Girimu.com — Suasana khidmat menyelimuti Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Rabu (22/4/2026). Dalam rangkaian program Spiritual Journey, SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik menggelar Parenting Day dengan tema relevan, “Seni Berkomunikasi dengan Gen Z”.
Kegiatan ini mempertemukan guru, orang tua asuh, dan warga setempat untuk membahas tantangan mendidik generasi muda di era digital. Forum ini menjadi ruang kolaboratif dalam mencari solusi atas kesenjangan komunikasi antara orang tua dan anak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sinergi Orang Tua dan Sekolah
Wakil Kepala Smamio Bidang Ismuba, Hudzaifaturrahman, menyampaikan apresiasi atas sambutan warga Desa Latukan. Ia menekankan pentingnya pemahaman pola komunikasi yang tepat di tengah perubahan zaman.
Menurutnya, kemampuan berkomunikasi dengan Gen Z menjadi kebutuhan mendesak agar proses pendidikan berjalan efektif. Momentum Parenting Day ini diharapkan menjadi ajang belajar bersama antara sekolah dan masyarakat.
Hal senada disampaikan Nur Ahmad dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah Desa Latukan. Ia mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada desa setempat sebagai bagian dari program pendidikan Smamio. Ia juga menekankan pentingnya evaluasi bersama dalam memahami karakter anak.
Gen Z Diibaratkan Seperti “Spons”
Sesi utama diisi oleh Ika Famila yang membahas karakteristik Gen Z dan tantangan yang dihadapi orang tua. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pengalaman yang disampaikan peserta, mulai dari ketergantungan anak pada gawai hingga kecenderungan membantah.
Ika menjelaskan bahwa remaja masa kini memiliki karakter seperti “spons” yang mudah menyerap informasi dari lingkungan, namun juga rentan terhadap perubahan.
Menurutnya, orang tua perlu memahami konteks zaman agar tidak terjadi kesenjangan komunikasi dengan anak.
Strategi Efektif Membangun Komunikasi
Dalam pemaparannya, Ika Famila membagikan sejumlah strategi praktis yang dapat diterapkan orang tua dalam berinteraksi dengan Gen Z, di antaranya:
Menjadi pendengar aktif tanpa menghakimi
Memvalidasi perasaan anak sebelum memberi solusi
Menggunakan bahasa yang setara dan tidak otoriter
Meningkatkan literasi digital agar memahami dunia anak
Diskusi berlangsung hangat hingga akhir acara, menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak hanya soal aturan, tetapi juga membangun kedekatan emosional dan komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pendekatan yang tepat sangat dibutuhkan untuk menghadapi dinamika generasi masa kini.
Post Views: 1,908












