18:00 WIB