Gresik – Mereka pulang sebagai pahlawan. Dua atlet panjat tebing asal Gresik, Alma Ariella Tsany dan Antasyafi Robby Al Hilmi, tiba di tanah kelahiran dengan membawa dua medali emas SEA Games 2025 yang baru saja mereka rebut di Bangkok. Kepulangan mereka, Senin (22/12/2025), langsung disambut meriah di Rock Hobbies Centre Gresik, Jalan Panggang, Desa Suci, Manyar—tempat yang dulu menjadi saksi perjuangan mereka dari nol.
Bagi Alma, medali emas nomor lead perorangan putri adalah bukti bahwa mimpi bisa dimulai dari papan panjat sederhana. Siswi kelas XI Soshum 3 SMA Muhammadiyah 1 Gresik itu memulai latihan sejak umur lima tahun, dulu hanya berani naik dua-tiga papan, kini mampu menguasai jalur internasional.
“Ini SEA Games pertama saya, tentu sangat bersyukur dan bangga bisa membawa pulang medali emas,” kata Alma dengan mata berbinar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Robby tak kalah gemilang. Dengan catatan waktu 4,83 detik di nomor speed, ia menyumbang emas kedua bagi Indonesia. Kehadiran keduanya di klub bukan sekadar kunjungan, melainkan momen berbagi inspirasi kepada atlet junior yang sedang berjuang.
Dari Bangkok Sport Climbing Center, Stadion SAT, Bangkok, Thailand, pada Jumat (12/12/2025), mereka membuktikan bahwa talenta Gresik bisa bersaing di level Asia Tenggara. Persiapan panjang—latihan ketahanan, teknis jalur, hingga Popnas—menjadi kunci keberhasilan Alma di debut SEA Games-nya.
Di sekolah, Alma mendapat dukungan penuh. Wali kelas XI Soshum 3 SMA Muhammadiyah 1 Gresik, Della Andika, menegaskan sekolah selalu memberi ruang bagi siswa berprestasi olahraga.
“Kami sangat bangga atas prestasi Alma. Sekolah berupaya mendukung penuh agar siswa tidak terbebani dan bisa fokus berprestasi,” ujar Della.
Dengan dispensasi akademik, pembelajaran jarak jauh, hingga beasiswa, Alma bisa menjaga keseimbangan antara dinding panjat dan bangku kelas.
Kepulangan Alma dan Robby hari ini bukan akhir, melainkan awal baru bagi generasi muda Gresik. Di tempat yang sama yang pernah membesarkan mereka, kini mereka menyalakan api semangat bagi yang akan datang.
Editor : Nobel











