Ngaji Diatas Perahu Sensasi Ngabuburit Ala Santri Al Muniroh

- Editorial Team

Sabtu, 10 Juni 2017 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


​Kabargresik.com – Lazimnya santri mengaji dan belajar kitab kuning di lingkungan pesantren. Tetapi tidak bagi santri Pondok Pesantren Al-Muniroh Ujungpangkah, sembari menunggu waktu berbuka puasa mereka mempunyai cara unik untuk mengaji dan belajar kitab kuning.

Dimulai dengan doa bersama yang dipimpin pengurus pondok di tepian sungai bengawan solo, puluhan santri lalu menaiki dua perahu besar yang disediakan pihak pondok pesantren. Sembari melantunkan sholawat, santri mulai membuka Al-Qur’an untuk tilawah.

Setelah sampai di muara bengawan solo dan selesai tilawah Al-Qur’an. Masih diatas perahu, dengan dipimpin salah satu ustadz pondok, santri lalu membuka kitab kuning miliknya masing-masing untuk belajar memaknai kitab tersebut. Santripun sangat antusias mengikuti program tersebut.

Menurut salah satu pengurus Pondok Pesantren Al-Muniroh, Kurdi Muhammad mengatakan kegiatan yang dilakukan oleh puluhan santrinya ini merupakan sarana untuk mencoba belajar dengan cara baru dan nyaman. Tak hanya itu, pihaknya juga mencoba mendekatkan dengan alam.

“Kami menggagas belajar diatas perahu dengan menyusuri sungai bengawan solo untuk mendekatkan diri dengan alam. Tak hanya itu, kami juga ingin suasana belajar baru” katanya usai memberikan kajian kepada santri diatas perahu.

Kurdi menjelaskan, selain belajar kitab kuning ditengah laut untuk mencari suasana baru sembari menghabiskan waktu menunggu berbuka puasa. Pihaknya juga ingin belajar memaknai kehidupan lewat laut.

“Kami memilih belajar di tengah laut (Muara bengawan solo) untuk memaknai kehidupan. Karena laut merupakan tempat yang indah dan simbol kehidupan” lanjutnya. 

Baca Juga :  Pawai Akbar Harla Muslimat NU Gresik

Tak hanya sekali, pihaknya juga akan melakukan kegiatan yang sama untuk Ramadan tahun depan. “Walaupun baru pertama kali, kegiatan yang sama akan kami lakukan lagi tahun depan” tandasnya.

Antusias santripun tinggi untuk belajar di atas perahu dengan menyusuri bengawan solo. Seperti yang diungkapkan Imaduddin Al Haris (19), salah satu santri Pondok Pesantren Al-Muniroh mengatakan untuk bisa mengikuti lagi tahun depan.

“Sebagai santri kegiatan ini sangat bermanfaat, karena dengan diadakan acara ini kita bisa berpikir serasa hidup diatas perahu. Selain itu, kita bisa memaknai alam lewat laut” celetuknya. (Akmal/j1)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Firdaus Diberhentikan PWI, SMSI Soroti Tata Kelola HPN
Bukan Sekadar Menulis, LDII Gresik Bekali Peserta Pelatihan Hadapi Ancaman Digital
Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur
Gempa NTT: Bantuan Kemanusiaan Rp1 Miliar Tembus Jalur Darat
Melintasi Jejak Dakwah: Gowes Santri Sambung Tali Sejarah Mbah Musthofa
Kwaran Pramuka Dukun Ganti Nakhoda di Usia 65 Tahun
Gresik Bertabuh Genderang Perang Narkoba: Muslimat NU Bergerak Bersama BNN
Gresik di Persimpangan: Ketika Identitas Santri Digerus Industrialisasi
Berita ini 19 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Firdaus Diberhentikan PWI, SMSI Soroti Tata Kelola HPN

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Petrokimia Gresik Salurkan Rp100 Juta untuk Nelayan Lumpur

Jumat, 18 September 2026 - 02:52 WIB

Gempa NTT: Bantuan Kemanusiaan Rp1 Miliar Tembus Jalur Darat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Melintasi Jejak Dakwah: Gowes Santri Sambung Tali Sejarah Mbah Musthofa

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Kwaran Pramuka Dukun Ganti Nakhoda di Usia 65 Tahun

Berita Terbaru

BISNIS

RUU Migas: Pertamina Didorong Jadi NOC Tunggal

Minggu, 25 Okt 2026 - 23:08 WIB

komunitas

Firdaus Diberhentikan PWI, SMSI Soroti Tata Kelola HPN

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:01 WIB