Proyek 3 Juta Rumah: Inovasi Semen Hijau SIG Jadi Solusi Tantangan Pembangunan

- Editorial Team

Minggu, 22 Desember 2024 - 01:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menghadapi berbagai tantangan, mulai dari target penyelesaian yang ketat dalam satu tahun, keterbatasan anggaran, hingga rendahnya daya beli masyarakat. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menawarkan solusi inovatif melalui produk turunan semen hijau precise interlock brick, yang dinilai mampu menjawab tantangan tersebut.

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan bahwa kolaborasi antara Kementerian BUMN dan Kementerian PKP dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan hunian yang berkualitas dan terjangkau. Beberapa perusahaan BUMN, termasuk SIG sebagai penyedia bahan bangunan, dilibatkan untuk mendukung proyek nasional ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Melalui sinergi antarperusahaan BUMN, kami berkomitmen menghadirkan solusi perumahan yang tidak hanya terjangkau tetapi juga berkelanjutan,” ujar Erick Thohir, Senin (9/12). Dalam kolaborasi ini, tiga BUMN yang terlibat adalah SIG untuk penyediaan bahan bangunan, BTN sebagai penyedia fasilitas pembiayaan, dan Perumnas yang bertugas membangun hunian berbasis transit-oriented development (TOD).

Baca Juga :  Dag Dig Dug Tunggu Penetapan UMSK Gresik 2016

Semen Hijau: Solusi Cepat dan Berkelanjutan

Direktur Utama SIG, Donny Arsal, menjelaskan bahwa SIG menyediakan bahan bangunan inovatif yang rendah emisi dan ramah lingkungan. Produk unggulannya, precise interlock brick, menjadi solusi untuk membangun rumah berkualitas dengan waktu yang lebih efisien dan biaya lebih terjangkau.

“Sebagai pemimpin pasar di industri bahan bangunan domestik, SIG memiliki kapabilitas untuk mendukung pembangunan rumah ramah lingkungan. Kehadiran semen hijau SIG dan produk turunannya memberikan nilai tambah yang signifikan dalam menjawab tantangan kepemilikan rumah saat ini,” ujar Donny.

Precise interlock brick merupakan hasil inovasi berbasis penelitian yang memiliki mekanisme saling mengunci seperti sistem lego. Material ini menawarkan sejumlah keunggulan, termasuk efisiensi penggunaan bahan, kemudahan aplikasi, dan durasi konstruksi yang lebih singkat. Teknologi ini juga menghilangkan kebutuhan akan proses perendaman bata, bekisting, dan penggunaan perekat di setiap lapisan.

Baca Juga :  Tanah Terimbas Tol KLBM, H Syaiful Arif Datangi PN Gresik
3 Juta Rumah SIG
Direktur Utama SIG, Donny Arsal (paling kanan) bersama Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu (ketiga kiri) melihat proses pembangunan rumah yang dibangun dengan inovasi produk turunan semen hijau SIG precise interlock brick di Sulthan Residence, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat, pada 11 Oktober 2024 lalu. (istimewah)

Ramah Lingkungan dan Tahan Gempa

Selain ramah lingkungan, precise interlock brick telah teruji aman terhadap gempa di wilayah dengan tingkat seismisitas tinggi. Uji coba dilakukan oleh Balai Besar Sarana dan Bangunan Gedung Dirjen Bina Teknik Permukiman dan Perumahan, yang membuktikan ketahanannya dalam kondisi ekstrem.

“Produk ini adalah solusi ideal bagi pengembang properti yang membutuhkan metode pembangunan rumah cepat, terjangkau, dan berkelanjutan,” tambah Donny. Ia juga menegaskan komitmen SIG untuk berkolaborasi dengan perbankan dan para pemangku kepentingan guna mempercepat transisi menuju ekonomi hijau di Indonesia.

Dengan inovasi produk seperti precise interlock brick, SIG tidak hanya mendukung pembangunan proyek 3 juta rumah, tetapi juga mendorong pengembangan infrastruktur perumahan yang lebih ramah lingkungan dan kompetitif secara global.

Penulis : Tiko

Editor : Akhmad Sutikhon



sumber berita ini dari bisnisgresik.com

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pabrik Melamin US$600 Juta di KEK JIIPE Gresik Mulai Dibangun
Muhammadiyah Bangun Pabrik Cairan Infus Sendiri di Malang: Menuju Kemandirian Kesehatan Nasional
PKB Freeport Disorot, Menaker Ingatkan Implementasi
Mendag Dorong Digitalisasi Pasar Sidayu Gresik Agar Bisa Menjadi Wisata Belanja
Fenomena Coffee Bubble Burst: Raksasa Kopi Mulai Tumbang?
Hinca Panjaitan Bongkar Surat Kejari Karo yang Bertentangan dengan Penetapan Hakim
KEK Gresik Serap Rp106 T, 30% Investasi Nasional
3 SPPG MBG di Sidayu Gresik Disuspend Gegara Kelapa
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 08:16 WIB

Pabrik Melamin US$600 Juta di KEK JIIPE Gresik Mulai Dibangun

Kamis, 16 April 2026 - 20:14 WIB

Muhammadiyah Bangun Pabrik Cairan Infus Sendiri di Malang: Menuju Kemandirian Kesehatan Nasional

Selasa, 14 April 2026 - 08:13 WIB

PKB Freeport Disorot, Menaker Ingatkan Implementasi

Sabtu, 11 April 2026 - 20:12 WIB

Mendag Dorong Digitalisasi Pasar Sidayu Gresik Agar Bisa Menjadi Wisata Belanja

Senin, 6 April 2026 - 20:10 WIB

Fenomena Coffee Bubble Burst: Raksasa Kopi Mulai Tumbang?

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Kajian Ahad Pagi PCM Kebomas Bahas Kematian dari Medis & Syariat

Senin, 20 Apr 2026 - 01:32 WIB

Muhammadiyah Gresik

Kepala SDM 1 Menganti Sampaikan Pidato Perdana

Minggu, 19 Apr 2026 - 16:30 WIB

Muhammadiyah Gresik

Tak Kuasa Menahan Haru, Teguh Abdillah Akhiri Jabatan di SD Mudri

Minggu, 19 Apr 2026 - 07:29 WIB