Diambil Alih Propinsi, Banyak Guru SMA Acuh

- Editorial Team

Selasa, 15 November 2016 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

img-20161115-wa0003.jpg

Kabargresik.com – Pengalihan pengelolaan manajemen  pendidikan menengah tingkat SMA/ SMK Se-derajat  oleh pemerintah provinsi ternyata direspon acuh oleh para guru, kurangnya sosialisasi dan adanya rasa berat berpisah dengan Kabupaten menjadikan peralihan makin hilang maknah.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut amanat UU No 23 tahun 2014 terkait pendidikan, per 1 januari 2017 pengelolaan manajemen dan kurikulum pendidikan SMA/sederajat harus  oleh pemerintah provinsi di bawah naungan Dinas Pendidikan di tiap Provinsi.

 

Mengenai hal itu, pihak sekolah tingkat SMA mengaku sampai saat ini belum menerima SK dari provinsi. Menurut penuturan  salah satu guru SMA Negeri 1  Gresik yang tidak mau di sebutkan namanya, menuturkan bahwa pihaknya masih mengikuti pihak dinas Pendidikan kabupaten Gresik “sampai saat ini SK dari provinsi belum keluar, alhasil untuk saat ini pengelolaan masih dalam tingkatan pemerintah kabupaten” ujarnya. Selasa (15/11)

Baca Juga :  MI Al Karimi Adakan Jumat Keliwonan

 

Guru mengaku belum mengetahui maksud pengambil alihan pengelolaan karena memang belum mengerti sistemnya pengelolaannya seperti apa. “Kami belum tau sistem pengelolaan dari provinsi seperti apa, karena selama ini belum ada surat edaran resmi” ujarnya.

 

Kebijakan pengalihan kewenangan pengelolaan SMA/ SMK dari Kabupaten/Kota ke Provinsi memang memunculkan pro dan kontra di kalangan pemangku pendidikan di Indonesia, seharusnya ada sinergi dari pihak provinsi dan kabupaten untuk menjalankan pengalihan pengelolaan ini.

 

Ketika di temui secara terpisah Nur Maslikhah Kabid pendidikan menengah Dinas Pendidikan Gresik berujar bahwa pihaknya masih mengerjakan administrasi pengambil alihan dari Disdik kabupaten ke Disdik provinsi “untuk ambil alih manajemen SMA sederajat, masih dalam tahap transisi” ucapnya.

Baca Juga :  SMA Kebomas Mondok Di Pare

 

Ketika di tanya terkait peran Dinas pendidikan Gresik terkait ambil  -alih pengelolaan, Nur berucap pihaknya ingin fokus ke pendidikan dasar saja setingakat SD dan SMP. ” karena tingkat SMA sudah di awasi oleh provinsi, Kami dinas pendidikan kabupaten fokus ke pendidikan dasar saja.” pungkasnya.

 

Seharusnya pihak dinas pendidikan kabupaten maupun provinsi harus bisa bekerja sama dalam pengelolaan maupun pengawasan demi terciptanya pendidikan yang berkualitas sesuai amanat UUD 1945. (Akmal/k1)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kolaborasi Siswa Kelas 5-6 SD Negeri 94 Gresik di Upacara
Simfoni Pagi SDN 94 Gresik, Patriotisme Menggema
Kompak Berbusana Hitam, SDN 94 Gresik Gelar Halalbihalal
GEC Sekapuk dan Nurul Hayat Beri Kado Yatim
Guru SDN 94 Gresik Tukar Hampers Lebaran
SDN 94 Gresik Tutup Pondok Ramadan dengan Santunan
Dua Emas SEA Games dari Gresik: Alma & Robby Pulang Bawa Keajaiban
KBPPPA Gresik Catat 2 Mahasiswa Rentan Bunuh Diri
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 14:15 WIB

Kolaborasi Siswa Kelas 5-6 SD Negeri 94 Gresik di Upacara

Kamis, 2 April 2026 - 09:33 WIB

Simfoni Pagi SDN 94 Gresik, Patriotisme Menggema

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:13 WIB

Kompak Berbusana Hitam, SDN 94 Gresik Gelar Halalbihalal

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:14 WIB

GEC Sekapuk dan Nurul Hayat Beri Kado Yatim

Jumat, 13 Maret 2026 - 18:02 WIB

Guru SDN 94 Gresik Tukar Hampers Lebaran

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Belajar Sejarah Langsung, Siswa Spemupat Kunjungi Museum Sunan Giri

Minggu, 12 Apr 2026 - 04:09 WIB

Muhammadiyah Gresik

Konsultasi Hasil Belajar Digelar Hangat di SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik

Sabtu, 11 Apr 2026 - 19:08 WIB

Muhammadiyah Gresik

Rayakan Usai PSAJ, Siswa SD Almadany Bikin Es Buah

Sabtu, 11 Apr 2026 - 10:06 WIB