Lapter Bawean dianggarkan 2.1 M Untuk Pembebasan Lahan

- Editorial Team

Minggu, 12 Desember 2010 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangunan Lapangan terbang di Pulau Bawean akhirnya mendapat titik terang, setelah pemkab Gresik didesak Pemprof untuk menganggarkan pembebasan lahan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Gresik 2011. Anggaran yang diajukan Pemda sebesar 2.1 Miliar.

” Tapi karena pemprov men-deadline harus selesai tahun 2011, Tim Anggaran (Timang) bersama Badan Anggaran kemudian mengalokasikan Rp 2,1 miliar,” kata Yetty Sri Suparyati, Sekretaris Timang Pemkab Gresik, saat dikonfirmasi wartawan Sabtu (11/12).

Jika tahun 2011 tidak ada dana pendamping dari Pemkab Gresik untuk pembebasan lahan, tambah Yetty, pemprov memastikan tidak akan memberikan dana sharing untuk pembangunan fisiknya. Pembebasan lahan lapter seluas 60 hektar memang menjadi tanggung jawab pemkab Gresik.

Di awal pembahasan RAPBD, dana untuk lapter memang tidak dianggarkan seperti dalam APBD 2010, sebab dikhawatirkan dana tersebut kembali tidak terserap seperti pada APBD 2009, karena pemilik lahan menolak harga yang ditawarkan oleh Pemkab Gresik. “Tapi untuk tahun 2011 memang harus dianggarkan,”kata Yetty yang juga Kepala Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Gresik.

Alotnya pembebasan lahan untuk Lapter Bawean karena ganti rugi tak ada titik temu. Sebanyak 28 pemilik lahan yang akan digunakan untuk runway ini menolak harga penawaran pemkab sebesar Rp 60 ribu per 2, meskipun harga ini lebih tinggi dari banderol yang dipatok tim apprasial atau penaksir sebesar Rp 40 ribu per m2. Pemilik lahan ngotot minta harga Rp 100 ribu per m2, dan tuntutan harga itu masih di luar ganti rugi tanaman yang ada di lahan.

Baca Juga :  Galian C Dihentikan Sementara

Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Zulfan Hasyim optimistis pembebasan lahan ini akan tuntas tahun depan. “Anggaran sudah cukup. Semua ini tergantung pola pendekatan yang dilakukan oleh satuan kerja (satker) nanti. Apalagi berdasarkan informasi yang sudah kami terima, dari 28 pemilik lahan, 21 orang sudah setuju dengan harga yang ditawarkan oleh pemerintah ” Punkas Zulfan.(sp/tk)

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

160 ODGJ di Gresik Dapat Penanganan Terpadu Sepanjang 2025
APBD 2026 Gresik Fokus Layanan Dasar Warga
Gus Yani Tegaskan Layanan Kesehatan Gratis di Gresik
DCKPKP Gresik Paparkan Capaian Pembangunan Sepanjang 2025
Gresik Siapkan Sekolah Rakyat Terintegrasi, Belajar dari Semarang
Ketua CFD Gresik Dinonaktifkan karena Dugaan Pungli
DPRD Gresik Desak Usut Pungli UMKM di CFD
UMKM Keluhkan Dugaan Suap Pengelola CFD Gresik
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 15:33 WIB

160 ODGJ di Gresik Dapat Penanganan Terpadu Sepanjang 2025

Minggu, 7 Desember 2025 - 22:26 WIB

APBD 2026 Gresik Fokus Layanan Dasar Warga

Jumat, 5 Desember 2025 - 15:03 WIB

Gus Yani Tegaskan Layanan Kesehatan Gratis di Gresik

Rabu, 3 Desember 2025 - 12:20 WIB

DCKPKP Gresik Paparkan Capaian Pembangunan Sepanjang 2025

Minggu, 30 November 2025 - 19:16 WIB

Gresik Siapkan Sekolah Rakyat Terintegrasi, Belajar dari Semarang

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

TPA Baitul Hidayah Sekarputih Balongpanggang Gelar Wisata Bersama

Minggu, 18 Jan 2026 - 18:18 WIB

komunitas

MUI Wringinanom 2025-2030 Dikukuhkan, Pikul Mandat Ganda

Minggu, 18 Jan 2026 - 13:59 WIB