Banjir Kali Lamong Rendam 12 Desa Gresik Selatan

- Editorial Team

Senin, 22 Desember 2025 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gresik – Luapan Kali Lamong kembali menjadi tamu tak diundang di wilayah selatan Kabupaten Gresik. Sejak Minggu pagi (21/12/2025) sekitar pukul 06.00 WIB, debit air sungai yang membengkak akibat kiriman dari hulu langsung menerjang jalan, permukiman warga, hingga hamparan sawah. Hingga Senin pagi (22/12/2025) pukul 08.21 WIB, genangan masih bertambah perlahan, terutama di Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik mencatat, banjir ini melanda 12 desa di dua kecamatan tersebut. Di Kecamatan Balongpanggang, enam desa terdampak: Dapet, Sekarputih, Wotansari, Karang Semanding, Banjar Agung, dan Pucung. Genangan bervariasi, mulai dari 10-40 sentimeter di jalan lingkungan hingga rumah warga, dengan sawah terendam mencapai puluhan hektare.

Baca Juga :  Satu Lagi Korban Banjir Kali Lamong Tewas

Sementara di Kecamatan Benjeng, dampaknya lebih meluas. Enam desa terkena, termasuk Lundo, Sedapur Klagen, Delik Sumber, Kedung Rukem, Munggugianti, dan Bulurejo. Sedapur Klagen menjadi salah satu yang paling parah: sekitar 100 rumah terendam, sawah 50 hektare tergenang, hingga balai desa dan SDN ikut kebanjiran. Di Kedung Rukem, genangan mencapai 70 sentimeter di jalan poros, merendam 250 rumah, masjid, serta sawah 45 hektare.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sukardi, Kalaksa BPBD Gresik, menjelaskan bahwa penyebab utama adalah air kiriman dari hulu yang memaksa sungai meluap. “Di Kecamatan Balongpanggang, banjir melanda enam desa. Di Desa Dapet, dua rumah warga dan sekitar 10 hektare sawah terendam,” ungkapnya.

Baca Juga :  Siswa SMK Cerme Buka Servis Gratis Bantu Motor Mogok Akibat Banjir

Ia juga menyoroti kondisi parah di Benjeng, “Desa Sedapur Klagen tercatat sebagai wilayah terdampak cukup parah dengan sekitar 100 rumah terendam, persawahan seluas 50 hektare tergenang, serta fasilitas umum berupa Balai Desa dan SDN ikut terdampak.”
Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa. Petugas gabungan dari BPBD, kecamatan, pemerintah desa, BBWS, TRC desa, hingga warga setempat terus memantau lokasi. “Monitoring tinggi muka air (TMA) Kali Lamong juga terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan debit susulan,” pungkas Sukardi.

Cuaca di wilayah terdampak masih berawan dengan hujan ringan. Masyarakat diimbau tetap waspada, karena genangan berpotensi meluas jika hujan kembali deras.

Editor : Tiko

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RUU Migas 2026 Beri Solusi Piutang dan Kedaulatan Energi
Gresik Utara: Jerat Tambang dan Tambak Modern Rusak Lingkungan
Ironi Mangrove Gresik: Ditanam di Sidayu, Dibabat Habis di Ujungpangkah
Jeritan di Balik Asap Putih Gresik: Pabrik Delomit Cekik Udara Sidayu
JIIPE Dorong Industri Berkelanjutan di Gresik
Ketua DPRD dan Mahasiswa PMII Basah-Basahan: Lumpuhkan Eceng Gondok di Irigasi Gresik
Randuboto Pikat Seoul: Enam Aktivis Korea Selatan Terkesima Sistem Kelola Sampah Gresik
Diduga Buang Limbah ke Sungai, Tambak Vaname di Ujungpangkah Gresik Dikeluhkan Warga
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Gresik Utara: Jerat Tambang dan Tambak Modern Rusak Lingkungan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Ironi Mangrove Gresik: Ditanam di Sidayu, Dibabat Habis di Ujungpangkah

Minggu, 12 Juli 2026 - 01:41 WIB

Jeritan di Balik Asap Putih Gresik: Pabrik Delomit Cekik Udara Sidayu

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:11 WIB

JIIPE Dorong Industri Berkelanjutan di Gresik

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:17 WIB

Ketua DPRD dan Mahasiswa PMII Basah-Basahan: Lumpuhkan Eceng Gondok di Irigasi Gresik

Berita Terbaru

BISNIS

RUU Migas Kritis: BUK Tanpa Usaha Dinilai Ganti Baju

Sabtu, 10 Okt 2026 - 15:01 WIB