Bupati Gresik Dorong Kinerja Kades Dan Tolak  Pajak Sembako

- Editorial Team

Selasa, 15 Juni 2021 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Gresik menggelar pelatihan secara bergelombang mulai 13 hingga 30 Juni 2021 di Hotel Aston Inn GKB.

Kegiatan pelatihan ini dibuka langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Senin (14/6/2021). Tampak hadir pula Ketua DPRD Gresik Moch Abdul Qodir, Ketua AKD Gresik Nurul Yatim, Wakapolres Kompol Eko Iskandar, Danramil Kebomas, serta 18 camat se-Kabupaten Gresik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Gresik Gus Yani menyampaikan, dengan adanya pelatihan ini diharapkan tidak ada lagi kegaduhan dan terjalin harmonisasi di pemdes. Semua pihak harus bersama-sama mewujudkan teamwork yang baik guna memajukan desa.

“Saya minta semua unsur desa mulai kades dan perangkat desa, BPD, dan komponen lain guyub bersatu untuk membangun desa. Dengan tujuan mensejahterakan warga,” kata Gus Yani, Senin (15/6/2021).

Baca Juga :  Pemda Akan Tagih Wajib Pajak Yang Bandel

Semetara itu isu rencana Pemerintah Pusat melakukan pungutan pajak sembako dan pendidikan mendapat respon berbagai pihak.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani misalnya, orang nomor satu di Kabupaten Gresik tersebut mengaku tidak sependapat dengan rencana tersebut.

Karena, pungutan pajak itu dinilai sangat membebani masyarakat. Apalagi dalam siatuasi pandemi seperti saat ini, belum tahu kapan berakhir.

“Masyarakat saat ini butuh pemerintah yang tahu kondisi masyarakatnya di bawah,” kata Gus Yani usai membuka acara pelatihan di salah satu hotel Gresik, Senin (15/6/2021).

Baca Juga :  DP Uang Perizinan Ternyata Sudah Tradisi

Yang perlu dipikirkan saat ini adalah, kesehatan, keselamatan masyarakat serta pemulihan ekonomi nasional. Hal ini harus dilakukan bersama-sama.

“Yang jadi prioritas sekarang tiga hal itu, maka harus dilakukan bersama-sama agar bisa terwujud dan berjalan seimbang,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Gresik, Syaiful Anwar mengatakan, wacana pajak terhadap sembako dan pendidikan sangat menyengsarakan masyarakat.

“Kami dengan tegas menolak pajak sembako dan pendidikan apalagi situasi seperti pandemi covid-19 begini. Pemerintah jangan berfikir income dari negara,” ujarnya.

Harusnya, lanjut Syaiful, pemerintah membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. “Juga dengan pendidikan, harusnya pendidikan gratis, malah dikasih pajak,” tandasnya.(tik)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

160 ODGJ di Gresik Dapat Penanganan Terpadu Sepanjang 2025
APBD 2026 Gresik Fokus Layanan Dasar Warga
Gus Yani Tegaskan Layanan Kesehatan Gratis di Gresik
DCKPKP Gresik Paparkan Capaian Pembangunan Sepanjang 2025
Gresik Siapkan Sekolah Rakyat Terintegrasi, Belajar dari Semarang
Ketua CFD Gresik Dinonaktifkan karena Dugaan Pungli
DPRD Gresik Desak Usut Pungli UMKM di CFD
UMKM Keluhkan Dugaan Suap Pengelola CFD Gresik
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 15:33 WIB

160 ODGJ di Gresik Dapat Penanganan Terpadu Sepanjang 2025

Minggu, 7 Desember 2025 - 22:26 WIB

APBD 2026 Gresik Fokus Layanan Dasar Warga

Jumat, 5 Desember 2025 - 15:03 WIB

Gus Yani Tegaskan Layanan Kesehatan Gratis di Gresik

Rabu, 3 Desember 2025 - 12:20 WIB

DCKPKP Gresik Paparkan Capaian Pembangunan Sepanjang 2025

Minggu, 30 November 2025 - 19:16 WIB

Gresik Siapkan Sekolah Rakyat Terintegrasi, Belajar dari Semarang

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

TPA Baitul Hidayah Sekarputih Balongpanggang Gelar Wisata Bersama

Minggu, 18 Jan 2026 - 18:18 WIB

komunitas

MUI Wringinanom 2025-2030 Dikukuhkan, Pikul Mandat Ganda

Minggu, 18 Jan 2026 - 13:59 WIB