MDMC Masih Bertahan Di Aceh : Bangun 33 Ruang Kelas Darurat di Sumatera

- Editorial Team

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

banner 468x60

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memulai pembangunan Ruang Kelas Darurat (RKD) di wilayah terdampak banjir dan longsor Sumatera.

Peletakan batu pertama berlangsung di SD Negeri 10 Linge, Desa Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini menandai dimulainya pembangunan 33 RKD secara serentak di sembilan sekolah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sembilan sekolah tersebut tersebar di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, serta Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

MDMC akan membangun 33 ruang kelas darurat di dua provinsi. Rinciannya, 10 ruang kelas di tiga sekolah di Kabupaten Tapanuli Tengah, 4 ruang kelas di SD Negeri 10 Linge, Kabupaten Aceh Tengah, dan 19 ruang kelas di lima sekolah di Kabupaten Gayo Lues.

Ketua Pos Koordinasi Nasional MDMC PP Muhammadiyah, Indrayanto, mengatakan pembangunan ruang kelas darurat ini bertujuan mendukung keberlangsungan kegiatan belajar mengajar pascabencana.

Baca Juga :  Hana Arza Fidarani, Siswa SMK Muhammadiyah 2 Gresik, Juara Kompetisi Poster SME 2025

“Hari ini kami berada di Desa Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, tepatnya di SD Negeri 10 Linge. Di sini akan dibangun ruang kelas darurat. Hari ini juga dilakukan peletakan batu pertama serta doa bersama dengan masyarakat, guru, dan kepala sekolah,” ujar Indrayanto.

Ia berharap proses pembangunan berjalan lancar. Dengan begitu, kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak bencana dapat kembali tumbuh, berkembang, dan berkemajuan.

Menurut Indrayanto, pembangunan RKD menjadi bagian dari kemitraan MDMC dan Kemendikdasmen dalam pemulihan sektor pendidikan pascabencana.

“Kegiatan ini merupakan simbolis kemitraan MDMC dengan Kementerian Pendidikan dalam pembangunan ruang kelas darurat di Tapanuli Tengah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues. Total ada sembilan sekolah dan 33 ruang kelas darurat yang akan dibangun,” katanya.

Indrayanto menambahkan, MDMC dan Kemendikdasmen ingin memastikan pendidikan pascabencana dapat bangkit kembali dan berjalan dengan baik.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 10 Linge, Nurdinsah, menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen dan MDMC atas bantuan pembangunan ruang kelas darurat di sekolahnya.

Baca Juga :  Jurnalis Muda Spemupat Luncurkan Buletin Digital ASPIRASI SPEMP

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta tim MDMC Muhammadiyah yang telah hadir untuk membangun empat ruang kelas darurat di sekolah kami. Bantuan ini sangat berarti bagi keberlangsungan proses belajar mengajar,” ujarnya.

Hingga pertengahan Juni 2026, pembangunan di Kabupaten Tapanuli Tengah telah menyelesaikan proses verifikasi dan distribusi material ke gudang utama. Tim juga mulai memasuki tahap pengerjaan di lapangan.

Di Kabupaten Gayo Lues, pembangunan pada salah satu sekolah di Blangkejeren telah dimulai. Sementara itu, beberapa lokasi lainnya masih menunggu tahapan lanjutan.

Melalui pembangunan ruang kelas darurat ini, MDMC bersama Kemendikdasmen berupaya menjaga layanan pendidikan bagi anak-anak terdampak bencana. Program ini juga mendukung percepatan pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak banjir dan longsor Sumatera. (*)


Post Views: 448

sumber berita dari girimu.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kajian Tahun Baru Hijriah di Giri Bahas Kebangkitan Islam
Teguran Rindumu untuk Bangku Lapuk
Spirit Hijrah; Meluruskan Mitos Tahun Baru Islam
Wisuda MDTW Al Ikhlash Gresik Diikuti 33 Santri
Pelepasan Siswa SD Al Islam: Siapkan Generasi Tangguh Beriman, Berilmu, dan Berakhlak Mulia
SD Muwri Gresik Gelar Haflah Akhirussanah, 50 Siswa Diwisuda
Orang Tua Siswi Asal Bojonegoro Sebut SMAMIO GKB Layak Jadi Inspirasi Sekolah di Indonesia
SD Almadany Kunjungi Dapur SPPG Prambangan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:15 WIB

MDMC Masih Bertahan Di Aceh : Bangun 33 Ruang Kelas Darurat di Sumatera

Kamis, 18 Juni 2026 - 01:14 WIB

Kajian Tahun Baru Hijriah di Giri Bahas Kebangkitan Islam

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:13 WIB

Teguran Rindumu untuk Bangku Lapuk

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:12 WIB

Spirit Hijrah; Meluruskan Mitos Tahun Baru Islam

Senin, 15 Juni 2026 - 19:08 WIB

Pelepasan Siswa SD Al Islam: Siapkan Generasi Tangguh Beriman, Berilmu, dan Berakhlak Mulia

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

MDMC Masih Bertahan Di Aceh : Bangun 33 Ruang Kelas Darurat di Sumatera

Kamis, 18 Jun 2026 - 10:15 WIB

Muhammadiyah Gresik

Kajian Tahun Baru Hijriah di Giri Bahas Kebangkitan Islam

Kamis, 18 Jun 2026 - 01:14 WIB

Muhammadiyah Gresik

Teguran Rindumu untuk Bangku Lapuk

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:13 WIB

Muhammadiyah Gresik

Spirit Hijrah; Meluruskan Mitos Tahun Baru Islam

Rabu, 17 Jun 2026 - 07:12 WIB

komunitas

Dapur Saji, Cara Baru Membaca Gresik dari Ingatan Warga

Selasa, 16 Jun 2026 - 14:09 WIB