Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Wringinanom menggelar Safari Ramadhan perdana tahun 1447 H/2026 M pada Senin (23/2/2026).
Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al Ihsan Lebanisuko Milik Muhammadiyah, Desa Lebanisuko, Kecamatan Wringinanom, dan dihadiri ratusan jamaah dari berbagai unsur masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Safari Ramadhan ini menjadi momentum penting bagi jajaran pengurus Majelis Ulama Indonesia tingkat kecamatan untuk mempererat silaturahmi, sekaligus menyampaikan peran dan fungsi MUI di tengah kehidupan umat.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan sholat Isya’ dan sholat Tarawih berjamaah. Usai ibadah, acara dilanjutkan dengan sesi silaturahmi antara pengurus MUI Kecamatan Wringinanom periode 2025–2026 dengan jamaah serta tokoh masyarakat setempat. Rangkaian acara dipandu oleh Haji Sodikin selaku pembawa acara.
Suasana khidmat semakin terasa ketika lantunan ayat suci Al-Qur’an dibacakan oleh Ustadz H. Mahfud. Jamaah yang memadati masjid tampak menyimak dengan penuh kekhusyukan.
Pada sesi sambutan, Ketua MUI Kecamatan Wringinanom, KH Mohammad Ali Ismail Mustofa MPd. I menyampaikan sejumlah pesan penting terkait peran strategis MUI di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa MUI merupakan khadimul ummah, yaitu pembimbing dan pelayan umat.
Menurutnya, tugas tersebut bukan sekadar istilah, tetapi merupakan tanggung jawab moral dan sosial yang harus diwujudkan oleh seluruh pengurus MUI melalui kehadiran nyata di tengah masyarakat. “MUI harus selalu hadir memberikan bimbingan keagamaan, menjaga persatuan umat, serta menjadi rujukan dalam berbagai persoalan keislaman yang dihadapi masyarakat,” antara ormas satu dengan lainya harus rukun, kami di MUI tergabung dalm wadah dari berbagai ormas, ada Muhammaduyah, Nahdatul Ulama, LDII Dan lain sebagai nya, tuturnya di hadapan jamaah.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa selain berfungsi sebagai khadimul ummah, MUI juga memiliki peran sebagai shadiqul hukumah atau mitra strategis pemerintah. Dalam kapasitas tersebut, MUI diharapkan mampu bersinergi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, serta mendukung berbagai program pembangunan yang sejalan dengan nilai keislaman dan kemaslahatan umat.
Dalam sambutannya, KH Mohammad Ali Ismail Mustofa turut menyinggung peristiwa yang terjadi beberapa hari sebelumnya di wilayah Gresik, yakni adanya perkelahian antarperguruan silat yang terjadi saat waktu sahur dan mengakibatkan korban meninggal dunia. Ia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa tersebut.
“Peristiwa seperti ini hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua. Semoga tidak terulang kembali, dan masyarakat dapat semakin menumbuhkan sikap saling menghormati, menahan emosi, serta mengedepankan penyelesaian masalah secara damai,” pesannya.
Ia juga mengajak para jamaah untuk menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kepedulian sosial, serta menumbuhkan semangat persatuan di tengah perbedaan.
Senada dengan hal tersebut, Camat Wringinanom Arditra Risdiansah ST yang turut hadir dalam kegiatan Safari Ramadhan ini menyampaikan bahwa kegiatan safari semacam ini memiliki peran penting sebagai sarana komunikasi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. Menurutnya, Safari Ramadhan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah untuk menampung aspirasi, saran, maupun keluhan masyarakat.
Ia menambahkan, berbagai masukan yang disampaikan oleh warga nantinya dapat dirangkum dan dibawa dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan wilayah, dan itu merupakan arahan dari bapak Bupati Gresik, jelasnya
Jamaah yang hadir tampak mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh perhatian. Sejumlah tokoh masyarakat, pengurus masjid Al Ihsan, serta warga Desa Lebanisuko menyambut baik pelaksanaan Safari Ramadhan perdana MUI Kecamatan Wringinanom ini.
Melalui kegiatan ini, MUI Kecamatan Wringinanom berharap terjalin komunikasi yang semakin erat antara ulama, umara, dan umat. Selain itu, Safari Ramadhan juga diharapkan mampu memperkuat peran MUI sebagai pengayom umat serta mitra pemerintah dalam menjaga kondusivitas, kerukunan, dan keharmonisan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Wringinanom.
Post Views: 2












