Puluhan Ikan Sepat Mati di Drainase Gresik

- Editorial Team

Kamis, 23 Oktober 2025 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan ikan sepat mati di drainase depan Kantor Pemkab Gresik diduga akibat limbah rumah tangga atau penyetruman ikan.

Puluhan ikan sepat mati di drainase depan Kantor Pemkab Gresik diduga akibat limbah rumah tangga atau penyetruman ikan.

Gresik – Puluhan ikan sepat ditemukan mati di saluran drainase Jalan Wahidin Sudiro Husodo, tepat di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik. Peristiwa ini menimbulkan dugaan adanya pencemaran air akibat aktivitas penyetruman ikan atau pembuangan limbah rumah tangga.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gresik, Zauji, mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian ikan tersebut.

“Untuk ikan mati sepat itu ada kemungkinan karena disetrum atau dari limbah rumah tangga. Kami akan dalami dulu terkait ikan mati tersebut,” ujar Zauji, Kamis (23/10).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang limbah rumah tangga ke saluran air yang bermuara ke sungai. Menurutnya, tindakan tersebut dapat memicu pencemaran dan mengancam ekosistem air.
“Kalau nanti ada yang ketahuan menyetrum ikan, akan kami beri sanksi berupa surat peringatan,” imbuhnya.

Baca Juga :  Normalisasi Drainase di Manyar, Gresik, Upaya Atasi Banjir di Depan Perumahan Pondok Permata Suci

Sementara itu, Wakil Ketua III DPRD Gresik, Abdul Hamdi, menilai faktor cuaca juga bisa menjadi penyebab kematian ikan secara massal. Hujan deras yang mengguyur wilayah Gresik dalam beberapa hari terakhir disebut dapat mengubah suhu air secara drastis.

“Air panas karena cuaca kemudian bercampur dengan air hujan bisa menyebabkan ikan mati. Selain itu, limbah rumah tangga yang tidak memiliki tempat penampungan komunal juga ikut mencemari aliran kali,” ujar Hamdi.

Baca Juga :  Diberi Alat Baru Ramah Lingkungan Nelayan Enggan

Politisi PKB itu berharap masyarakat dan pelaku usaha lebih peduli terhadap pengelolaan limbah.
“Kami berharap setiap tempat usaha menyiapkan tempat limbah komunal agar tidak langsung dibuang ke kali,” tegasnya.

Salah satu warga, Danil, yang tengah menikmati kopi di sekitar lokasi, mengaku kaget melihat banyak ikan mengapung di permukaan air.
“Tadi saya mau ngopi, kok melihat banyak ikan mati. Airnya kelihatan jernih, tapi kayak bercampur minyak bekas,” katanya.

Pihak DLH Gresik berencana melakukan uji kualitas air untuk memastikan penyebab kematian ikan sepat di kawasan tersebut.

Editor : Tiko

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Petani Balongpanggang Tersambar Petir, Satu Meninggal
Banjir Menganti Meluas, Ratusan Rumah Terendam
Banjir Menganti Genangi 99 Rumah Usai Hujan Deras
101 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung Melirang
Puting Beliung Terjang Melirang, 62 Rumah Rusak
Kali Cermen Meluap, Tiga Kecamatan di Gresik Terendam
Sampah Kasur di Saluran Air, DPRD Desak Sanksi Tegas
Dua Tanggul Anak Kali Lamong Jebol di Benjeng
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Desember 2025 - 21:26 WIB

Dua Petani Balongpanggang Tersambar Petir, Satu Meninggal

Rabu, 19 November 2025 - 22:34 WIB

Banjir Menganti Meluas, Ratusan Rumah Terendam

Selasa, 18 November 2025 - 18:28 WIB

Banjir Menganti Genangi 99 Rumah Usai Hujan Deras

Senin, 17 November 2025 - 14:53 WIB

101 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung Melirang

Sabtu, 15 November 2025 - 23:42 WIB

Puting Beliung Terjang Melirang, 62 Rumah Rusak

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

IPM SMAMSatu Gresik Serahkan Hasil ‘Buwuh Kemanusiaan’ ke Lazismu

Rabu, 10 Des 2025 - 16:22 WIB

Lingkungan

Dua Petani Balongpanggang Tersambar Petir, Satu Meninggal

Selasa, 9 Des 2025 - 21:26 WIB

Olahraga

Gresik United Tekuk Persiba Bantul 1-0

Selasa, 9 Des 2025 - 21:19 WIB