Girimu.com — Belajar Al Quran tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Melalui kegiatan Qur’an Camp yang digelar Pondok Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah Benjeng pada 14–15 Mei 2026 di Pantai Pasir Putih Delegan, Panceng, Gresik, para santri diajak menikmati suasana belajar yang berbeda dengan memadukan nilai ke-Islaman, kebersamaan, serta pembelajaran langsung di alam terbuka.
Berlatar suasana pantai yang sejuk dan alami, Qur’an Camp berlangsung penuh semangat dan antusiasme. Sejak keberangkatan hingga penutupan acara, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan edukatif yang dirancang untuk memperkuat keimanan sekaligus menghadirkan pengalaman belajar Al Quran yang menyenangkan dan berkesan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara diawali dengan perjalanan menuju lokasi perkemahan dan dilanjutkan dengan mendirikan tenda bersama. Suasana hangat mulai terasa saat malam hari ketika para santri mengikuti kajian tafakkur alam yang disampaikan oleh Ustadz Izzul Haq. Dalam kajian tersebut, peserta diajak merenungi kebesaran Allah melalui alam semesta, mulai dari langit, laut, hingga pergantian siang dan malam sebagai tanda kekuasaan-Nya.
Kebersamaan semakin terasa ketika para peserta menikmati sesi coffee break dan bakar ikan bersama di tepi pantai. Gelak tawa dan kebersamaan yang terjalin menjadikan suasana Qur’an Camp terasa hangat dan penuh kekeluargaan.
Memasuki dini hari, kegiatan dilanjutkan dengan observasi fajar yang dipandu oleh Ustadz Hasbi Ashidqqi. Para santri belajar membedakan fajar shadiq dan fajar kadzib secara langsung di alam terbuka sebagai bagian dari pemahaman syariat Islam terkait waktu Subuh dan sahur. Setelah salat Subuh berjamaah, peserta kembali mengikuti kajian tadabbur ayat bersama Ustadz Muhlish yang mengajak santri lebih dekat dengan makna ayat-ayat Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Pengasuh PPEM Benjeng, Ustadz Hasbi Ashidqqi, menyampaikan, bahwa Qur’an Camp bukan sekadar kegiatan berkemah, tetapi menjadi sarana membangun kedekatan santri dengan Al Quran melalui pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.
“Melalui Qur’an Camp ini, kami ingin santri belajar, bahwa Al Quran tidak hanya dibaca, tetapi juga direnungi dan diterapkan dalam kehidupan. Alam menjadi media pembelajaran agar santri lebih mudah bertafakkur dan semakin dekat dengan Allah,” ungkapnya.
Selain materi ke-Islaman, kegiatan outbound dan mandi air laut juga menjadi bagian yang paling dinanti peserta. Melalui aktivitas tersebut, santri diajak belajar kerja sama, keberanian, dan kekompakan dalam suasana yang ceria. Qur’an Camp PPEM Benjeng menjadi bukti, bahwa pembelajaran Al Quran dapat dikemas secara kreatif, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan santri. (*)
Post Views: 3,541












