Menu

Mode Gelap
Nelayan Campurejo Meradang BBM Untuk Nelayan Selalu Kosong Gresik Futsal Championship 2022 Akhirnya Digelar Eko Budi Leksono Rektor UMG Meninggal Agar BUMD Gresik Tidak Merugi, Ini Solusinya Pemuda Bedanten Tagih Janji Ring 1 KEK

Peristiwa · 16 Jul 2020 23:01 WIB ·

Pengamat : Pemkab Gresik Kurang Trobosan Dalam Tangani COVID 19


 Pengamat : Pemkab Gresik Kurang Trobosan Dalam Tangani COVID 19 Perbesar

Pengamat kesehatan masyarakat Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Sestiono Mindiharto mengkritik langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang dinilai lamban dalam menangani pandemik Covid-19.

“Pemkab Gresik seharusnya punya sense of crisis dalam situasi darurat Covid-19 seperti saat ini. Pemkab harus cepat cari terobosan dan merespons peluang-peluang untuk mengatasi sebaran Covid-19 di Kota Pudak yang kian masif,” ujar Sestiono Mindiharto, Kamis (16/7).

Ia lantas mencontohkan klaim Menkes RI Terawan Agus Putranto yang mengumumkan progres terkait penelitian vaksin Corona yang harus segera dikejar. “Meskipun klaim, tapi itu kabar baik, dan harus segera dikejar untuk kepastian dan kejelasannya,” jelas Kaprodi Kesehatan Masyarakat UMG ini.

Ia menilai Pemkab Gresik kurang peka dengan persoalan Covid-19. Padahal vaksin Covid-19 yang diklaim Menkes Terawan Agus Putranto akan mendapat izin edar paling cepat pada awal 2021.

“Setidaknya pemkab sudah menangkap informasi itu. Ini kan upaya dalam memberi solusi. Hemat saya informasi itu harus dipastikan entah melalui Dirjen Layanan Kesehatan atau progres hasil uji coba vaksin oleh Kemenkes,” terang Sestiono.

Fandi Ahmad Yani ketua DPRD Kab Gresik

Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani juga menyesalkan langkah pemkab yang menurutnya pasif dalam menangani sebaran Covid-19. Padahal, jumlah warga Gresik yang positif Covid-19 terus mengalami lonjakan setiap hari.

Tercatat, hingga Rabu (15/7), masyarakat Gresik yang positif Covid-19 mencapai 1.304 orang. Dengan rincian 112 orang meninggal dunia, 309 orang sembuh, dan 883 orang dalam perawatan.

“Dari total 1.304 pasien positif Covid-19, perbandingan yang sembuh sangat jomplang. Yang sembuh baru 309 orang, sementara yang dirawat masih 883 orang,” ungkap politikus PKB ini.

Untuk itu, Gus Yani mendesak Pemkab Gresik segera melakukan terobosan agar sebaran Covid-19 segera bisa dihentikan. “Bagi kami kesehatan dan keselamatan masyarakat Gresik adalah prioritas. Karenanya jika progres terkait vaksin itu sudah ada, maka wajib hukumnya seluruh masyarakat Gresik mendapatakan vaksin gratis,” pinta Gus Yani.

Gus Yani juga menyinggung sejumlah ASN di lingkungan Pemkab Gresik yang terpapar Covid-19, bahkan di antaranya meninggal. Menurutnya, pemkab harus segera melakukan langkah proteksi untuk pencegahan dengan didukung anggaran.

Ia meminta pemkab mengalokasikan anggaran untuk pengadaan vaksin Covid-19 pada pada Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) RAPBD 2021. “Dengan mengalokasikan anggaran di RAPBD 2021, paling tidak ada keseriusan dari pemkab untuk menjamin keselamatan warganya. Sehingga Gresik yang semula zona merah bisa segera kembali menjadi zona hijau dan masyarakat terbebas dari virus Covid-19,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Program Jaketku Ketua TP PKK Kab Gresik Tuntaskan Pendidikan Anak Putus Sekolah

26 Juli 2022 - 09:39 WIB

Local Dating Online

25 Juli 2022 - 16:13 WIB

Tak bawa Surat Sehat Hewan, Truk Ini Diputar Balik Di Legundi

8 Juli 2022 - 15:38 WIB

Nur Hudi Penuhi Panggilan BK DPRD Gresik

7 Juli 2022 - 05:06 WIB

Penyidik Satreskrim Polres Gresik menahan dua tersangka pada Selasa (12/7/2022) malam. Kedua tersangka tersebut adalah Saiful Arif (pemeran pengantin pria) dan Arif Saifullah pembuat konten

Blower PT Hutan Lestari Terbakar 6 Korban Luka Parah

24 Juni 2022 - 19:41 WIB

KLB PMK Pemda Gresik Bisa Apa: Kapasitas Hewan Qurban Peternak lokal Tidak Mencukupi

23 Juni 2022 - 11:21 WIB

Trending di BISNIS