Sambari Qosim Terancam Sanksi Pilpres

- Editorial Team

Selasa, 1 Juli 2014 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

image

Kabargresik_ Kegiatan Bupati Sambari Halim Radianto dan Wabup M Qosim mendatangi pertemuan para kepala desa yang terindikasi adanya kampanye pasangan calon Pilpres nomor urut 1 (Prabowo-Hatta) beberapa waktu lalu di GNI Gresik mendapat perhatian serius Panwaskab Gresij. Panitia Pengawas (Panwas) Pilpres akhirnya merekomendasikan sanksi bagi kedua pejabat tersebut.

“Kami sudah mengeluarkan rekomendasi kepada KPU Gresik untuk memberikan sanksi pada Bupati Sambari Halim Radianto dan Wabup M Qosim. Agar mereka tidak mengulangi lagi perbuatannya,” jelas Hariyanto, Komisioner Panwas Pilpres Gresik. Selasa (1/7)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rekomendasi sanksi itu mendasarkan pada pemanggilan Bupati Sambari Halim Radianto dan Wabup M Qosim untuk klatifikasi, kemarin. Dalam kesempatan itu, bupati dan wakilnya hadir langsung. Keduanya ditemui  Hariyanto selaku Komisioner Bidang Pwngawasan.

Baca Juga :  Asap Hitam Membumbung di Kawasan Wilmar Gresik

Pengakuan  Hariyanto, pemanggilan ini dilakukan untuk meminta klarifikasi kehadirannya dalam forum Asosiasi Pemerintah Desa (APDESI) yang ditengarai untuk melakukan kamanye terselubung. Setelah dilakukan klarifikasi bupati dan wakilnya mengaku kedatangannya lantaran ada undangan.

“Dia memang meyakinkan kami dengan menunjukan undangan yang diterimanya untuk menghadiri acara tersebut,” ungkapnya.

Sehingga, lanjut dia, pihaknya sudah mengeluarkan rekomendasi kepada KPU Gresik untuk memberikan peringatan sanksi kepada bupati dan wakilnya.

“Kami hanya peringatkan agar dia berdua tidak mendatangi kampanye pilpres, karena banyak laporan masuk mereka sering menghadiri kampanye,” terang Hariyanto.

Lebih lanjut, kata dia, dari hasil klarifikasi yang sudah dilakukan, maka pihaknya memastikan kesalahan acara APDESI itu dilakukan Ketua Umum APDESI JATIM Nur Nizar Zahroh. Pasalnya, dia tidak masuk dalam struktur tim sukses tapi mengadakan kampanye. Selain itu, dia ditengarai telah mengarahkan kepala desa di Gresik untuk memilih salah salah satu calon.

Baca Juga :  SQ Resmi Direkom Demokrat

Hanya, kata  Hariyanto, untuk sanksi pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada KPU Gresik sebagai lembaga penyelengara.  Tugas Panwas hanya untuk merekomendasi kesalahan-kesalahan.

”Untuk sanki bagi Bupati, Wabup maupun Ketua Apdesi sudah saya rekomendasikan kepada KPU Gresik untuk dilakukan tindaklanjut,” katanya.

Menyikapi hal itu, Komisioner KPU Gresik M Chairuz Zimam mengaku, memang pihaknya sudah menerima rekomendasi Panwas Pilpres Gresik. Namun, pihaknya belum bisa memberikan sikap resmi KPU Gresik. Sebab, KPU baru rapat membahas rekomendasi hari ini.

“Jadi kami belum bisa menjawab dan menjelaskan sikap resmi KPU. Kami masih rapat internal besok (hari ini, red),” tukasnya.(tik)

Editor: sutikhon

Follow WhatsApp Channel www.kabargresik.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Gresik Tegaskan 2026 Tak Ada CPNS
Kolaborasi Siswa Kelas 5-6 SD Negeri 94 Gresik di Upacara
Muscab PKB Gresik Tanpa Pemilihan, Ketua Ditentukan DPP
Kompak Berbusana Hitam, SDN 94 Gresik Gelar Halalbihalal
BIP Janji Serap 60% Tenaga Kerja Lokal Bungah
Dump Truk Galian C Masih Melintas di Gresik
Bupati Yani Ajak ASN Gresik Bayar ZIS di Ramadan
Kado Hari Jadi, Gresik Raih Penghargaan Kabupaten Bersih
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 19:43 WIB

Pemkab Gresik Tegaskan 2026 Tak Ada CPNS

Senin, 6 April 2026 - 14:15 WIB

Kolaborasi Siswa Kelas 5-6 SD Negeri 94 Gresik di Upacara

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:47 WIB

Muscab PKB Gresik Tanpa Pemilihan, Ketua Ditentukan DPP

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:13 WIB

Kompak Berbusana Hitam, SDN 94 Gresik Gelar Halalbihalal

Selasa, 17 Maret 2026 - 16:40 WIB

BIP Janji Serap 60% Tenaga Kerja Lokal Bungah

Berita Terbaru

Muhammadiyah Gresik

Kajian Ahad Pagi PCM Kebomas Bahas Kematian dari Medis & Syariat

Senin, 20 Apr 2026 - 01:32 WIB

Muhammadiyah Gresik

Kepala SDM 1 Menganti Sampaikan Pidato Perdana

Minggu, 19 Apr 2026 - 16:30 WIB