Girimu.com – Lazismu Gresik terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kemandirian ekonomi pelaku usaha kecil dengan mentransformasi mustahik menjadi muzakki. Kali ini, Lazismu Gresik berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik meluncurkan program pelatihan UMKM bertajuk Bunda Tangguh: Berkarya dan Berdaya.
Program tersebut dirancang untuk ibu rumah tangga yang menjadi tulang punggung keluarga maupun pelaku usaha mikro yang masih menghadapi kendala modal dan pemasaran.
Kegiatan yang digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gresik pada Minggu (10/5/2026) itu juga menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-109 Aisyiyah dengan tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan Mewujudkan Perdamaian.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 29 peserta terpilih mengikuti pelatihan setelah melalui proses asesmen tim Lazismu Gresik dari total 48 pendaftar. Acara tersebut dihadiri 53 peserta, termasuk perwakilan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) dan pendamping dari 18 kecamatan di Kabupaten Gresik.
Pelatihan UMKM ini menghadirkan sejumlah materi penting yang dibutuhkan pelaku usaha kecil, mulai dari bisnis sesuai syariah, pengembangan usaha, pemasaran, branding produk, hingga manajemen keuangan.
Materi bisnis syariah disampaikan Branch Manager Lazismu Gresik, Minal Abidin. Sementara materi pengembangan bisnis UMKM terkait pemasaran dan branding produk dipaparkan Owner Gota’an Creative dan Cetakmu.id, Abdullah Faishal. Adapun materi manajemen keuangan disampaikan Ketua Majelis Ekonomi PDA Gresik, Iffah Nurdiyani.
Ketua PDA Gresik, Innik Hikmatin, dalam sambutannya mengingatkan bahwa bekerja merupakan bagian dari ibadah sebagaimana tercantum dalam QS At-Taubah ayat 105.
“Ayat ini berkaitan dengan tema pelatihan kita, yaitu berkarya. Tidak hanya bersabar, tetapi juga berusaha dengan bekerja. Dengan begitu Allah akan memberikan hasil dari apa yang kita usahakan,” ujarnya.
Program pemberdayaan UMKM ini menjadi kegiatan perdana bakti sosial hasil kolaborasi PDA Aisyiyah dan Lazismu Gresik. Jika sebelumnya PDA Aisyiyah rutin memberikan bantuan sembako untuk lansia, kini program diarahkan pada pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.
Melalui program tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga bantuan modal usaha untuk mendukung pengembangan UMKM mereka.
Lazismu Gresik juga akan melakukan evaluasi berkala terhadap seluruh UMKM peserta guna memastikan usaha berjalan optimal. Selain itu, pelatihan bagi para pendamping akan dilaksanakan sebagai tindak lanjut agar proses monitoring dan pendampingan usaha dapat berjalan maksimal.
Minal Abidin menegaskan bahwa program Bunda Tangguh difokuskan pada penguatan ekonomi keluarga sekaligus pemberdayaan perempuan melalui gerakan Aisyiyah.
“Mendukung pergerakan ibu rumah tangga melalui gerakan Aisyiyah. Sesuai tema Bunda Tangguh Berkarya dan Berdaya, peserta tidak hanya mendapatkan manfaat materi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi organisasi,” jelasnya.
Post Views: 3,034












