Terkait Beras Oplosan Dinas Pertanian Akan Kirim Surat Ke Penggilingan

- Editorial Team

Rabu, 31 Mei 2017 - 22:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


​Kabargresik.com – Terbongkarnya kasus beras oplosan yang dicampur dengan zat pencuci piring untuk memutihkan beras di Desa Dungus Kecamatan Cerme Gresik mematik perhatian Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Gresik.
Pihaknya akan mengeluarkan surat pemberitahuan kepada seluruh Pengusaha Penggilingan Padi (Peppadi) yang beroperasi di Kota Pudak agar tidak mencampur zat tertentu saat proses penggilingan padi.
Menurut Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Gresik Agus Djoko Waluyo mengatakan, walaupun pihaknya tidak berwenang terkait perijinan usaha penggilingan padi. Pihaknya akan mengeluarkan surat pemberitahuan berupa himbauan kepada seluruh pengusaha penggilingan padi di kabupaten Gresik agar tidak mencampur zat tertentu demi meraup untung.
“Walaupun ijin usaha penggilingan padi sudah tidak wewenang kami. Pengusaha Penggilingan Padi (Peppadi) merupakan partner kami. Beras dari petani juga dibeli pengusaha penggilingan padi. Jadi, kami akan keluarkan surat pemberitahuan himbauan untuk tidak mencampur zat-zat lain demi mengeruk keuntungan” katanya (31/05)
Dalam pemberitaan sebelumnya, polisi resort Gresik bersama satgas pangan berhasil mengamankan 57 beras yang dipoles dengan cairan cuci piring diwadahi dalam kantong 25 Kilogram siap edar di penggilingan milik Sudarsono (48) warga Desa Dungus Kecamatan Cerme Gresik. Pelaku melakukan hal tersebut agar beras yang diproduksi lebih putih dan bersih.
Dalam temuan yang dilakukan, gabah yang akan dimasukkan ke alat penggilingan itu dibagi dua yakni beras pecah dan utuh. Setelah dimasukan ke mesin penggiling, terdapat satu alat modifikasi untuk memoles beras tersebut dengan air yang dicampur dengan cairan pembersih cuci piring.
Agus menambahkan sejak ada kewenangan untuk perjinan satu pintu, pihaknya selalu ikut memberikan ijin kepada pengusaha penggilingan padi. “Pada tahun 90an kami ikut mengawasi karena kami ikut dalam hal perijinan penggilingan padi. Tapi, sejak perijinan satu atap kami sudah tidak ikut campur dalam hal perijinan” tutupnya. (Akmal/k1)

Baca Juga :  Dampak Pandemi Covid 19 Pasar Gresik Sepi
Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Damar Kurung Food Festival Kembali Dibuka, Hadirkan Kuliner hingga Lomba Anak
RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional
Kelangkaan BBM Di Bali, FSPPB Minta Tata Kelola Migas Dirombak
RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju
Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan
Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur
Harga BBM Rp5.000/Liter dan Problem Panjang Rantai Migas Indonesia
RUU Migas 2026 Beri Solusi Piutang dan Kedaulatan Energi
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Damar Kurung Food Festival Kembali Dibuka, Hadirkan Kuliner hingga Lomba Anak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:26 WIB

RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:57 WIB

Kelangkaan BBM Di Bali, FSPPB Minta Tata Kelola Migas Dirombak

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:01 WIB

RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Media Lokal Khawatir Wacana Link Tax Ancam Trafik dan Pendapatan

Berita Terbaru

BISNIS

RUU Migas 2026: Pertamina Didesak Jadi BUK Migas Nasional

Kamis, 15 Okt 2026 - 18:26 WIB

Keluarga

Ta’arufMU Aisyiyah Jatim Diikuti 78 Peserta

Senin, 12 Okt 2026 - 01:48 WIB